<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496</id><updated>2012-01-24T07:48:46.453+08:00</updated><title type='text'>Sekadar kolom ......</title><subtitle type='html'>tentang potongan tak utuh, pada suatu masa ....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>246</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-5952187486667833886</id><published>2011-12-17T22:38:00.003+08:00</published><updated>2011-12-17T22:48:49.974+08:00</updated><title type='text'>Kesan Pertama Itu Menggoda</title><content type='html'>Lantaran pernyataan Abraham Samad yang membilang koruptor itu brengsek, menggelitik saya sehingga mau menuliskan artikel ini. Bukan sok suci dan sok bersih, tapi benar adanya kalau mereka (aparat) sebenarnya lebih brengsek lagi jika tak memberantas korupsi. Berbicara lantang memang gampang, tapi kita butuh bukti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, saya ingin membandingkan apa yang saya tahu mengenai tokoh anti korupsi Abraham Samad ini. Dari curi dengar sana-sini, awalnya banyak yang ragu Abraham terpilih sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keraguan itu terjawab, tatkala ia tak hanya terpilih masuk dalam jajaran KPK, tapi sekaligus terpilih menjadi Ketua KPK. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu banyak mengenai tokoh Abraham Samad ini. Tapi, ia adalah orang Bugis-Makassar. Bagi masyarakat kelas bawah, di lapak-lapak warung kopi Makassar, Abraham menurut mereka adalah titisan Baharuddin Lopa. "Saya dengar katanya dia seperti Baharuddin Lopa," kata Angga, pelanggan warkop lapak dekat pengadilan Sungguminasa, Gowa, Sulawesi Selatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah, suatu ketika di awal tahun 1999, saat almarhum bapak saya masih ada, Baharuddin Lopa mendatangi rumah kami di Jalan Adhyaksa, Kompleks Kejaksaan, Makassar. Baharuddin Lopa, saat itu adalah seorang jaksa agung yang sangat dihormati. Baharuddin Lopa, seingat saya, saat itu didampingi dua orang stafnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ruang tamu kami yang sederhana, bapak berbincang sedikit, mengenai tersumbatnya aliran selokan. Saban hujan tiba di masa itu, memang kerap mendatangkan banjir. Sebulan setelah kedatangan Jaksa Agung Baharuddin Lopa, jalanan rumah di sekitar kompleks langsung lancar. Terutama, sikap tanggap pemerintah yang membuat kanal berukuran dua meter tempat pembuangan selokan air rumah kami. Saya masih SMA, dan masih culun waktu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhir hayatnya, Baharuddin Lopa, memiliki tempat di hati orang Makassar sebagai pendekar hukum yang tak kenal takut. Saya tak pernah tahu persis, siapa sebenarnya Baharuddin Lopa, kecuali, saat ia mendatangi rumah kami, dan menampung aspirasi warga lantaran banjir saban tahun mendera kawasan rumah kami waktu itu. Lalu, ada Abraham Samad. Ia adalah orang Makassar seperti Baharuddin Lopa, bergelut sama di bidang hukum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh yang saya tahu, Abraham adalah orang yang berapi-api saban kali berbicara tentang korupsi. Juga pernah suatu kali Abraham saya ketahui sangat lantang berbicara korupsi di depan podium, meja seminar atau obrolan ala anti korupsi. Orangnya rapi, berhobi mengenakan setelah kemeja lengan panjang, duduknya tegap ala tentara. Saya pernah semeja dengan beliau mengenai sewaktu ada seminar Anti Korupsi yang diadakan Lembaga Bantuan Hukum Makassar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, saya dipanggil LBH Makassar, karena sedikit tahu tentang kasus korupsi di Dewan Propinsi Sulawesi Selatan tahun 2008. Secara teknis, saya lebih menguasai modus korupsi di dewan lantaran pernah diam-diam mengusutnya. Sementara Abraham, lebih banyak berbicara pada sisi hukum. "Tak ada ampun buat koruptor," katanya berapi-api. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, saya menggunakan kemeja putih, bersendal dengan ransel besar yang saya pikul. Saya datang terlambat sekitar sepuluh menit sejak acara. Tentu saja, saya tak sebanding, dibandingkan seorang Abraham Samad. Saya bawa ponsel, merek corby. Abraham punya ponsel BlackBerry selip buka tutup, yang menurut saya masih sangat mahal waktu itu. Hanya orang berduit yang punya ponsel seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, saya teringat dengan mantan penasehat KPK, Abdullah Hehamahua sewaktu berkunjung pada sebuah seminar di Universitas Negeri Makassar. Saya kagum betul sama Pak Abdullah. Ia adalah tipikal yang sangat-sangat sederhana. Tutur katanya halus, dari situ kelihatan, ia adalah muslim yang taat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, saya mengamati, laptopnya bermerek ACER, buatan Korea, warna merah jambu pula. "Ini laptop anak saya. Laptop saya rusak nak," katanya. Dia bilang, menuju kantornya di KPK, sehari-hari hanya berjalan kaki dari tempat kos-kosan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seperti halnya anda, tentu saja tidak selalu benar. Tapi, penilaian yang baik, bisa jadi berawal dari kesan pertama. Dan, saya berharap itu salah, sebab kesan pertama yang paling menggoda ada pada salah satu tokoh yang saya ceritakan. Sekali lagi, saya berharap kesan pertama itu, salah!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-5952187486667833886?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/5952187486667833886/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=5952187486667833886&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5952187486667833886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5952187486667833886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/12/kesan-pertama-itu-menggoda.html' title='Kesan Pertama Itu Menggoda'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-3663587542561352579</id><published>2011-11-28T23:58:00.002+08:00</published><updated>2011-11-29T00:01:21.550+08:00</updated><title type='text'>Hm, Maap, Saya Mandek Menulis</title><content type='html'>Ini bukan alasan yang bijak memang. Saya melihat, dan membandinkan lagi tulisan saya selama bekerja sebagai buruh tinta koran. Hasilnya, saya terjebak. Dahulu, saya menganggap tulisan yang baik adalah tulisan yang membebaskan. Sampai sekarang saya masih menganggapnya demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sejak bekerja di dunia koran, saya merasa terjebak dengan efektivitas kata, dan kalimat. hasilnya, saya tidak bisa menulis sepanjang-panjang yang saya mau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hehe, tapi tak apalah, paling tidak saya masih sadar dengan perasaan terjebak ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mengenal bagaimana rasanya menulis, tentu saja ada banyak tantangannya. Persoalan rasa, atau indera adalah paling utama. Setidaknya kepekaan itu ada, ketika akan memulai tulisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, saya terjebak, karena terlalu banyak dipusingkan urusan tetek dan bengek masalah data, akurasilah, dan sebagainya. Hm, tapi tenanglah, ini bukan sepenuhnya alasan saya belum memulainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sedikit ada urusan dengan tempat tugas baru saya. Tenang, masih menjadi wartawan, cuma beda desk. Mengenal medan, bagi saya salah satu untuk menumbuhkan kepekaan yang saya sebut tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m e r d e k a  ! !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-3663587542561352579?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/3663587542561352579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=3663587542561352579&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3663587542561352579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3663587542561352579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/11/hm-maap-saya-mandek-menulis.html' title='Hm, Maap, Saya Mandek Menulis'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-534427417890576185</id><published>2011-10-25T17:27:00.002+08:00</published><updated>2011-10-25T17:28:59.412+08:00</updated><title type='text'>Duit Kita Ada di Surga Mereka</title><content type='html'>Ini bukan sesuatu banget yah. Tapi kebetulan saja. Baru saja saya menonton film dokumenter, judulnya, Capitalism : A Love Story. Film ini bersifat dokumenter perjalanan barangkali, karya Michael Moore yang terkenal itu. Ia mengupas habis kapitalisme, berawal dari tempat sang sutradara-Michael Moore bertumbuh, di Kota Flint, Michigan. Flint adalah sebuah kota kecil, lokasi pertama pabrik mobil General Motor. Ayah Michael Moore, adalah seorang pegawai di General Motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penikmat film, sungguh, saya sangat mengagumi pembuatan film dokumenter ini. Terutama Keberanian Michael Moore mengangkat dampak kapitalisme, juga, sungguh menerangkan apa itu kapitalisme. Saya menyimpulkan kapitalisme adalah uang, modal, materi. Dan sungguh, jika hanya uang dan modal yang diandalkan dalam hidup, saya tidak tahu seserakah apakah kita. Di Amerika, Michael Moore menggambarkan bagaimana ketergantungan masyarakat terhadap duit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, setiap orang bisa mendapatkan duit, dengan cara meminjam di bank. Catatannya, setiap orang yang meminjam di bank disertakan bunga. Ya seperti di negara kitalah, minjam duit tentu saja ada bunga dan jaminan. Persoalannya, di Amerika pinjaman modal begitu dahsyat. Tak hanya meminjam duit, masalah asuransi hidup pun, juga ganas. Perusahaan raksasa macam Golden Sach, Merlyn Inc, JP Morgan, atau yang pernah berjaya semasa Ronal Reagan General Elektrik, barangkali bukti kapitalisme amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seperti anda barangkali, tidak banyak mengerti tentang sistem keuangan dan modal. Tapi, Michael Moore menggambarkan kapitalisme itu begitu sederhana. Intinya, modal, jaminan milik rakyat semua tertampung di perusahaan raksasa yang saya sebutkan tadi. Setelahnya, mereka mengadu peruntungan layaknya judi. Modal itu, diperjualbelikan berdasarkan bursa saham. Di Amerika kita mengenal Bursa raksasa, Wall street. Disinilah peruntungan para pemilik modal raksasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael Moore menggambarkannya, berjudi. Ya, seolah bermain judi--poker, peruntungan kita ada di tangan mereka. Jangan heran, kenapa sebab, ada bunga yang tiba-tiba mencekik. Jika ada pemilik modal, tentu saja ada tukang tagih. Tukang tagih ini adalah perpanjangan tangan dari perusahaan raksasa itu. Lagi-lagi sang sutradara menggambarkan, tukang tagih layaknya seorang mafia. "Kalau loe ngak ada uang, minjemlah sama saya, permbayarannya janganlah dipikirkan sekarang." kira-kira begitu gaya, si tukang tagih mencari mangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, nasib kita sebenarnya di tentukan di tangan bursa efek  raksasa itu. Amerika mungkin lupa, di awal 1960, 1970, dan 1980-an, sangat kaya dan makmur. Sebab, persaingan kala itu, belum hangat. Maklum, negara-negara eropa dan asia semisal, Jepang baru saja membangun, setelah perang dunia kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, setelah negara raksasa ekonomi itu pulih, persaingan pun tidak bisa dihindari. Mobil keluaran amerika seperti General Motor, kalah bersaing dengan mobil buatan Jepang, dan Jerman. Akhirnya, ada resesi di Amerika. Siapa yang menanggung, ya rakyat kecil. Kini, sebagaimana yang kita dengar dan kita tonton di layar tivi, warga amerika berusaha menduduki bursa Wall Street. Korea Selatan, juga ikut. Dan, Indonesia, melalui Occupy juga mencoba hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkesimpulan, jika sistem kapitalis seperti ini diterapkan. Duit akan menjadi tuhan, orang akan berlomba mengumpul materi. Ini, tentu saja erat kaitannya dengan nafsu. Misalnya, jika ada sepeda yang lebih bagus dari sepeda saya, tentu saja, orang lain berusaha membelinya, apapun caranya. Mungkin, surga itu hanya ada di bursa efek. Dengan catatan, mereka penikmat surga, hanya orang terbatas, bagi mereka yang memiliki materi miliaran hingga triliunan jumlahnya. "Kita berada di mana sekarang, atau mau lenyap di neraka yang itu-itu juga." Ini protes saya dalam hati jika tidak berontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, duit kita, telah lama berada di surga milik mereka sekarang. Kita yang telah membeli sesuatu dan kena pajak, kita yang telah membayar premi asuransi dan perbankan, dan kita yang telah dikenakan pajak penghasilan. Barangkali masih ada kita-kita yang lain, entah duitnya diapakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duitnya mau diapakan, yang jelas, duit itu telah lama ada di surga. Nama surga itu, bursa efek. Surga yang hanya ditempati para pemilik modal. Dan, mari menganggap itu haram, dan selayaknya mereka berada dalam neraka. Amin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-534427417890576185?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/534427417890576185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=534427417890576185&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/534427417890576185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/534427417890576185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/10/duit-kita-ada-di-surga-mereka.html' title='Duit Kita Ada di Surga Mereka'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-5871090478341623461</id><published>2011-10-23T07:28:00.010+08:00</published><updated>2011-10-23T08:08:56.549+08:00</updated><title type='text'>Sebab Waktu, Saya Begitu Dekat</title><content type='html'>Seminggu terakhir, betul-betul padat. Sebagai wartawan, saya mengerti, saya sedikit pemalas. Saya punya alasan untuk malas, sebab, setidaknya saya berhak libur. Selama seminggu saya harus mengisi tiga berita mengenai tiga Rubrik di halaman Koran Tempo Makassar. Ketiganya, dengan hari yang berbeda. Rubrik Gaya Hidup-Arsitek setiap rabu, Rubrik Kreativitas, setiap jumat, dan rubrik Dia, setiap sabtu. Ketiga rubrik itu membahas satu halaman penuh. Belum lagi persiapan untuk rubrik Chinatown, yang naik cetak setiap hari senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, saban Sabtu dan Minggu saya memanfaatkan akhir pekan saya.  Itu pun, sabtu pekan lalu, saya masih sempat mengunjungi Kabupaten Gowa, Desa Bontolangkasa Selatan, Dusun Borongkanang. Saya merencanakan liputan penenun khas -- lipa' sa'be dari Kabupaten Gowa, untuk rubrik kreativitas yang naik cetak hari Jumat. Penenun dalam bahasa Makassar dikenal dengan sebutan Pattennung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menuju dusun ini saya tempuh sekitar satu jam, ditemani teman bernama Abba. Abba, adalah sumber saya yang banyak tahu tentang kreativitas Makassar dan daerah lain yang masih bertahan. Saya sempat bertemu dengan Pattennung ini. Namanya, Nurhayati Daeng Rannu, umurnya belum genap 50 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan liputan ini menarik. Tapi, karena tenggat (deadline) masih sekitar empat hari, saya urung melanjutkan wawancara panjang saya dengan Ibu Nurhayati. "Saya pamit Ibu, sebisa mungkin saya akan datang lagi bersama fotografer saya, untuk wawancara hari Selasa nanti," janji saya dengan Ibu Nurhayati, oleh warga, biasa dipanggil Daeng Rannu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali pulang ke Makassar, bersama Abba, menempuh perjalanan sekitar satu jam. Oh, saya lupa menyebutkan, kalau Abba menemani saya, berkat kekasihnya, bernama Ani. Dan saya juga lupa menyebutkan kalau kami ke Gowa, bertiga, mengendarai dua motor. Abba dengan Vespa tuanya, membonceng kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan, saya sempat berpisah dengan Abba, tepatnya di pertengahan antara Gowa dan Makassar. Barangkali, Abba singgah sementara, mengisi bensin, dan saya tidak melihatnya. Saya tancap gas, dan kepala saya terasa pusing. "Ini pasti gara-gara belum makan," cetus saya, dalam hati. Sesampai di rumah saya memanfaatkan akhir pekan hari Sabtu dan Ahad, sekadar mengumpulkan tenaga, menyiapkan liputan terdekat saya, hari rabu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liputan hari senin, saya menyiapkan bahan liputan untuk rubrik gaya hidup di Koran Tempo Makassar, yang naik cetak hari rabu. Rubrik ini mengenai arsitektur di Makassar. Praktis, saya harus mencari objek liputan, sebagaimana perencanaan redaksi. Cafe The Project, ini, adalah perencanaan saya untuk bahan liputan. Saya mendatangi tempat ini hari senin.  Sebenarnya, ini sudah kelewat tenggat, karena harus naik cetak hari rabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sudahlah. yang penting tempatnya dapat, dan pemilik Cafenya mau diwawancarai. Akhirnya, saya bertemu dengan Yasin, masih tampak muda dari saya. ia adalah sipervisor Cafe The Project. "Beres, tinggal ketik," pikiran gampang saya teriak lega dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu juga saya merencanakan mengetiknya. Belum lagi mulai mengetik, saya dihubungi tiba-tiba, via telepon. "Pak Ichsan, maaf, Ibu Bininya sebaiknya diwawancara, beliau mau ketemu dengan bapak hari selasa besok," ucap perempuan mengaku sekretaris Ibu Bini. Saya merasa dongkol dalam hati. Sebab sebenarnya, data saya sudah cukup untuk menulis sebuah cerita, meski saya hanya mewawancarai pegawai Cafe dengan jabatan sipervisor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Bini adalah pemilik Cafe The Project. Nama lengkapnya Andi Bini Fitriani Binawan. Usianya 28 tahun. Melalui sekretarisnya, ia meminta saya datang jam sepuluh pagi. Kata sekretarisnya, lebih enak wawancara bertatapan muka. Saya memang meminta waktu jam sepuluh pagi.  Sebab saya tahu tenggat saya semakin dekat. Saya memaksa dengan halus, meski sesibuk apapun perempuan muda ini. "Iya pak, ibu sudah oke kan, dia ada waktu jam sepuluh pagi," saya berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul sepuluh pagi hari selasa, saya sudah berada di Cafe The Project. Saya pesan coffee latte, harganya sekitar Rp 30 ribu. Cafe The Project sebenarnya, cocok untuk kelas menengah atas. Cafe ini kelasnya sama dengan Cafe Black Canyon, atau sekelas Excelso. Lokasinya juga strategis, di Jalan Pengayoman nomor satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pukul sebelas jelang tengah hari. Ibu Bini belum juga datang. Baru sekitar setengah dua belas, saya menerka ibu Bini baru keluar dari mobil kijang kapsul. "Aduh maaf terlambat, saya baru tiba mengantar ibu saya yang sedang umroh," begitu katanya. Wawancara saya selesai setidaknya menjelang pukul satu siang. Saya tahu ini sudah sangat tenggat. Saya bergegas mengetik berita ini. Selesai, hampir pukul tiga jelang sore hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, dengan sedikit panik, saya sudah berjanji akan kembali ke Kabupaten Gowa. Saya tancap gas motor saya, dan langsung bergegas ke Dusun Borongkanang. Seperti mau bilang Alhamdulilah ya. Akhirnya saya bertemu dengan Daeng Rannu Pattennung yang sabtu lalu saya kunjungi itu. Bersama Fotografer Hariandi Hafid, setidaknya kami menghabiskan waktu hampir dua jam, sekadar wawancara dan foto. Oh ya, selain daeng rannu, ada juga, Ibu Kartia Daeng Pa'ja, masih kerabat daeng Rannu&lt;br /&gt;Komplit wawancara ini, saya bergegas pulang, sedianya untuk mengetik wawancara yang baru saja selesai. Tapi saya terlalu lelah, setelah pulang dari Gowa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menundanya, dan berencana melanjutkannya rabu, esok hari. Besoknya, saya bangun, sekitar pukul sepuluh, hampur siang. Belum lagi mulai mengetik, saya ada khabar buruk. Tante saya di Jakarta wafat. Praktis, saya bersama keluarga ikut berduka. Ibu dan kakak saya, harus segera berangkat rabu ini juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak nyaman menulis berita, hari itu juga, sebab, tante saya ini, termasuk kerabat dekat keluarga kami. Belum lagi, dua orang anaknya, mereka adalah sepupu saya, dan teman di kampus yang sama, semasa kuliah, empat tahun silam. Tapi, apa yang bisa saya lakukan. Saya hanya berdoa dalam hati, semoga ia tenang di sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara waktu terus berjalan, saya memutuskan untuk menyiapkan bahan liputan saya selanjutnya, dan menunda tulisan mengenai daeng Rannu. Saya mengejar, tiga putri sulsel yang cantik-cantik, yang akan naik cetak hari sabtu. Setelah menikmati kopi, dan sedikit merenung seorang diri di warung kopi Dg Anas, Jalan Rumah Sakit Faishal, pukul empat sore, saya sudah grasak-grusuk mencari informasi mengenai tiga putri sulsel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, saya mendapatkannya, setelah berpikir lebih lama. Ya, saya mendapati nomor ketiha putri sulsel ini, di Dinas Pariwisata. Saya punya kenalan di sana. Namanya, pak Udhien. Dia mengarahkan saya untuk menghubungi orang Fajar. "Karena penyelenggara dikelola Fajar," kata pak Udhien kepada saya. Dan, masih grasak-grusuk, saya menghubungi teman saya, Nyong Ewink. Ewing adalah salah satu wartawan radio Fajar Fm. Sebelumnya, ketiganya memang sempat siaran di radio milik Fajar grup ini. "Hubungi saja ini nomor," kata ewink, lewat pesan pendeknya. Serasa mau berteriak, saya mendapatkannya. Dan, saya meniatkan, menghubungi mereka di malam hari. Ketiga Putri Sulsel itu tentu saja cantik dan manis-manis muda, seperti kelapa muda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Putri Sulsel itu masing-masing, Andi Tenri Natassa, Fryzcha Vias Manurung, dan Afrianhie Nasir. Saya membuat janji dengan segera, esok harinya, hari kamis. Tenang hati saya setelah membuat janji dengan ketiganya. Janjinya dengan waktu berderet-deret. Jam dua, jam tiga, dan jam empat sore, dengan orang per orang putri-putri itu. Berharap-harap semoga mereka bisa menepati janji, akhirnya usai menghubungi gadis putri-putri cantik itu, saya juga bisa menyelesaikan tulisan mengenai Daeng Rannu yang naik cetak hari Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi alamak, esoknya, setelah saya bersiap memenuhi janji ketiga putri-pitri itu, ketiganya berhalangan hadir. hanya satu yang berhasil saya wawancarai, Fryzcha Vias Manurung. Itu pun baru bisa, sekitar pukul delapan malam, di rumahnya di jalan Daeng tata 1 Blok 1 Lorong 1 dan nomor 1. "Cuek sajalah, yang penting bisa wawancara," ketus saya, dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu juga, kamis, usai wawancara, saya berharap cemas, karena dua putri lagi belum berhasil saya temui untuk rubrik Dia. Esoknya, mulai pukul sepuluh pagi, saya menghubungi keduanya, via telepon setiap lima belas menit. Begitu-dan begitu seterusnya. Jika tiga kali, telepon saya tidak dijawab, saya mengirim pesan pendek, dengan bersegera janjian. "Harus dapat," pikiran saya memaksa, seolah ingin teriak. &lt;br /&gt;Setiap usaha selalu ada berkah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak, karena tenggat, usaha saya dengan menelepon dan berjanjian lewat pesan pendek, berbuah hasil. Sebelum pukul empat sore, saya tuntas mewawancarai dua putri cantik ini, Andi Tenri Natassa dan Afrianhie Nasir. Wawancara keduanya, tentu saja dengan janjian di sebuah tempat. Kedua wawancara ini selesai sebelum pukul empat sore, hari jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua jam tersisa, sebelum malam, saya memanfaatkannya dengan mencari bahan untuk rubrik chinatown. Sebelum pukul enam sore, saat semua berita sudah harus masuk ke redaksi, wawancara saya tuntas. Dan berita saya, keseluruhan tuntas, sebelum pukul delapan malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lagi-lagi tenggat--lagi-lagi. Tapi, terimakasih tuhan, putaran waktumu masih memberi jalan kepada saya. saya tahu, putaran waktu, adalah seolah-olah kau tuhan, dan saya semakin dekat denganmu, bermain denganmu," begitu doa saya, dalam hati jika sepekan ini, pekerjaan saya tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan kau tahu tuhan, alasan kenapa saya berhak meliburkan diri di akhir pekan, karena di situlah saya bisa menjadi rakyat, manusia yang betul-betul biasa," begini tanya saya, dalam sebuah mimpi, pernah, di akhir pekan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun, saya berpikir, di akhir pekan, mana bisa saya berbagi seperti ini, sebagai rakyat, manusia yang betul-betul biasa di hadapanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, sewajar-wajar, kenapa tenggat, bagi wartawan, begitu jumawa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-5871090478341623461?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='enclosure' type='rannu' href='http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/10/21/ArticleHtmls/Pembuat-Lipa-Sabbe-Terakhir-21102011252003.shtml?Mode=1' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/5871090478341623461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=5871090478341623461&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5871090478341623461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5871090478341623461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/10/sebab-waktu-saya-begitu-dekat.html' title='Sebab Waktu, Saya Begitu Dekat'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-7163996116048566199</id><published>2011-10-07T21:29:00.001+08:00</published><updated>2011-10-07T21:34:32.300+08:00</updated><title type='text'>Anggie</title><content type='html'>Saya memanggilnya Anggie. Saya menebak nama Anggie adalah nama samaran. Pertemuan saya dimulai sebulan lalu, di sebuah rumah makan. Rambutnya panjang, paha putihnya begitu kentara, serasi dengan baju kaos tanpa lengan dengan paduan celana jeans short-pant. Dia mengaku bekerja sebagai tukang pijat. "Tapi bukan pijat plus-plus," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapapun bayarannya, Anggie tak akan meladeni pelanggan yang demikian. Ia baru setahun bekerja di tempat pijat di Jalan Cendrawasih. Anggie masih muda di usianya 25 tahun. Empat tahun lalu, ia ditinggal suaminya di kampung halaman. Ia enggan bercerita mengapa suaminya pergi. "Saya dijodohkan. Tapi beberapa lama setelah menikah, dia meninggalkan saya," ucapnya. Anggie berasal dari Kabupaten Maros, tepatnya di Desa Laiya. Desa ini tidak jauh dari dari lokasi penelitian fakultas Kehutanan Unhas, Bengo-Bengo.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setidaknya butuh perjalanan sekitar dua jam berjalan kaki untuk mencapai desa Laiya. Ia tinggal di dusun sebelah, yang akrab dikenal sebagai Kampung Aha'.  Kampung ini dihuni oleh bos aliran Aha' bernama daeng Kulle. Daeng Kulle telah meninggal ditembah polisi pertangahan tahun ini. Tapi, ia enggan bercerita banyak tentang daeng Kulle. "Malas saya cerita orang yang tidak kukenal. Preman lagi, ganti cerita saja deh," ujarnya, sembari mengunyah permen karet setelah menghabiskan satu porsi kecil nasi campur pesanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggie sebenarnya memiliki nama padaengang Makassar. Nama Padaengang, biasanya sebuah nama keluarga yang cukup dikenal di kampung halaman. Anggie pendatang dari Malino, Kabupaten Gowa. Kakeknya termasuk pendatang pertama di dusun ini, Desa Laiya. Sampai sekarang keluarga Anggie masih menggarap sawah. "Tapi hanya buruh. Bapak saya hanya bagi hasil dengan pemilik lahan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saban bulan, Anggie pulang ke kampung halaman mengendarai sepeda motor. Jika berjalan kaki menuju kampung, perjalanan bisa ditempuh hingga dua jam. Tapi jika naik motor, waktu bisa disingkat hingga satu jam lebih. Jalannya berbatu kecil, dan agak terjal. Kalau naik motor, Anggie pasti jatuh sekali dua kali. "Mau diapalagi, daripada jalan kaki sampainya lama," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggie mengadu nasib di Kota Makassar karena merasa tidak ada pekerjaan lain. Sejak ditinggal suami, ia tak tahu harus bekerja apa. "Mau bekerja di sawah bantu orangtua, saya merasa tidak nyaman karena digosipi," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggie bekerja sebagai tukang pijat tanpa sepengetahuan keluarga di Desa laiya. Tapi, sejak ia mulai akrab dengan sepupu perempuannya yang juga tinggal di Makassar, Anggie berbagi cerita. "Dia baik, bisa jaga rahasia. pokoknya tidak cerewet." Selama setahun bekerja sebagai tukang pijat, Anggie hanya mendapat bayaran Rp 8 Ribu rupiah untuk satu jam. Pemilik Panti Pijat, kata Anggie, bisa mengenakan harga Rp 40-50 ribu kepada setiap pelanggannya. "Tergantung tempatnya. kalau ditempat saya, harganya Rp 40 ribu. Saya hanya kebagian delapan ribu," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian bertanya, apakah setiap tukang pijat memiliki motor seperti Anggie? "Jujur, ini motor yang dibelikan bapak saya di Kampung saya," katanya. Anggie masih berharap, kelak, ada seorang lelaki yang meminangnya. Ia sering mendengar cerita-cerita keluarganya yang menjadi tenaga kerja perempuan di Arab Saudi. "Saya ingin seperti mereka, membelikan rumah, sawah dan menghajikan orangtua," katanya. Matanya menerawang menghadap langit-langit rumah makan tempat kami bercerita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-7163996116048566199?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/7163996116048566199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=7163996116048566199&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7163996116048566199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7163996116048566199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/10/anggie.html' title='Anggie'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-204400133222115253</id><published>2011-08-21T01:03:00.004+08:00</published><updated>2011-08-26T02:35:59.438+08:00</updated><title type='text'>Gunting Tua Keluarga Siak Tjie Boen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-nXskoIw6iXc/TlaV89j-8WI/AAAAAAAAAUo/qPRbdsh_3Qo/s1600/guntig.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-nXskoIw6iXc/TlaV89j-8WI/AAAAAAAAAUo/qPRbdsh_3Qo/s320/guntig.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644864057505673570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pak Hong, 65 tahun sedang sibuk menjahit, saat saya mendatangi rumahnya, sekaligus gerai menjahit miliknya di Jalan Somba Opu. Nama gerainya, Mei Loen. Gerainya seperti ruko seluas 4x4 meter, sekitar 20 meter sebelum berbelok ke Jalan Ranggong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam gerai itu, hanya ada mesin jahit tua merek Butterfly, lemari dinding pintu kaca, dan sebuah meja besar seukuran perut orang dewasa. Meja besar ini digunakan sebagai tempat setrika. Mei Loen juga adalah rumah tinggal berlantai dua. Mei Loen, sebagaimana bentuk fisiknya, masih seperti 70 tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berubah, sejak peristiwa "pengganyangan Cina" di tahun 1965, papan namanya, tulisan kanji cina, diturunkan dan berganti  menjadi Penjahit Indah Jaya. "Namanya saja yang berubah. Dulu kan tidak boleh menggunakan nama China," kata Pak Hong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Hong nama aslinya, Siak Kam Hong. Sama seperti kejadian tahun 1965, ia juga mengubah namanya menjadi Suparto Samsi. "Saya dulu sempat sekolah Tionghoa, tapi hanya sampai kelas dua SMP saat kejadian itu," ucapnya. Pak Hong ulet bekerja. Di tangannya, sebagai penjahit kelas ulung, ia sangat berpengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kerjanya rapi. Mulai dari guntingan dan jahitannya rapi, tanpa cacat sama sekali. Ia belajar turun temurun dari bapaknya, Siak Jie Boen. Di Jalan Somba Opu, Toekang Menjahit Mei Loen sangat terkenal. Ayah Pak Hong bekerja di tempat ini tahun 1930-an. "Waktu itu, bapak masih numpang menjahit sama keluarga asal cina daratan," kata Pak Hong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Hong memperlihatkan sebuah foto tua. Ia menghitung penanggalan di tahun cina yang ditulis dengan huruf kanji. "Ini tahun 1940-an, bapak saya menikah di sini," katanya. Jari telunjuknya, menunjuk samping kanan foto, seorang pria bertuksedo dengan rambut belah tengah. "Ini pemilik asli Mei Loen," ucapnya, mengenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh lima tahun kemudian, pria bertuksedo itu pindah ke China Daratan. Masa itu adalah masa sulit, sebab terjadi "pengganyangan Cina", akibat meletusnya gerakan 30 September 1965. "Akhirnya bapak saya diwarisi Mei Loen. Seluruh keluarga pemilik usaha jahit asal China daratan itu pindah ke China," kata Pak Hong. Di masa Mei Loen berjaya, pelanggannya adalah pejabat. Mulai dari pejabat Belanda yang bermukim di Makassar, hingga di masa pendudukan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu, apa yang istimewa dari penjahit sekelas Pak Hong. Ia menggunting memang sangat rapi. Setelah saya perhatikan, alat gunting yang ia gunakan tidak biasa, sangat tua, dan gagangnya--tempat ibu jari dan tiga jari lainnya tampak berkarat. Saya menerka, karena merek yang terukir sudah tak jelas. Terkaan saya, mereknya adalah Solingen, buatan Jerman dengan ukuran 8-9 sentimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tajam, tentu saja, karena rajin dirawat. Saya tidak menyangka, gunting tua itu adalah harta Pak Hong yang sangat berharga. "Gunting ini peninggalan turun temurun dari semenjak berdirinya Mei Loen," katanya. Saya lebih kaget lagi saat ia menunjukkan gunting besi lainnya sebanyak enam buah. Semuanya pegangan atau gagangnya terbuat dari besi. "Saya tidak punya gunting yang pegangannya dari plastik. Semuanya dari besi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengira, dengan gunting itu, Pak Hong adalah seorang yang ulet. Saban kali ia menggunting selembar kain, ia menggunakan gunting tua pertamanya, merek Solingen. Jika sekadar menggunting benang, Pak Hong menggunakan gunting yang lebih ringan, tapi masih bergagang besi. Saya memegang gunting tua Solingen itu. Gagangnya hampir aus akibat termakan keringat. "Iya ini karena keseringan dipakai, makanya gagangnya yang terbuat dari besi juga mulai menipis," kata Pak Hong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah, tahun lalu tepatnya, seorang bule mengunjungi gerai Pak Hong. Ia memandangi gunting tua Pak Hong. Lalu meminta melepasnya. "Buka harga, saya beli gunting tua itu," Ucap Pak Hong meniru bule itu. Tentu saja, Pak Hong menolak. "Berapa pun harganya, saya tidak terima. Uang bisa dicari, masalahnya ini gunting ada nilai historisnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Hong, barangkali, terakhir menjadi tukang jahit. Ia tahu, gerainya sendirian sebagai tukang menjahit. Jalan Somba Opu, memang didominasi para pedagang emas asal Kanton. Meski, Pak Hong asal Kanton, ia tak lagi berencana mewarisi profesi menjahit kepada anaknya. Tiga anaknya, sukses, dan mandiri. Dua anaknya, ada yang bekerja sebagai Insinyur bangunan, dan di perusahaan swasta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, saya pasrah saja. Yang penting mereka senang dan bahagia," ucap dia, sembari berharap, keturunannya kelak, ada yang menyimpan benda tua keluarga. Salah satunya gunting tua merek Solingen itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gunting ini keberuntungan barangkali buat keluarga saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;icchankamin&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-204400133222115253?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/204400133222115253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=204400133222115253&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/204400133222115253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/204400133222115253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/08/gunting-tua-keluarga-siak-tjie-boen.html' title='Gunting Tua Keluarga Siak Tjie Boen'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-nXskoIw6iXc/TlaV89j-8WI/AAAAAAAAAUo/qPRbdsh_3Qo/s72-c/guntig.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-8909544004282453782</id><published>2011-07-23T04:48:00.001+08:00</published><updated>2011-07-23T04:49:35.731+08:00</updated><title type='text'>Dua Puluh Tiga Juli Tahun Dua ribu Sebelas</title><content type='html'>-----Catatan kecil yang tersisa hari ini, setelah sebulan tak mengunjungimu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai, Apakabarmu di sana tuhan. Lama nian kita tak bersua. Banyak hal yang saya mau ceritakan dari sedikit catatan kecil di kepala saya. Kau mungkin lebih tau kalau sebenarnya saya ingin mengadu sedikit tentang banyak hal. Sesuatu yang sedikit itu lebih tepatnya janji-janji yang tertepati. Tentu kau taulah. Saya tak perlu mengumbar kesibukan saya sebagai buruh, sebab kau tuhan tentu saja. Jika nanti tulisan ini begitu banyak artinya, anggap saja itu sebagai harapan, cita-cita atau semacam obat kecewa kepada sesiapa saja.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oh ya, sebelumnya saya sudah mengumbar sedikit tentang Suku Oewpek atau Hupe--salah satu suku minoritas Tionghoa di Makassar. Mereka sebagaimana kautau adalah tukang gigi yang jumlahnya bisa dihitung jari. Tapi sebagai hamba yang selalu tak menyangka akan ciptaanmu, saya juga mendapati Suku Hakka. Mereka ini adalah salah satu suku dari daerah Kanton di provinsi Kwantong Tiongkok. Saya juga baru tau kalau ternyata Suku dominan Tiongkok Hokkian dan Kanton memiliki banyak ragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ini bukan kebetulan, saya tak ingin melampau takdir saya sebelum menjelaskan atau lebih tepat menebaknya. Hakka disebut juga suku Kek. Tapi saya mau menggunakan koma atas, dan menyebutnya dengan Ke'.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thomas Kusuma, usianya sekitar 60 tahun. Ia adalah salah satu pemberi informasi tentang Suku Hakka ini. Thomas bermarga Khoe dengan nama Tionghoa, Khoe Chen Ran dari suku besar Hokkian. Tiga generasi lampau keturunannya baru menghuni Kota Makassar. Saya menemuinya di Yayasan Abdi Sosial. Ia bahkan berbaik hati menerangkan perihal pembagian Suku Hokkian dan Kanton Makassar. Agar akrab, Pak Thomas saya sapa dengan sebutan Angko Khoe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik kertas kalender menera tanggal bersobek, Angko Khoe menjelaskan perihal macam suku dan dialek Hokkian. Ada Can Cou, Nan Ang, Ching Ciang, Yong Chun, Hok Cia dan Hin Hwa.  Ada enam suku daerah Hokkian tersisa di Makassar. Paling tidak begitu setau Angko Khoe. Angko Khoe sendiri adalah keturunan Hokkian dari daerah Ching Ciang. Setelah saya bertanya mengenai Kanton, Angko Khoe hanya tau sedikit. Kanton di Makassar, setaunya terdiri dari Hupe, Hakka dan Chiu Sen. Entahlah. Menurut saya penjelasan ini masih sumir. Tidak lupa pula ia menyebut Suku Hainan, salah satu suku di Makassar yang memiliki fdaerah dan dialek yang khas pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hainan, mengingatkan saya pada warung kopi seperti Phoenam, Haihong, dan Warkop Han. Tentu saja mereka adalah keturunan yang sangat terkenal sebagai usaha warung kopi. Angko Khoe lalu menyarankan saya mengunjungi satu yayasan lagi. Letaknya berada di sekitar Jalan Diponegoro. Nama yayasannya kalau tak salah Abdi Sejahtera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di yayasan ini saya bertemu orang yang lebih tua. Namanya, Wen U Lin. Ia adalah salah satu sepuh di yayasan ini. Hakka katanya identik dengan usaha Kelontong pertama di Makassar. Hokkian juga ada, tapi konon lebih kepada usaha hasil bumi. Wen U Ling yang akrab disapa Pak Uling bercerita, ayah dan kakeknya membuka usaha kelontong pertama di daerah Palopo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari-hari Kakek U Ling bersekolah di Jalan Cakalang dengan bersepeda. Sementara ayahnya, saban minggu pulang ke Makassar. Kakek U Ling masih sangat mengingat kenangan semasa kecil dan remajanya. Orang Hakka dahulu banyak bermukim di Jalan Sulawesi. Oh ya, ada lagi. Selain usaha kelontong, Hakka atau Ke' ternyata juga dikenal sebagai tukang obat. "Toko Semi Selatan itu orang Hakka lho," kata dia menyebut salah satu toko obat ternama di jalan Sulawesi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya pernah mengunjungi Toko Semi Selatan ini. Pengelola toko ini bahkan berbaik hati memberikan saya dua butir pil kuat. Tapi tak sampai hati saya meminumnya. Saya memberikannya kepada teman sekerja saya. Tak usah kusebut namanya pun kau pasti tau tuhan. Sebenarnya, saya berjanji mencari tahu lebih dalam tentang suku tionghoa di Makassar ini. Tapi kautaulah, saya cuma tak sudi berkata langsung sekadar alasan. Sibuk ! Tentu saja tuhan. Saya sibuk urusan mencari tau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan yang baik, selama sebulan ini saya juga banyak sibuk mengurus rumah komunitas kecil-kecilan ajakan Om Jimpe. Namanya Komunitas Tanahindie. Kautau, sebagai seorang perenung baik hati, saya tentu membutuhkan tempat-tempat seperti ini. Pertengahan bulan ini kami sempat berbagi dengan menggelar pasar kecil di Kampung Buku Jalan Abdullah Daeng Sirua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar kecil ini maunya disebut sebagai pasar seni. Tapi kautaulah, yang dijual masih seadanya. Ada barang bekas, seperti gelang, sepatu, bongkar pasang dan banyak lagi tuhan. Om Jimpe dan mantan pacarnya bahkan sampai rela menjual barang bekas yang sebenarnya masih layak. Tentu saja ada partisipasi dari teman saya yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntung, ada teman saya yang batal menjual foto profil Facebooknya. Padahal, jauh hari ia merencanakan mencetaknya dalam bentuk foto dan bingkai 10R. Hebat bukan!! Fotomu saja tuhan, belum tentu laku. Sebab, siapa berani membayangkan wajahmu. Tentu saja, dari sekian yang saya cerita di atas banyak hal yang tak tertepati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, lagi-lagi tuhan. Dulu, saya pikir janji itu kewajiban yang sewajib-wajib kautepati. Tapi sebulan ini, banyak sekali orang yang tak bisa berjanji di layar tivi. Bah! tentu saja kaulebih tau apa yang terjadi di muka bumi ini. Apalagi sekadar kebohongan yang tampil  di layar tipi. Tapi, tivi berita ya tuhan. Bukan tivi sinetron, reality show atau tentu saja National Geographic. Akh, kautaulah tipe tivi yang suka kutonton bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinetrong dan Gossip! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, bukankah semuanya seperti itu sekarang? Jangan jawab sekarang ya tuhan. Nantilah kapan waktu kita bersua lagi. Masih banyak janji yang harus tertepati bulan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-8909544004282453782?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/8909544004282453782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=8909544004282453782&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8909544004282453782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8909544004282453782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/07/dua-puluh-tiga-juli-tahun-dua-ribu.html' title='Dua Puluh Tiga Juli Tahun Dua ribu Sebelas'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-3485261936687688844</id><published>2011-06-04T18:09:00.004+08:00</published><updated>2011-06-04T18:30:12.780+08:00</updated><title type='text'>Alfred-Tionghoa Oewpek yang Terbuka</title><content type='html'>Seminggu sebelum peliputan dimulai, saya sudah was-was. Saya ditugasi kantor meliput awal kedatangan para pembuat gigi palsu di Makassar. Mereka, 90 persen bisa diduga warga Tionghoa dari suku Oewpek atau Hupe, atau Upe, yang jumlahnya minim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bisa dihitung jari, sebab turun-temurun baru tiga generasi di kota saya, kota Makassar. Seperti biasa, teman-teman saya di bagian non news pemberitaan koran tempo Makassar terbiasa dengan ketegangan jelang tenggat. Apalagi melakukan peliputan di kawasan pecinan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peliputan ini adalah salah satu yang tersulit, sebab masyarakatnya bisa dibilang sangat tertutup. Maklum, trauma masa lalu pemerintahan kita membuatnya seperti itu. Tapi setelah menelusuri kawasan pecinan kurang lebih hampir setahun, saya banyak belajar dari mereka, yang warga Tionghoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya dari tukang gigi bernama Alfred Sentosa, 42 tahun. Ia tinggal di Jalan Gunung Lompobattang mengelola praktik Tukang Gigi Gaya warisan ayahnya, Philippus Sentosa. Alfred bermarga Sen dari Suku Upe Danau Utara Tiongkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya bermarga Cen. Sementara nenek dari pihak ibu, bisa dibilang keturunan ningrat. "Tradisi oma sangat kuat. Karena dari bayi kakinya sudah diikat membentuk mangkok," kata Alfred menduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alfred tak ingat jelas asal-usul keturunannya. Misalnya, mengapa ayahnya bekerja sebagai tukang gigi. Tapi Alfred tak ambil pusing. Bagi dia, selama masih bisa bekerja dan menerima duit hasil jasa membuat gigi palsu, ia sudah puas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit yang Alfred ingat. Ayahnya juga dari keturunan Upe asal Tenggarong, Kalimantan Timur. "Ayah saya pintar karena rajin membaca koran setiap hari. Ayah juga punya buku tebal tentang sejarah cina," kata Alfred.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tebal itu berukuran lima jari ukuran dewasa, berbahasa dan tulis mandarin. Saya memanfaatkan paman google. Hasilnya, Suku Upe konon, adalah suku terampil terutama kepandaiannya bermain silat atau kungfu. Tubuh mereka rata-rata kekar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya mengamati Alfred, dan memang kekar untuk ukuran tinggi badan 172 centimeter. Saya bertemu Alfred dua kali di rumah yang dijadikan tempat praktik tukang gigi Jalan Gunung Lompobatang, sore hari. Setiap kali saya menjambangi rumahnya, ia selalu menawarkan saya teh kotak.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan ketiga, ia menawari saya makan mi titik di seberang rumah. Ia terbuka kepada saya. Berbeda dengan kakaknya, Alfred toleran dan mau memberi informasi. Alfred adalah anak kelima dari tujuh bersaudara. "Yang lain sudah di Jakarta. Saya, ibu dan kakak di Makassar," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah, ketika sesi pemotretan dimulai di tempat praktiknya, kakak Alfred kebetulan berada di lokasi. Ia menghindar bukan kepalang. Saya maklum saja cengat-cengut. "Ya sebenarnya tidak semua warga tionghoa begitu. Saya bicara apa adanya, selama tidak merugikan usaha saya," Ucap Alfred.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak pertemuan saya dengan Alfred ketika saya berada di rumahnya hinga larut, jam sepuluh malam. Ia bercerita banyak hal. Saya mengamati mata, gerakan tangan, hingga nada suaranya. Ia kaget kala saya bertanya. "Bapak sebenarnya pernah nakal tidak. Waktu muda dulu bapak nakalnya apa?" saya bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ia tertegun dengan pertanyaan saya. Sebab, sedari tadi ia melulu bercerita tentang banyak hal mengenai perkawanannya dengan polisi ini, tentara itu, dan kepala pengadilan ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tidak nakal dik. Saya cuman menikmati hasil stres saya bekerja dengan rutinitas kayak begini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawabannya saya menduga. "Bapak pemakai ya?" saya sangat menunggu jawabannya. Alfred, saya pikir berusaha menyembunyikan sesuatu dengan tidak mengiyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya dikerjai teman saya. Saya hobi menyanyi di tempat karaoke. Pernah minuman saya dimasukkan inex," katanya. Saya tertegun, bukan karena ia pemakai. Tidak, ia bukan pecandu. Tapi beralasan menikmati, dan bagi saya itu masuk akal. Sebab, ia masih memikirkan tiga orang anaknya dan seorang istri yang dicintainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alfred pernah menginap di rumah tahanan awal 2010, karena kasus narkoba. Ia merasa dijebak oleh teman polisinya. Sampai suatu ketika ia harus berkorban, menjual motor, dan meminta bantuan keluarga supaya bisa keluar rutan secepatnya. Ia berhasil. Tidak sampai tiga bulan ia, menghirup udara segar, dan berkumpul bersama keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan terakhir saya dengan Alfred sore itu, adalah sehabis Alfred pulang dari gereja di Jalan Gunung Latimojong St Joseph. Sebelum bertemu, ada setengah jam saya menunggu di tempat praktiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru kali ini saya ke gereja. Terakhir sejak tahun 1998, saya ingin berbuat baik demi anak istri saya kelak," katanya, memulai pembicaraan hingga cerita ini lahir-waktu itu, Alfred lima menit baru turun dari becak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pertemuan jelang larut itu, ia selalu mengajak saya sekadar mampir. "Yang penting jangan bilang-bilang. Kalau bicara jaringan narkoba, dan pengadilan, saya tauk alurnya," begitu katanya. Ia berani, terbuka, dan jujur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini adalah salah satu alasan, kenapa Tionghoa begitu tertutup terutama kepada wartawan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-3485261936687688844?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/3485261936687688844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=3485261936687688844&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3485261936687688844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3485261936687688844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/06/alfred-tionghoa-oewpek-yang-terbuka.html' title='Alfred-Tionghoa Oewpek yang Terbuka'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-4423823344812150220</id><published>2011-05-29T21:45:00.001+08:00</published><updated>2011-05-29T21:46:54.659+08:00</updated><title type='text'>Edisi Susah</title><content type='html'>Saya mengutakatik blog saya dan mendapati pagerank blog ini mencapai page rank 2. Menurut sejumlah teman, ini sudah luarbiasa. Tapi itu tak penting. Blog ini tidak menjadi patokan standar yang harus diikuti. Itu semakin membebani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah. Awalnya saya meniatkan blog ini sebagai sebuah perjalanan. Tahun 2005 akhir kalau tak salah, saya memulainya. Saya ingin mengenangnya, karena dulu setiap kali tulisan dalam blog ini mencapai angka seratus, saya merayakannya dengan cara berbeda. Mengenang, adalah salah satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau menurut catatan blogger, blog ini dibuat Bulan Agustus 2005. Masa-masa itu adalah masa-masa imut saya. Masa yang tak jelas berujung akan kemana saya. Waktu itu, saya telah menyelesaikan kuliah kerja nyata (KKN). Tepatnya di Kabupaten Pinrang, Kecamatan Duampanua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seperti kebanyakan-mahasiswa imut lainnya. Saya tak banyak kritis di masa-masa KKN yang berlangsung selama tiga bulan itu. Mereka membilang apa gunanya KKN. Tapi bagi saya, KKN adalah nostalgia. Pentingkah? saya jawab penting. Apalagi bagi saya orang kota. Tapi tenanglah, Bapak saya juga orang Pinrang meski saya jarang ke kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek, ibu bapak saya ada di kecamatan tetangga. Namanya Patampanua. Lebih tepatnya di Benteng, Teppo, dekat bendungan. Kau tau kenapa saya membilang nostalgia KKN itu penting. Karena nostalgia itu juga belajar. Ya, belajar dari hidup orang. Dan saya banyak belajar dari mereka, masyarakat di lokasi KKN saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya empat jam perjalanan ditempuh untuk sampai di lokasi KKN saya. Nama Kecamatannya Duampanua beribukota Pekkabata, dan berbatasan langsung dengan Polewali Mamasa. Saya bersama lima teman lainnya kebagian desa Buttusawe. Ada tiga dusun di sana. Satu dusun terpisah dari sungai. Dua dusun lainnya saya sebut mendingan karena masih memiliki akses dengan kota. Paling tidak, dengan menggunakan motor kepala desa saya, saya bisa menempuh kota pekkabata dengan perjalanan setengah jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh lima teman saya, didaulatlah saya menjadi sekretaris desa. Teman saya dari jurusan komunikasi diangkat menjadi koordinator desa. Tapi dibanding mereka, saya satu-satunya yang cukup dekat dengan kepala desa. Mendengar cerita rahasia mungkin juga paling banyak saya dengar dibanding teman KKN saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita perselingkuhan ternyata sebuah hal yang biasa di Kampung Buttusawe. Tapi ini cerita diam-diam. Menyebutnya bisa masuk kategori rahasia umum. Pura-pura tak mengetahui, padahal mereka mengetahuinya. Atau bisa juga seperti ini : SStttt jangan bilang siapa-siapa. Padahal yang dibilangi juga sudah mengetahuinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, saya tak bisa bercerita detil mengenai kejadian-kejadian yang ada di Buttusawe. Sebab kejadian perselingkuhan ini masih berlangsung sampai sekarang. Melibatkan pejabat desa dan ketua karangtaruna di kampung setempat. Tapi mereka, para pemain perselingkuhan itu begitu lihai dan cerdas. Saya terkaget-kaget dibuatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah, waktu detik-detik terakhir masa KKN saya hampir berakhir, saya berjanji akan menuliskan ceritanya. Menggambarkan detailnya seperti apa. Tapi sampai sekarang saya gagal menggambarkannya. Padahal, ini adalah janji yang saya buat kepada mereka, salah satu pelaku dalam cerita selingkuh itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang saya tau, bercerita itu susah. Apalagi menuliskannya dalam beberapa ribu karakter. Saya tidak tau kenapa? Tersebab barangkali karena saya pernah berjanji pada seseorang itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan itu tidak enak, karena menyangkut anak-anak mereka kelak. Jadi, saya hanya menuliskannya beberapa bait puisi. Dan ia membalasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-4423823344812150220?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/4423823344812150220/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=4423823344812150220&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4423823344812150220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4423823344812150220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/05/edisi-susah.html' title='Edisi Susah'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-2629760216598162360</id><published>2011-05-01T20:53:00.002+08:00</published><updated>2011-05-01T20:56:20.167+08:00</updated><title type='text'>Tarakan Street : ‘My Life at the Top Wheels’</title><content type='html'>Her name is Melly Lo or Familiar called Lo Sia Me fifty years old, have long inhabited the Tarakan Road. Her house at the junction of Jalan Irian-Tarakan and has been occupied since the Dutch era. The period in which his father opened a coffee shop Hai Guang first, and still survive till the day. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It's this old shop. Since the time of the Dutch, my subscription is now the average truck driver," she told the shop that was also occupied as a dwelling house in Tarakan Road No. 187.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hustle heavy vehicles such as trucks and containers, it looks like familiar old mother offspring this Hainan. But that's the hallmark of Tarakan Street approximately one kilometer in length. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Road width of two large transport trucks, the formerly known as Karanrang street.  In the past people knew this road as a place of prostitution in the 1960's. This place beat the glitter of the night at Nusantara street.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uuu pass-through first woman here. Because this road close to the harbor Paotere period. Karanrang known haven of the sailors," said the old lady who have Lo clan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In fact, it is said, this area beat Street Jambas or Jambatan Bassia with the world famous night in the vicinity of the beach. Before you turn into Jalan Tarakang, this street was named Khayangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"In the past, before his name Tarakan Road. Khayangan Road street name. All the names of the island," said Chairman of Neighborhood, Khaeruddin Haneng. No wonder the road that can be passed from two major roads and Yos Sudarso New Archipelago, has street children with the names of the island.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Starting from the Road Salemo, Barrang Caddi, Barrang Lompo, Ballang Caddi until Kodingareng. This road divides the two villages, the village Malimongang District of New and Old Mallimongang, Wajo. New Tarakan Roads began to be known since the 1990s. In those days, this street was crowded with business expedition goods, welders, lathe, and service business dynamo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are at least three business welding lathe. One of them called Bengkel Liemang. "If the old including Tarakan Jaya. Eight years ago, I am here, moving from Muhammadiyah Road," said Indra Lim, 52, owner of Auto Liemang engaged in turning lathe.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No wonder also, people are very familiar with Tarakan Street scene of heavy vehicles like trucks and cars canvas. Indra Liem even admitted that he had tired of fighting with the owner of the truck and the canvas is used to parking his vehicle in front of his business Welding lathe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ouch, I'll still also posted signs forbid the driver would not defeated," he said. Not surprisingly, the road along the Tarakan certainly presented views of the truck and the canvas for 24 hours without stopping. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Business expedition goods, welding lathes and service businesses such dynamo need each other, and always associated with heavy vehicles. "Yeah, sometimes I receive a lathe heavy auto parts, including trucks and excavators," said Indra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But that's Tarakan Road. The crowded can make people annoying headaches. But on the other side of those who pass can still made to smile. Therefore, new residents who first crossed this road can still feel the entertainment on a car tire signpost to apply such comforting words, My Life at the Top Wheels, Keon Racung or My prayer for Mom. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Loss does jam. But there are entertaining. For example the words on the signpost that rubber car tires," said Rudy, a resident of Jalan Yos Sudarso, Makassar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---La Hessang Maming&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-2629760216598162360?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/2629760216598162360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=2629760216598162360&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2629760216598162360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2629760216598162360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/05/tarakan-street-my-life-at-top-wheels.html' title='Tarakan Street : ‘My Life at the Top Wheels’'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-4646464137012533446</id><published>2011-04-25T18:39:00.004+08:00</published><updated>2011-05-01T22:12:52.403+08:00</updated><title type='text'>I La Galigo dan Cerita dibalik Tembok Fort Rotterdam</title><content type='html'>Malam yang cerah dan semilir angin sepoi sungguh romantis. Belum ada rintik hujan yang bakal keras menghantam Makassar di Jalan Ujung Pandang yang masih tergolong daerah pantai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di emperan jalan itu, sepasang kekasih duduk santai di warung remang. Sambil menikmati es kelapa muda. Keduanya bertanya heran. "Acara apa di seberang sana?" Setelah membaca baliho raksasa, ada tanya kemudian. "Apa itu Lagaligo?" Keduanya tak jauh dari  Benteng Fort Rotterdam-atau sekitar 20 meter pintu gerbang di seberang jalan, tempat berlangsungnya pementasan teater megah tahun ini, I La Galigo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar ada yang berpendapat kalau pementasan pementasan I La Galigo adalah utopia bagi sebagian masyarakat biasa. Barangkali perkataan itu ada benarnya, jika merujuk pada seni pertunjukan.  Apalagi I La Galigo adalah warisan budaya bugis kuno yang diangkat ke atas seni pertunjukan teater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seni itu mahal bung. Mengelolanya itu butuh kerja keras," kata Asdar Muis RMS, budayawan Makassar. Dengan lantang Asdar menyebut kebudayaan bugis makassar belum banyak diketahui masyarakat makassar yang bertalian dengan I La Galigo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang kenyataannya begitu. Kurikulum sekolah mengajarkan kita pewayangan dari penerbit Yudhistira. Bagaimana mereka mau mengenal budayanya kalau dalam muatan lokal saja itu tidak ada," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I La Galigo adalah salah satu tokoh cerita dalam naskah bugis kuno Sureq Galigo. Jauh sebelum, peradaban Islam memasuki tanah Sulawesi, Sureq Galigo diperkirakan ditulis pada abad ke tujuh masehi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sureq Galigo, biasa dinyanyikan atau didendangdendangkan oleh para bissu, pendeta bugis. Kitab ini, akhirnya diangkat ke atas teater oleh sutradara Robert Wilson. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, pentas teater karya Robert Wilson ini telah pentas di 12 negara. Amsterdam, Barcelona, Madrid, Lyon, Ravenna, New York, Melbourne, Milan, dan Taipei. Jakarta adalah dua kota terakhir setelah Makassar 23 dan 24 April 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                 *** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul delapan malam, 17 April 2011 di Kompleks Perumahan Dosen Unhas di kantor Pusat Studi I La Galigo. Begitu cara Nurhayati Rahman melestarikan tradisi kita bugis kuno Sureq Galigo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harta saya disini nak. Di ruang kecil ini, ribuan naskah berupa tulisan lontaraq, dan rekaman passureq. Saya menyimpan semuanya," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendirikan pusat studi Lagaligo di kediaman pribadinya terletak di Kompleks Dosen Unhas. Dibalik proses panjang pementasan I La Galigo yang dipentaskan Sutradara Robert Wilson, Nurhayati bukan tidak punya andil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aduduee. Menangis saya kalau mengenang kisah pahit pementasan I La Galigo ini nak." Begitu kata Nurhayati Rahman, guru besar Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya Universtas Hasanuddin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia termasuk salah seorang penterjemah I La Galigo yang terlibat di awal pementasan megah itu. "Saya termasuk orang yang kecewa. Pada akhirnya di masa 2005 saya mengundurkan diri pelan-pelan," ucapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada salah konsep yang tidak sesuai. "Ini sakral, sebab kitab bugis kuno dibacakan sendiri oleh seorang bissu, pendeta bugis masa lampau," katanya. Bagi Nurhayati Rahman, I La Galigo itu serupa mantra, karena dibacakan oleh passureq bissu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kata dia, jangan menganggap enteng I La Galigo yang dengan mudah mengangkatnya ke ranah teater. Salah konsep bisa saja berakibat fatal. Misteri, sebab I La Galigo belum tuntas. Meski diterjemahkan 12 jilid naskah yang disalin Matthes, belumlah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matthes adalah orang Belanda yang membawa naskah 12 jilid itu ke perpustakaan Leiden Belanda. Ia hidup pada abad delapan belas. Naskah itu didapatnya dari seorang bangsawan bernama Collie Pujie Arung Pancana Toa yang hidup terasing di Tanah sendiri, Tanete, Barru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang positif, orang seperti Matthes berhasil menyelamatkan naskah itu. Meski pada akhirnya 12 jilid naskah itu terawat sampai sekarang di Perpustakaan Leiden KILVT, Belanda. Menurut Nurhayati, dari yang tersalin sedikitnya ada 300 ribu baris bait panjang yang tersalin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bait-bait itu berisi limalima baris layaknya syair-syair yang diperdendangkan bissu bugis. Menurut Sirtjo Koolhof, kepala perpustakaan Leiden, Belanda. Sureq Galigo yang tersalin itu memiliki posisi unik mengalahkan Epos Mahabarata yang hanya terdiri dari 160 ribu sudut panjang syairnya. Bagi orang Bugis, syair ini terbilang sakral karena berupa doa-doa dan harapan-kejadian yang termaktub dalam lima bait pada masa lampau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halilintar Lathief, dosen tari Universitas Negeri Makassar, bahkan dengan hati-hati menyebutnya, salah konsep. "Bagi saya I La Galigo ini masih panjang. Mementaskannya juga harus hati-hati," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tari-tarian adalah salah satu yang dipermasalahkannya. "Kalau ini kitab bugis kuno. Seharusnya tari-tari yang tepat juga tarian bugis. Begitu juga musiknya," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Nurhayati maupun Halilintar Lathief adalah dua orang yang menyuarakan kesakralan itu. Menurut mereka, mengangkatnya ke ranah teater membutuhkan kajian yang pantas. "Supaya tidak menganggap I La Galigo yang dipentaskan seperti itu," singkatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I La Galigo pada akhirnya berlabuh ke Makassar, tanah Sulawesi. Ia tak bisa dibendung. Di dalamnya sudah mempengaruhi semua aspek. Sosial, budaya hinga kepentingan mulai kelihatan di permukaan. Tapi sisi positifnya, tak masalah ia menjadi budaya pop bagi para pemuda-pemudi masa kini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak, terlepas dari kesakralan dan seni pertunjukan yang dibawakan Sutradara sekelas Robert Wilson, akan selalu ada yang bertanya dengan penasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa itu i La Galigo?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-4646464137012533446?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/4646464137012533446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=4646464137012533446&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4646464137012533446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4646464137012533446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/04/i-la-galigo-dan-cerita-dibalik-tembok.html' title='I La Galigo dan Cerita dibalik Tembok Fort Rotterdam'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-7499921127504534335</id><published>2011-04-19T21:43:00.003+08:00</published><updated>2011-04-19T21:48:34.904+08:00</updated><title type='text'>Perjalanan Singkat Mengenal I La Galigo</title><content type='html'>Aduh. Kartu pos berbahasa perancis ini begitu menggoda pandangan mata saya. Latar foto itu orangtua berjenggot, berpakaian ala putih seperti dewa yang baru turun dari langit. Diapit rumah-rumah kecil. Dibalik kartu pos itu adalagi gambar arena layaknya menyaksikan pertunjukan ala Romawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penonton di arena itu terkesima pada satu pandangan teaterikal. Sebangsa apa yang membuat kartu pos semewah ini? Usut punya usut, latar foto itu adalah latar pentas teater di Lyon Perancis. Saya lebih terkesima lagi ketika mengetahui pentas teater itu bernama I La Galigo, kisah panjang epos sastra terbesar di dunia melebihi Mahabarata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua bulan lalu saya mendengar I La Galigo akan dipentaskan di Makassar. Sebuah pentas lima tahun silam begitu spektakuler ditayangkan di Harian Kompas. Saya hanya melihat siluet fotonya yang luar biasa. Tapi belum ada ketertarikan di masa itu. Belum ada gairah untuk mencari tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu ketika saya bertemu dengan Abdul 'Simon' Murad. Dari tangannyalah saya memperoleh hadiah kartu pos bergambar pentas teater I La Galigo. Simon Murad adalah pemeran Dewa Patotoe dalam Sureq Galigo. Sureq Galigo ini adalah kitab bugis kuno, jauh sebelum islam memasuki tanah sulawesi. Ia diperkirakan ditulis pertamakali sebelum abad 14. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sureq Galigo, biasa dinyanyikan atau didendangdendangkan oleh para bissu. Kitab ini, akhirnya diangkat ke atas teater oleh sutradara Robert Wilson. Dan, Abdul Simon Murad adalah salah satu pemerannya. "Ada kebanggaan. Khususnya setelah pentas ini tampil di Tanah Leluhurnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak Makassar adalah tanah Sulawesi," begitu kata Pak Simon. Kebahagiaan tentu saja terpancar di wajah Pak Simon. "Ini salah satu bentuk tanggung jawab moral kami sebagai seniman untuk tampil sebaik-baiknya," ungkapnya. Dari tiga kali pertemuan saya dengan Pak Simon, berkali-kali ia menceritakan keberhasilan pementasan karya Robert Wilson. "Kami di sanjung-sanjung di Kota orang. Bayangkan orang bule tak menyangka penampilan teater ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya, pentas teater karya Robert Wilson ini telah pentas di 12 negara. Amsterdam, Barcelona, Madrid, Lyon, Ravenna, New York, Melbourne, Milan, dan Taipei. Jakarta adalah dua kota terakhir setelah Makassar 23 April 2011. Saya bertanya dalam hati kecil. Kenapa Makassar menjadi kota terakhir? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya begini. Penyakit kita barangkali : kalau mau bagus lebih baik diambil orang yang profesional. Apa-apa yang bagus itu datangnya dari luar. Entah luar negeri entah luar Sulawesi. Ah, dan itu terjawab sudah. Memang bagus kalau diambil orang luar. Untuk sementara itu yang terlihat di permukaan. Sekali lagi itu yang terlihat di permukaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jadi kita, Orang Bugis-Makassar Jadi penonton Ji Saja'?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah kita orang Bugis-Makassar hanya bisa jadi penonton? Ih, Menjawab ini tidak mudah. Saya bukan orang Bugis-Makassar Cina, yang bego dan mudah diperbodohi. Seperti mau berteriak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ooow bangun ko anak muda. Moko dirampok." Bangunlah anak muda, warisan kebudayaanmu mau dirampok. Ihwal perjalanan pementasan ini, kalau boleh menyebut perih, dan menyakitkan untuk beberapa orang yang sejak awal pernah terlibat. Nah. Mereka-mereka inilah yang selalu lantang berteriak keras sekali, tapi tidak terdengar oleh sesiapa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pekik Sunyi  dibalik Pementasan I La Galigo&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Aduduee. Menangis saya kalau mengenang kisah pahit pementasan I La Galigo ini nak." Ah, kupikir tak perlu menyebut nama perempuan ini. Yang jelas, ada perempuan Bugis-Makassar yang menangis melihat pementasan ini. Sejumlah pakar menganggap I La Galigo adalah sakral. Ada daya magis tersembunyi penuh misteri. Bagi Nurhayati Rahman seorang guru besar sastra di Universitas hasanuddin mengatakan, I La Galigo itu serupa mantra. Mantra yang tidak mudah kauterka datangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kata dia, jangan menganggap enteng I La Galigo yang dengan mudah mengangkatnya ke ranah teater. Salah konsep bisa saja berakibat fatal. Misteri, sebab I La Galigo belum tuntas. Meski diterjemahkan 12 jilid naskah yang disalin Matthes, belumlah cukup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matthes adalah orang Belanda yang membawa naskah 12 jilid itu ke perpustakaan Leiden Belanda. Ia hidup pada tahun 1800 (1812 kalau tak salah). Naskah itu didapatnya dari seorang bangsawan bernama Collie Pujie Arung Pancana Toa yang hidup terasing di Tanah sendiri, Tanete, Barru. Satu hal yang positif, orang seperti Matthes berhasil menyelamatkan naskah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pada akhirnya 12 jilid naskah itu terawat sampai sekarang di Perpustakaan Leiden KILTV, Belanda. Menurut Nurhayati, dari yang tersalin sedikitnya ada 300 ribu baris bait panjang yang tersalin. Bait-bait itu berisi limalima baris layaknya syair-syair yang diperdendangkan bissu bugis. Menurut Sirtjo Koolhof. Sureq Galigo yang tersalin itu memiliki posisi unik mengalahkan Epos Mahabarata yang hanya terdiri dari 160 ribu sudut panjang syairnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang Bugis, syair ini terbilang sakral karena berupa doa-doa dan harapan-kejadian yang termaktub dalam lima bait pada masa lampau. Halilintar Lathief bahkan dengan hati-hati menyebutnya, salah konsep. "Bagi saya I La Galigo ini masih panjang. Mementaskannya juga harus hati-hati," katanya. Baik Nurhayati maupun Halilintar Lathief adalah dua orang yang menyuarakan pekik itu. Sebenarnya ada satu orang lagi. Namanya, Nirwan Ahmad Arsuka. Sunyi tetap sunyi. Siapa yang mau mendengar?Bukankah even yang besar dan tergiang pada kepentingan yang besar riak kecil mudah dihapus? Jawabannya tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kepada Siapa I La Galigo diperuntukkan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I La Galigo pulang kampung. Syukurlah. Tapi apa cukup? tidak! Saya mengambil pelajaran dari Pak Halilintar. Seharusnya orang-orang yang pernah terlibat menjual I La Galigo harus memberi timbal balik yang sesuai. Lihat para seniman, lihat para bissu, dan lihat efeknya terhadap generasi muda (termasuk saya). &lt;br /&gt;Bissu dalam lembaga adat terpecah. Seniman tidak memperoleh hasil yang selayaknya pada pementasan I La Galigo. Nama besar, tidak ada masalah, sebab para seniman yang terlibat masih menimbang materi dan nama, untuk tampil pada even sekaliber sutradara Robert Wilson. Bagi saya, I La Galigo harus terus digali-gali layaknya ma'galigali I La Galigo ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;----mungkin bersambung&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-7499921127504534335?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/7499921127504534335/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=7499921127504534335&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7499921127504534335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7499921127504534335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/04/perjalanan-singkat-mengenal-i-la-galigo.html' title='Perjalanan Singkat Mengenal I La Galigo'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-4675962387347022161</id><published>2011-03-06T01:50:00.004+08:00</published><updated>2011-03-06T02:05:27.495+08:00</updated><title type='text'>Rasa, Itu Memanusiakan</title><content type='html'>Setelah mengingat kembali apa itu pewarta, saya baru sadar profesi ini bukan sekadar memberitakan. Kalau tak salah, seorang wartawan itu seperti kata-kata wartawan Kompas Sindhunata.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dia sewajarnya ikut menjadi lelaku atau merasakan langsung objek liputan-mengecapnya dengan seluruh indera. Barangkali ini juga ada hubungannya dengan istilah Coverboth Side (dua sisi yang berimbang). Misalnya, melakukan peliputan demonstrasi di lapangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada polisi, dan ada barisan mahasiswa pada sisi yang bersebrangan.&lt;br /&gt;Keduanya berlawanan tentu saja. Sebagai pewarta yang baik, ini ada hubungannya dengan letak posisi. Pada posisi apa anda berpijak. Seperti para peliput perang semisal pewarta CNN dan Al-Jazeera. CNN pada masa invasi amerika ke Irak jelas berada pada pijakan sekutu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, Al-Jazeera berada pada posisi netral (kalau boleh menyebutnya demikian). Kenapa Al-Jazeera netral? Sebab, mereka (pewarta Al-Jazeera), tidak melulu menjadi corong bagi sekutu. Dan tentu saja informasi mengenai keberadaan sekutu pada masa itu, sangat mudah diakses oleh semua media internasional. Tapi Al-Jazeera melakukan sebaliknya. Media dari Qatar itu, melakukan peliputan yang berpijak pada gerilyawan Irak (saya membahas dua media ini dalam skripsi saya).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kembali kepada peliputan demonstrasi di lapangan. Posisi wartawan sebaiknya berada pada dua pihak yang berlawanan. Saya yakin, sejahat-jahatnya aparat kepada mahasiswa juga karena mereka tak tahu apa-apa. Mereka, para polisi bertameng itu hanya menjalankan perintah atasan. Kalau toh emosi, juga saya yakin karena mereka manusia biasa. Persoalan peristiwa, ini yang paling banyak diungkap oleh media televisi. Apalagi demonstrasi yang berbau kekerasan. Jujur, ini adalah makanan empuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan mau membela polisi. Mengenai kejadian di Polewali-Mandar yang menewaskan seorang dosen Komunikasi bernama Sofyan. Sewajarnya kita berpikir. Sofyan adalah teman satu angkatan KKN (kuliah kerja nyata) di Kabupaten Pinrang. Di media disebutkan polisi menembak. Dan Sofyan terkena peluru nyasar. Sadis, sangat sadis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejam, dan tentu saja sangat kejam. Saya mengetahui yang tertembak teman saya. Coba, kalau teman anda. Emosi, iya tentu saja. Tapi apakah saya harus menyalahkan polisinya. Entahlah, kalau saya cuma bilang, "menyayangkan," itu sangat naif. Saya tidak tahu, apakah oknum polisi yang menembak itu dalam keadaan terdesak atau tidak. Saya juga tidak tahu, apakah mahasiswa yang berdemo saat itu, dalam keadaan terdesak sehingga harus menuai kerusuhan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika saya ikut menjadi lelaku di antara dua sisi itu, merasakannya dengan seluruh indera saya. Maka saya seharusnya tahu akan menghujat siapa. Ini di luar posisi sebagai seorang pewarta. Tapi bagi seorang pewarta tidak demikian. Ia harus menceritakan peristiwa pada dua sisi yang berlawanan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada akhirnya memang tidak ada yang objektif (berimbang). Wartawan sekalipun, pada akhirnya harus berpihak. Tergantung di posisi mana ia berada. Bahkan berada pada dua posisi yang berlawanan tadi, tidak mutlak ia Coverboth Side. Itulah gunanya perasaan. Jika fakta tidak lagi cukup untuk menuliskannya, gunakanlah perasaan dari indera pengecap tadi. Kadang-kadang, bagi saya ini bisa menjadi pilihan. Perasaan yang saya maksud bukan menerka-nerka atau menebak-nebak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, menggunakan rasa-keputusan ikut  sebagai lelaku dalam peristiwa dua sisi yang berlawanan tadi. Pada akhirnya saya ingin berkisah tentang Pelacur dan Gubernur. Ini cuma cerita. Mengandai, bagaimana rasanya berada sebagai Gubernur, dan mengandai bagaimana rasanya menjadi seorang Pelacur. Gubernur banyak duit, berapapun duit bisa digelontorkan. Tinggal menunjuk bawahan mana yang harus membayar. Saya tidak pernah tahu tingkat stres pada posisi ini. Tapi saya yakin, sangat banyak. Apalagi memberikan janji-janji kepada pengikutnya. Mengecewakan sedikit, maka habislah semua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pelacur? tidak ada ada beban. Hanya menunggu. Tapi dimana tingkat stressnya? Barangkali ada pada posisi ketika dia diangkat menjadi perempuan simpanan atau menjadi istri, yang membuatnya nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, ada klimaks pada berbagai posisi. Tak peduli dia seorang Gubernur atau seorang Pelacur sekalipun. Ada klimaks berupa harapan-harapan dan impian yang aman dan nyaman. Sekarang. Letakkan kaki anda di antara kedua-duanya. Rasakan, dan ungkapkan. Karena pada akhirnya kebenaran (bukan fakta), tidak mutlak menjadi milik kita. Inilah yang penting dilakukan sebagai seorang pewarta yang baik seperti kata-kata Sindhunata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jurnalis memposisikan diri bukan lagi sebagai pelapor, tetapi menjadi pribadi yang ikut laku dan lelaku (Tirakat dan keprihatinan) dari mereka yang 'melakoni' peristiwa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya ini persoalan humanisme. Bagi saya posisi humanis berada di atas vonis kebenaran yang dibuat manusia sekalipun! Dan kenapa mengaitkan rasa dalam profesi sebagai pewarta? Karena melibatkan rasa, erat dengan kemanusiaan itu sendiri. Mudah-mudahan dengan memanfaatkan rasa ini, para pewarta bisa Coverboth Side bersama fakta-fakta yang didapatnya. Amien..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-4675962387347022161?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/4675962387347022161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=4675962387347022161&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4675962387347022161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4675962387347022161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/03/rasa-itu-memanusiakan.html' title='Rasa, Itu Memanusiakan'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-4280952952348649444</id><published>2011-02-21T23:04:00.001+08:00</published><updated>2011-02-21T23:04:37.845+08:00</updated><title type='text'>Pohon Keinginan</title><content type='html'>pada akhirnya kita memang tak bisa diam, tahan &lt;br /&gt;dengan kesunyian. dari sekian banyak pohon-pohon &lt;br /&gt;berbagi, kita memilih yang paling aman. disitu, kita &lt;br /&gt;menyimpannya rapat ke salah satu dedaunan yang &lt;br /&gt;berjuta jumlahnya. menancapkan jejak, berharap &lt;br /&gt;angin menyemaikan doa-doa kita yang baik-baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kautau, kenapa ada permainan pohon harapan atau &lt;br /&gt;pohon keinginan pada masa sekolah kanakmu dulu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika tiba waktu dedaun itu berguguran dan tumbuh &lt;br /&gt;beranakpinak, bisa jadi doamu terkabul. pilihlah yang &lt;br /&gt;paling aman di antara semua pepohonan itu-di antara &lt;br /&gt;berjuta dedaun itu dan tancapkan harapanmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-4280952952348649444?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/4280952952348649444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=4280952952348649444&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4280952952348649444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4280952952348649444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2011/02/pohon-keinginan.html' title='Pohon Keinginan'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-7524632222503369149</id><published>2010-12-03T20:57:00.003+08:00</published><updated>2010-12-03T21:09:09.994+08:00</updated><title type='text'>batas</title><content type='html'>Dunia ini dibatasi dengan spasi, tanda koma, titik dan sebuah paragraf baru. Begitu katanya kepada saya, dua hari lalu. Kata-katanya mengingatkan saya dengan seorang teman. Tepatnya teman yang bijak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya berusaha mengingat kembali apa itu dunia dengan tanda. Ya, saya mencoba menebak, ia hanya dibatasi koma dan spasi untuk sebuah waktu yang lapang sejenak bernama istirahat, lalu kau menutupnya dengan tanda titik. Besoknya, engkau membangun paragraf baru dalam sebuah catatan perjalananmu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika begitu, berarti betul ada batas-batas yang lapang untuk memaknai perjalanan. Dan saya, begitu juga kau paling benci berhenti pada batas yang bernama Jenuh. Pada batas ini, ia adalah tema baru untuk melangkah pada judul kepala yang baru juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu susah, sebab di batas ini engkau harus mengambil keputusan untuk memilih. Karena hidup adalah persoalan putusan tentang pilihan. Sebab itu, cerita ini masih panjang untuk sampai pada tema dan judul yang baru. saya ingin menantang, tanpa batas disini. Dan kubiarkan ia kosong melompong menjadi misteri hingga sampai pada pucuk titik yang terakhir (,)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              &lt;br /&gt;(.)   ***karena kita terbatas dan penuh tanda, hidup penuh misteri bukan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-7524632222503369149?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/7524632222503369149/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=7524632222503369149&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7524632222503369149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7524632222503369149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/12/batas.html' title='batas'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-7443943147073231946</id><published>2010-11-15T23:23:00.000+08:00</published><updated>2010-11-15T23:24:37.902+08:00</updated><title type='text'>EGO-- (Catatan Feby)</title><content type='html'>Hai tuhan yang baik, saya ingin mengadu banyak hal tentang satu masalah. Kau tahu, dan mereka barangkali juga tahu apa itu ego.  Sebatas yang saya tahu, ego adalah hak dalam hati seseorang untuk peduli maupun tidak peduli terhadap sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya kira, jika ego demikian artinya lantas kenapa harus ada yang sakit. Ada petunjuk yang pernah memberikan, kalau mengatasinya mudah. Yaitu, dengan selalu berpikir positif. Tapi, jika semisal saya sudah berpikir seperti itu atau mereka, lantas kenapa pula masih ada sedikit masalah. Saya selalu menganggap ini hanya masalah, kurangnya komunikasi yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya tambah tahu, dan tidak membingungkan, sebenarnya bagaimana menyamakan persepsi perasaan di dalam interaksi kita dengan orang yang kita sayangi. Tidak peduli orang itu adalah kekasih, teman baik, dan sahabat terdekat bahkan saudara sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbuka, jawabmu. Tapi saya pikir tidak harus selalu begitu. Untuk beberapa orang,  banyak yang sangat-sangat terbuka kepada saya. Atau saya yang sangat terbuka kepada mereka, tapi, ketika saya atau mereka memberikan pesan tersirat untuk menyelesaikan masalah dengan tangan sendiri, dan tidak harus selalu menjadi sandaran keluh dan kesah justru kadangkala ada yang berpikir lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, saya atau mungkin sebagian dari mereka lebih pandai berkilah dari suatu masalah. Sebagian lagi tidak. Tuhan, jika kau punya ilmu berkomunikasi yang sangat baik berilah petunjuk. Sebab, tidak semua apa yang kami sampaikan dan mereka sampaikan kepada kami bisa dimengerti. Jika suatu hal yang tidak dimengerti, dan itu menimbulkan ketidakjelasan barangkali itulah salah satu penyakit terberat kami (Ego-manusia), sampai sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu, di antara sekian keburukan yang paling murka di muka bumi ini salah satunya adalah ego. Sebuah penyakit terpendam yang datangnya dari dalam hati. Jika ada satu bilik kamar kecil dari banyak bilik yang tidak terterangi di dalam hati, barangkali disitu ada yang tercederai.  Kalau boleh menyebut, itulah yang saya katakan sebagai penyakit Ego. Dan saya tahu, masing-masing dari kita punya penyakit seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin membahasnya secara filosofis, sebab engkaulah yang paling maha tahu tentang itu. Seorang yang paling cerewet di muka bumi ini pun, saya yakin punya masalah dengan ego, begitu juga sebaliknya.  &lt;br /&gt;Saya tahu ketakutanmu tuhan,  adalah ketika kami tak mampu lagi ditegur dan diberitahu.  Saya lebih takut lagi kami telah melampui penyakit yang berada satu tingkat di atas penyakit ini. Namanya BEBAL. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----(Saya catat ulang dari catatan tangan hariannya Feby Sang Elis. Ia adalah lelaki yang memerankan tokoh perempuan dalam catatan hariannya yang tercecer di tangan saya. Catatan ini, saya dapat waktu masih ngampus dari seorang senior. Ternyata masalah kami sama di kekinian.. hahaha)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-7443943147073231946?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/7443943147073231946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=7443943147073231946&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7443943147073231946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7443943147073231946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/11/ego-catatan-feby.html' title='EGO-- (Catatan Feby)'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-95822816033988374</id><published>2010-11-09T20:54:00.003+08:00</published><updated>2010-11-09T21:05:24.932+08:00</updated><title type='text'>Beragam Masalah Dalam Secangkir Kopi</title><content type='html'>Berpetualang&lt;br /&gt;Kalau anda bukan pengelana kopi, berarti anda belum masuk dalam kategori pencinta kopi. Anda baru berada dalam tahapan penikmat kopi. Orang-orang yang bagaimana kita menyebut si pengelana kopi itu? jawabannya tentu saja orang yang tidak hanya berdiam di satu warung kopi saja. Lantas siapa pencinta kopi itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh! menjawabnya tentu saja sangat susah. Paling tidak jawabannya tidak akan anda dapat, ketika anda berada di dalam warung kopi yang itu-itu juga. Sebab, warung kopi yang seperti itu adalah warung kopi yang bebal dengan seenaknya menghakimi selera anda bertumpah-tumpah susu atau gula, layaknya hakim yang langsung memvonis citarasa anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tahu, selera anda adalah kopi tanpa susu, kopi tanpa gula atau kopi setengah gula dan setengah susu. Sekali lagi Who One To Knows selera anda. Jadi kalau anda tidak berpetualang kopi, berarti anda belum masuk dalam kategori pencinta kopi. Pencinta kopi adalah orang-orang yang memiliki jiwa petualang yang bebas. Idealnya mudah protes, ketika rasa dan citarasa tak lagi sesuai. Ia merdeka dengan jiwa petualangnya tanpa justifikasi vonis sang pemilik warung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengkaran&lt;br /&gt;Saya belum pernah mendengar, ada sepasang suami istri yang setiap pagi bertengkar gara-gara kopi. Tapi, sekali lagi siapa yang tahu, anda bisa saja bertengkar hebat dengan istri anda atau sebaliknya gara-gara kopi. Saya mulai percaya kalau secangkir kopi dengan komposisi yang sama--sama, dan selalu sama, jika diperlakukan berbeda rasanya juga akan berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, ada sepasang suami istri yang bahagia semasa pacaran betul-betul sangat bahagia. Tapi, suatu ketika setelah hidup setahun, pertengkaran menghinggapi rumah tangga mereka. Alasannya, gara-gara kopi. Sang suami hampir setiap hari memarahi sang istri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usut punya usut masalahnya, sang istri tidak tahu kalau kopi dengan komposisi yang sama jika diperlakukan berbeda, rasanya juga akan berbeda. Sang istri tidak tahu, meski berkali-kali sang suami berpesan untuk menyajikan kopi, cukup dengan dua sendok gelas. Tapi rasanya tetap berbeda. Sang istri tidak tahu, jika ia menyajikan komposisi gula dengan takaran dua sendok gelas setiap hari, tapi berbeda pada jumlah adukan rasanya juga bisa berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya tidak percaya, anda bisa mencobanya di rumah. Normalnya, hitung adukan pada setiap putaran cangkir atau gelas 360 derajat itu sebanyak 30 kali. Coba bandingkan ketika anda hanya mengaduknya sebanyak 15 kali, lalu diamkan sekitar 15 menit. Jika anda pencinta kopi, anda bisa merasakan perbedaan rasa keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jika tak ingin repot, bandingkan saja warnanya. Pasti akan berbeda pula, jika warna sudah berbeda meski dengan komposisi yang sama, otomatis rasanya pun berbeda di antara keduanya. Sekarang, jika anda adalah pencinta kopi yang sensitif, yakinkan istri anda untuk selalu menghitung adukan yang enak itu berada pada hitungan yang ke berapa. Sekarang, semua tergantung selera anda sebelum pertengkaran di rumah gara-gara secangkir kopi semakin menggila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetes&lt;br /&gt;Mengetes orang yang tidak jujur bisa juga dilakukan dengan menikmati kopi. Tentu harus berada pada suasana yang nyaman. Paling tidak, kalau pemilik warung kopi mudah menghakimi anda dengan semena-mena menumpahkan gula atau susu tanpa takaran yang jelas, anda bisa protes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, anda juga bisa dinilai berbohong. Seorang pencinta kopi konon pernah menguji temannya yang suka berbohong di warung kopi. Ceritanya, si pencinta kopi ini memesankan secangkir kopi yang sudah ditakar dengan susu sedemikian rupa. Begitu seterusnya si pencinta kopi mengajak temannya itu, selama seminggu berturut-turut. &lt;br /&gt;Hingga suatu ketika, si pencinta kopi mencoba memesankan kopi dengan takaran yang sama. Tapi, saat disajikan, secangkir kopi itu sudah ada bersama dengan setoples gula. Tiba-tiba teman si pencinta kopi itu protes. Katanya, kopinya terlalu manis. Mudah menebak, kalau teman si pencinta kopi ini berbohong bukan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau simpulkan saja, kalau teman si pencinta kopi ini tak pernah tahu  rasa kopi yang ideal itu seperti apa. Dan jika anda si pencinta kopi itu, anda bisa menyimpulkan kalau teman yang demikian adalah orang yang tak konsisten. Orang yang tak konsisten, cenderung mudah lari dari masalah. Ah, susah amat. Tidak ada salahnya kalau anda menyimpulkan teman anda ini adalah pembohong bukan? Sebab, anda adalah orang yang tahu banyak tentang kopi, termasuk merencanakan skenario mengetes ala secangkir kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun juga baru tahu, sebenarnya ada seribu satu macam masalah dalam secangkir kopi. Tidak cukup memang kalau anda hanya menjadi penikmat kopi. Siapa yang tahu, anda bisa sukses dengan menjadi seorang pencinta kopi sejati. Saya belum sukses, sebab saya baru mengungkap tiga macam masalah dalam secangkir kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seribu satu macam masalah, ya seribu satu macam masalah dalam secangkir kopi. Ceritakan, dan gali pengalaman anda dengan secangkir kopi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopi sempurna bagi saya&lt;br /&gt;(Kalau saya, Kopi akan sempurna kalau ada secangkir yang hangat, dinikmati pada setengah hujan berupa rintik  bunyi di bawah seng dengan sebatang rokok. Oh, tentu ditemani dengan intrumen terompet jazz ala Louis Amstrong bersama sebuku novel Jepang)----cerita-cerita dari pemilik warkop 88 di Jalan Hertasning Baru, hehe tq&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-95822816033988374?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/95822816033988374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=95822816033988374&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/95822816033988374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/95822816033988374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/11/beragam-masalah-dalam-secangkir-kopi.html' title='Beragam Masalah Dalam Secangkir Kopi'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-5189970044772131259</id><published>2010-10-30T18:13:00.002+08:00</published><updated>2010-10-30T18:15:12.182+08:00</updated><title type='text'>Thoeng</title><content type='html'>Siang hari, panas masih terik. Saya masih menyusuri jalan Irian dan sekitarnya, berputar-putar dari jalan sempit kampung cina. Pun saya tersesat di jalan Nusakambangan bertemu dengan Eric Salimin-Liem Hoek Jin. Ditempatnya ia bercerita pada masa penjajahan, tentang ketokohan Mayor Thoeng di Makassar.&lt;br /&gt;     ***&lt;br /&gt;Sekumpulan tentara Jepang Tokketai memburu keluarga Mayor Thoeng Liong Hoei. Mata-mata menyebut, Mayor Thoeng telah melarikan diri dari kediamannya di Jalan Bacan No 5. Tahun 1942, di perbatasan limbung Makassar, Mayor Thoeng Liong Hoei bersama tujuh anggota keluarganya dibunuh tentara Jepang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Mayor, mereka yang dibunuh adalah anak sang Mayor bernama Thoeng Kok Sang, Thoeng Kok Tjien, Thoeng Kok Tjeng, dan Thoeng Kok Leang. Satu menantu Mayor Thoeng Tan Hong Teng bersama dua bersaudara Lie ikut dibunuh tentara Jepang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tiga istri sang Mayor berhasil kabur. "Hingga kini, kisah Mayor Thoeng terus bergerilya dari mulut ke mulut," kata Liem. Liem masih keturunan marga Thoeng, dari garis ibunya. "Cuma biasanya kalau dari garis ibu, Fam atau She kita sudah hilang," ucapnya. Semakin saya penasaran, semakin menarik perburuan saya tentang keluarga Thoeng ini. Setelah berada di kediaman Liem Hoek Jin, berbekal rekomendasinya, saya disarankan menghubungi keturunan langsung dari Mayor Thoeng bernama Thoeng Boeng Kian atau Harry Kumala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang tak kenal dengan keluarga kesohor Thung. Oke sebentar kita ketemu di Jalan penghibur," singkatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marga Thoeng berasal dari Provinsi Hokkiang di Kota Sanchiong Desa Pangli. "Saya sampai tidak habis pikir, bagaimana mereka bisa sampai menyebar," kata Harry Kumala cicit Mayor Thoeng dari Istri kedua. Kumala, nama belakang Harry adalah marga dari keluarga Mala yang konon memiliki garis keturunan Melayu. "Nenek buyut saya itu, masih keturunan bangsawan melayu yang diambil istri oleh Mayor," kata Harry yang memiliki nama Tionghoa, Thoeng Boang Kian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Jepang keluar dari Indonesia, dan memasuki masa transisi pada Pemerintahan Soeharto. Keluarga Thoeng dari keturunan Mayor Thoeng Liong Hoei menyebar hingga ke luar negeri. Sejumlah keluarga mengubah nama mereka, sebab pada masa itu nama dan segala macam yang berbau Tionghoa dilarang oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harry Kumala sempat menelusuri garis keturunan Thoeng hingga ke negeri Tiongkok tahun lalu. "Disana memang ada rumah induk, keluarga Thoeng. Mereka ini adalah memiliki garis keturunan dari raja Dinasti Shang. Mayor Thoeng, adalah Mayor pertama di Makassar. Ia diberi gelar langsung oleh ratu Belanda pada masa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya bernama Thoeng Tiong Pie juga Kapitan pertama di Makassar. Namun, kesohoran Mayor Thoeng lebih banyak terdegar dibanding ayahnya. "Bahkan gubernur Hindia Belanda di Jakarta takut sama Mayor. Karena Mayor punya tongkat yang ujungnya bertanda cap pemberian dari Ratu," kata dia. Jika sudah begitu, kata Harry, terkadang Mayor Thoeng justru menghukum tentara Belanda yang nakal. "Tentara Belanda bisa disetrupnya, dicambuknya di depan kita-kita," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh pemerintah hindia belanda, ada kesepakatan dimana sang Mayor berhak mengatur warganya yang berasal dari garis Tionghoa. "Mayor itu, semacam kepalanya orang tionghoa, untuk memudahkan pemberian upeti atau menarik pajak kepada pemerintah Belanda masa itu," ucap Harry. Di Makassar, tepatnya di kampung cina masih ada peninggalan kediaman Mayor Thoeng. Informasi Harry Kumala, aya telusuri hingga sampai ke kediaman pertama Mayor Thoeng yang terletak di Jalan Bacan Nomor 5. &lt;br /&gt;Disini, saya bertemu keluarga Tunger, cucu langsung keluarga Mayor Thoeng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Disinilah kediaman sang Mayor. Bahkan saya yakin, ini adalah rumah bapaknya yang kapitan. Konon khabarnya ia dulu dilahirkan disini,"  kata Freddy Tunger atau Thoeng Thiong Hoei. ia menyarankan saya menuju rumah paling ujung dari Mayor Thoeng. &lt;br /&gt;Rumah ini, telah dibagi menjadi tiga petak yang luas. "Tapi dari tampilan luarnya kami tak merubahnya, atas pesan papa'," katanya. Kharismatik, tegas, itulah kesan pertama saya saat melihat langsung lukisan  sang Mayor berukuran 3x1 meter ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit membayangkan ia tewas karena menolak bekerja sama dengan tentara Jepang. Lebih sulit lagi membayangkan saat ia tak dikenang sebagai tokoh di Makassar. Justru di negeri Belanda, peninggalan dan silsilah Mayor Thoeng terpelihara dengan baik. "Barangkali karena pemerintah disana lebih peduli. Sebab, pemberian Mayor itu, tak lepas dari keluarga kerajaan disana," ucap Freddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu masih banyak keturunan Thoeng yang lain di Makassar ini, yang tidak terlacak lagi. Kalau mau melihat langsung silsilah keluarga Thoeng, silahkan mampir ke Yayasan atau klenteng marga Thoeng di Jalan Sulawesi. Ya, saya juga masih mencari keluarga kakek saya dari keluarga Haji Faisal Thung-Thoeng Thian Kiem. Ia adalah anak dari Thoeng Chen Ting, penyebar agama islam di kampung Maluku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau darah itu merah jenderal, kami ini apa tuan..?" tanya mereka yang puluhan tahun terdiam..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-5189970044772131259?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/5189970044772131259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=5189970044772131259&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5189970044772131259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5189970044772131259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/10/thoeng.html' title='Thoeng'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-2986412668972689331</id><published>2010-08-07T16:45:00.000+08:00</published><updated>2010-08-07T16:56:50.411+08:00</updated><title type='text'>Kami Hanya Memberitahu, Selalu Berharap Nasib Mereka Lebih Baik</title><content type='html'>Namanya Fadillah, usia satu setengah tahun. Dia belum mampu bicara saat saya menemuinya di tempat penampungan sementara, korban tenggelam kapal Trisal Pratama. Dia hanya bisa menangis, sebab baru saja kehilangan ibu dan bapaknya. Ibunya bernama Rosidah, ayahnya Syarifudin Nasaru bekerja di Kapal Trisal sebagai Muallim. Keduanya hilang, bersama sepuluh orang lainnya, saat kapal Trisal bertabrakan dengan Kapal Indimatam. Fadillah bersama sepuluh orang lainnya berhasil selamat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jujur, saya tidak tahu apakah Fadillah yang masih kecil itu sudah mengetahui kalau ibu dan bapaknya hingga kini belum ditemukan. Andre, salah seorang anak buah kapal Trisal yang saya ganggu dengan pertanyaan hanya mengatakan, Fadillah tidak terbiasa dengan banyak orang yang ditemuinya. Ya, termasuk saya barangkali. Sebab saya mengganggu Andre dengan pertanyaan bertubi-tubi, sementara Fadillah masih berada dalam gendongannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa mengganggu Fadillah di sebuah lorong sempit di Jalan Gunung Merapi sore itu. Kau tahu kenapa saya harus mengganggunya. Sebab tuntutan pekerjaan barangkali. Berulangkali saya mengeluarkan senyum sembul, membujuk Fadillah untuk tidak menangis. Dan itu, sedikit berhasil memang. Lalu berceritalah Andre dengan pertanyaan-pertanyaan saya, perihal yang menimpa Fadillah saat terapung di lautan yang dalam 300 meter selama hampir empat jam lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuatku sakit hati saat tanya jawab itu sedang berlangsung, ketika salah seorang korban tenggelam lainnya berteriak. "Hei kau wartawan, berhentilah mewawancarai kami. Kau tahu, kami ini masih capek, trauma. Belum ada yang membantu kami. Kau ini seenaknya wawancara, kau dapat uang kami belum jelas nasibnya," kata dia. Saya menebaknya, ia adalah seorang masinis yang selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat jelas saya mendengar teriakan itu di kepala saya. Lalu, saat itu juga saya menghentikan wawancara. Begitu juga Andre yang masih menggendong Fadillah buru-buru menuruti permintaan masinis yang selamat itu, menjauh dari saya. "Jangan wawancara kami lagi. Nasib kami ini belum jelas. Masih trauma," teriaknya, yang hanya berjarak lima meter dengan saya. Saat itu, saya tinggal wartawan seorang diri. Sebelumnya, Rachel Marimbunna dari Metro TV sudah melakukan wawancara dan sempat pamit dengan cara baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat diteriaki itu, tentu saya merasa dongkol tak berdaya. Saya merasa sedih dan sakit hati tentu saja. Saya berusaha mendekati masinis itu, dan mengelus pundaknya seraya menenangkannya dari emosi. "Iya pak, saya mengerti saya sudah berhenti wawancara. Sabar pak ya. Maafkan saya kalau kedatangan saya masih mengganggu," ungkap saya dengan nada yang sangat merendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bergegas segera membawa motor, meski tas, saya mintakan kepada Andre untuk diambil ke dalam rumah penampungan. "Tolong ambilkan tas saya pak. Ketinggalan di dalam rumah," ucap saya kepada Andre, sebab masinis sudah sangat emosi waktu itu, seolah mengancam saya untuk tidak masuk ke dalam rumah penampungan sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan pulang, saya terus berdoa dan bertanya kepada tuhan. Salahkah saya, yang meminta penjelasan kepada para korban yang terkena musibah. Berdoa, saya berharap kedua orangtua Fadillah  bisa segera ditemukan. Kalau toh tidak, saya berharap Fadillah bisa hidup lebih baik, daripada tempatnya selama ini di atas kapal Trisal mengikuti pekerjaan orangtuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sebenarnya dalam hati, saya sedih dan menangis. Pekerjaan sebagai wartawan itu adalah pekerjaan berat. Saya tahu itu, pekerjaan ini tak ubahnya mengganggu hidup orang. Tapi, beruntunglah, kesedihan itu tak bertahan lama. Sebab, pekerjaan ini saya anggap pekerjaan Malaikat barangkali. Kau tahu, malaikat itu selalu mengabari sesuatu entah baik atau buruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, saya mengumpulkan duit saya seadanya, dan menitipkan kepada Ibu Nurdin, pemilik rumah penampungan. Saya menjabat langsung tangan ibu Nurdin sembari menempelkan duit seadanya di tangan si ibu. "Dari Tempo ya. Ayo masuk--masuk dulu, ketemu Andre dan Fadillah. Fadillah, lagi keluar sebentar diajak omanya datang dari Gorontalo," ujar ibu Nurdin sambil sedikit memaksa saya masuk ke rumah penampungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya menolak, sambil memegang pundak layaknya sang anak memelas kepada ibunya. "Tidak usah bu'. Ini buat Fadillah, semoga bermanfaat. Saya minta maaf atas sikap saya yang lancang melakukan wawancara kemarin," jawab saya singkat dan langsung meninggalkan ibu itu. Semoga hidup Fadillah lebih terurus dan terawat Tuhanku yang baik, Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-2986412668972689331?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/2986412668972689331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=2986412668972689331&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2986412668972689331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2986412668972689331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/08/kami-hanya-memberitahu-selalu-berharap.html' title='Kami Hanya Memberitahu, Selalu Berharap Nasib Mereka Lebih Baik'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-5502833427663810549</id><published>2010-08-03T01:55:00.000+08:00</published><updated>2010-08-03T01:57:16.256+08:00</updated><title type='text'>Tenanglah, Gulma Dan Setitik Itu Tak Selamanya Menjalar dan Tumbuh Lebat</title><content type='html'>Ada yang salah sepertinya sampai ia menganggap dirinya adalah tetumbuhan liar yang mudah berkembangbiak dimana saja. Tentang ia yang merasa telah membangun setitik kecil, dan menganggap itu adalah gangguan semisal sebiji kecil bernama jerawat. Tenanglah, tumbuhan liar, dan jerawat itu pada saatnya terawat selamanya. Ia lumrah, alamiah, berhak hidup dan tumbuh dimana saja. Yang diperlukan hanya merawatnya supaya ia tak menjalar kemana-mana. Termasuk di setengah hati yang kosong barangkali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenanglah, sebiji jerawat itu pada saatnya terawat juga. Kau hanya perlu membutuhkan sebuah cermin rias sekadar menghilangkan noda hitam, atau supaya ia tak bertumbuh banyak di wajahmu. Ia memang berbekas. Jika bekas itu dalam, akan ada noda hitam yang menanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya Tetumbuhan liar. Ia berhak tumbuh dimana saja. Yang dibutuhkan hanya merawatnya, sama seperti kau menggunting tanaman Asoka taman rumahmu.  Setiap hari engkau pasti akan memotongnya hingga ia tak merambat ke dalam rumahmu yang lain.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi berhentilah menganggap diri, engkau adalah tetumbuhan dan jerawat yang seolah tak diharapkan. Keduanya bisa datang sebagai teman, sekaligus sahabat. Sebab mereka datang dengan lugu, tak tahu apa-apa, dan berhak tumbuh dimanapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenanglah, engkau hanya perlu berhenti menganggap diri, sebagai sesuatu yang datang tak diharapkan. Akan ada banyak teman yang merawat sesuatu yang datang tak diharapkan itu. Ya, sama seperti halnya ketika kau menyebut dirimu adalah tetumbuhan dan jerawat. Mereka pasti akan merawat dengan sebaik-baiknya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-5502833427663810549?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/5502833427663810549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=5502833427663810549&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5502833427663810549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5502833427663810549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/08/tenanglah-gulma-dan-setitik-itu-tak.html' title='Tenanglah, Gulma Dan Setitik Itu Tak Selamanya Menjalar dan Tumbuh Lebat'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-3057012544635533525</id><published>2010-06-27T01:03:00.000+08:00</published><updated>2010-06-27T01:11:05.154+08:00</updated><title type='text'>teman itu ibarat cermin yang cerewet dan bisu sekalipun</title><content type='html'>Jangan tanya saya apa itu persahabatan. Saya juga tidak tahu. Tapi saya sangat tahu kita membutuhkan teman. Yah, teman yang banyak. Tak usah kita mempersulit beda antara teman dan sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun saya baru tahu, teman adalah cermin. Cermin yang bisa berbicara  juga bisa sekaligus diam. Cermin apa yang paling baik, dan bisa membuatmu berkaca. Teman. Dan cermin apa yang paling bebal, membuatmu menerka dengan perasaan paling dalam sekalipun. Teman. Pun berkali-kali temanmu, yang menikam dari belakang. Mereka adalah teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengajak mari kita saling memandang, dengan kekurangan dan kelebihan kita masing-masing teman. Jika kita masih saling bebal, barangkali kita belum bisa saling menerka perasaan saling melihat satu sama lain.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akkhh, saya tahu, saya barangkali harus ditimpa batu berkali-kali supaya bisa lebih mengenalmu teman. Tapi, tak usah saya memberitahu siapa dirimu sebenarnya teman. Itulah kenapa tuhan, mencipta perasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, saya adalah jenis teman yang seperti itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-3057012544635533525?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/3057012544635533525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=3057012544635533525&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3057012544635533525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3057012544635533525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/06/teman-itu-ibarat-cermin-yang-cerewet.html' title='teman itu ibarat cermin yang cerewet dan bisu sekalipun'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-1643129977501269611</id><published>2010-06-18T18:11:00.000+08:00</published><updated>2010-06-20T03:58:53.726+08:00</updated><title type='text'>Surat Tukang Catat Kepada Tukang Demo..</title><content type='html'>Apa kabar kalian disana yang mungkin sedang berdiskusi atau mengatur aksi untuk persiapan demonstrasi esok hari. Salam juga buat jenderal lapangan kalian dan organ-organ yang tergabung di dalamnya ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak akan memanggil kalian dengan panggilan kawan. Sebab saya tahu kalian bukan aktivis, yang kerap memanggil kerabatnya dengan panggilan itu. Bagi saya aktivis adalah nilai sempurna buat mereka yang betul-betul berjuang atas nama keadilan dan perjuangan rakyat. Rakyat, ya, mudah mudahan saya tidak berlebihan.&lt;br /&gt;Jadi saya akan tak akan memanggil kalian dengan sebutan aktivis, biasanya masih ada yang alergi dengan panggilan itu. Toh, saya pernah merasakannya saat masih menjadi mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan memanggil kalian dengan panggilan teman. Ya, teman. Sebab kita masih satu profesi. Kalian tukang dan saya tukang. Kalian tukang demo dan saya tukang catat, apa yang kalian demo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan tidak tahu apa itu berdemontrasi, teman. Tak usahlah saya bacakan kamus bermakna demonstrasi. Di perkuliahan, saya masih ingat apa itu demonstrasi : Jalan terakhir dalam tingkatan demokrasi. Itulah demontrasi teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau demonstrasi adalah tingkatan terakhir memperjuangkan demokrasi, saya bertanya teman. apa yang kalian perjuangkan. Maka saya menyimpulkan jawabannya. Ambisi politik barangkali. Kalau istilah politik, bagi saya sudah bermakna kekuasaan. Menurut dosen saya, yang tak cerdas-cerdas amat itu (tak usah saya sebutkan yah), politik adalah jalan atau alat untuk mencapai kekuasaan. Nah, jalan atau alatnya itu berupa apa, untuk mencapai kekuasaan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini sudah hampir mendekati dirimu teman. Jalan atau alat itu adalah lewat organisasi atau lembaga apalah yang sering kalian bentan-bentangkan. Atas nama lembaga ini--itu, kalian memperjuangkan masyarakat. Tapi saya meralat teman, tak semua lembaga atau organisasimu itu berambisi politik. Masih ada lembaga mahasiswa kampus dalam pengamatan saya murni memperjuangkan rakyat. Tujuannya, tentu sebagai proses pembelajaran, dan menanamkan idealisme. Ya, idealis.. semoga masih ada di benak lembaga mahasiswa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bagaimana dengan lembaga di luar kampus teman. Lembaga ini--itu yang kauperjuangkan atas nama rakyat yang tertindas. Saya, yang kebetulan bekerja sebagai tukang catat sungguh-sungguh kecewa teman. Atas nama seniormu, yang duduk di legislatif sana kau menutup diri, menutup mata. Seringkali kau bicara atas nama rakyat, berantas korupsi sana-sini. Tapi seniormu yang korupsi tak kau urus. &lt;br /&gt;Pernah saya dicaci seniormu yang duduk manis di legislatif sana. Waktu itu, saya terburu-buru mengejarnya, dan bertanya perihal indikasi kasus korupsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu apa jawabnya teman? Dia, sedikit mengancam dengan nada yang halus-halus sangat. Katanya : janganlah kausinggung masalah ini. Nanti kamu masuk neraka. Tidak bisakah ada, kasus lain yang menyangkut kesejahteraan masyarakat. Mendengar pernyataan seniormu, dalam hati saya bertanya. "Pak, kasus ini besar kaitannya loh dengan kesejahteraan masyarakat. Korupsi dengan kesejahteraan masyarakat terkait loh pak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah. Sampai disitu saya bercerita teman, esoknya engkau langsung menggelar demonstrasi menuntut penuntasan indikasi kasus korupsi ini. Saya salut tentu saja. Saya memuji keberanianmu, yang menentang seniormu duduk manis di legislatif sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan, saya masih salut dengan lembagamu yang menentang seniormu duduk di dewan sana. Hingga suatu ketika kau diam. Ya kau diam. Dan hinga saat ini kau tak pernah bicara lagi. Banyak orang bilang kau sudah dibungkam. Dibungkam oleh apa. Bukan saya yang perlu menjawabnya teman. Tapi nantilah, kau dibungkam karena apa akan saya cari tahu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa tahu kita masih ketemu di lapangan. Kau sebagai tukang demo, dan saya sebagai tukang catat. Kalau kau masih tak berbicara juga, itu sebabnya saya mengirim surat ini kepadamu teman. Sampai kapanpun kutunggu jawabanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat, kelak engkau menggantikan seniormu duduk manis di dewan sana. Masih bisakah saya mengirim surat menyurat seperti ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam saya, tukang catat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-1643129977501269611?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/1643129977501269611/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=1643129977501269611&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1643129977501269611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1643129977501269611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/06/surat-tukang-catat-kepada-tukang-demo.html' title='Surat Tukang Catat Kepada Tukang Demo..'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-6802168768774472817</id><published>2010-06-18T17:25:00.000+08:00</published><updated>2010-06-18T17:34:49.629+08:00</updated><title type='text'>Kupu-kupu ke Mana Engkau Terbang</title><content type='html'>ANDAI masih hidup, Alfred Russel Wallace pasti bersedih. Naturalis asal Inggris ini tak akan pernah lagi menjumpai ribuan kupu-kupu nan indah terbang bergerombol di sekitar air terjun Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan. Jangankan ribuan, kini puluhan pun sulit ditemukan. Terlebih kupu-kupu langka asli Sulawesi yang termasyhur di seantero dunia, seperti kupu-kupu raja (Papilio adamanthis), bidadari (Chetosia myrina), Troides hypolitus, Troides helena, dan Troides haliphron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah, Wallace (1823-1913) tetap tersenyum bangga sampai akhir hidupnya. Dalam buku The Malay Archipelago, ia sempat menjadi saksi mata panorama surgawi yang dia sebut sebagai "Kingdom of the Butterfly", kerajaan kupu-kupu. Seantero dunia pun terpukau. Dia sebutkan sedikitnya 300 spesies kupu-kupu atau 10,8 persen dari jumlah spesies kupu-kupu di Indonesia hidup di sana. Kupu-kupu jugalah yang turut membantu Wallace merumuskan teori tentang garis batas pembagian fauna Asia dan Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seabad berselang, lebih dari dua pertiga spesies kupu-kupu di Bantimurung-dibanding jumlah spesies di catatan Wallace-diyakini hilang atau punah dari habitat aslinya. Menurut penelitian teranyar Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung periode 2008-April 2010, spesies kupu-kupu di kawasan seluas 118 hektare ini tinggal 89 jenis. "Populasinya jauh berkurang," kata Dedy Asriady, Kepala Seksi Pengelolaan Balai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu dua pekan lalu, Tempo menyambangi Bantimurung yang bertengger di ketinggian 45 meter di atas permukaan laut di Kabupaten Maros. Setelah menempuh satu jam perjalanan mobil dari Kota Makassar, gapura kupu-kupu raksasa berwarna biru kehitaman menyambut kedatangan pengunjung. Kesan Bantimurung sebagai kerajaan kupu-kupu masih terasa sampai di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ratusan wisatawan yang berkunjung setiap akhir pekan disambut aneka hiasan kupu-kupu awetan yang dijual, yang menjadi mata pencaharian utama 100 keluarga sekitar Bantimurung. Setelah membayar tiket Rp 5.000 per orang, aliran Sungai Bantimurung selebar lima meter memandu pengunjung ke tempat lembah kars dan air terjun yang dipenuhi pohon menjulang tinggi, tempat Wallace terkagum-kagum pada serangga bersayap indah yang jago menari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan Tempo, hanya sekali melihat satu hingga dua kupu-kupu yang terbang dari daun ke daun. Selebihnya, hanya gerombolan manusia yang memadati kawasan seluas 18 hektare yang sengaja disisihkan khusus untuk kawasan rekreasi. "Kawasan ini sudah lama mirip pemandian keluarga," kata Kristian, 37 tahun, salah satu pengunjung. Sejauh mata memandang, para wisatawan dalam dan luar negeri asyik berbasah-basah, makan bersama, hingga mandi di percikan jeram air terjun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di mana kerajaan kupu-kupu yang diceritakan Wallace kini? Mungkin hanya penanda gapura kupu-kupu raksasa dan aneka jualan pernak-pernik hiasan kupu-kupu yang masih mengingatkan Bantimurung sebagai kerajaan kupu-kupu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dimungkiri, meski untuk ilmu pengetahuan, Wallace jugalah yang menjadi penyebab kelangkaan kupu-kupu di Bantimurung. Sejak Wallace bertolak ke Eropa dengan membawa kupu-kupu asal Indonesia, permintaan koleksi kupu-kupu meningkat. Akibatnya, perburuan kupu-kupu kian marak. Terang saja, serangga langka yang dibanggakan warga Sulawesi itu kian langka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dedy, faktor manusia dan alam menjadi penyebab penyusutan kupu-kupu di Sulawesi. Pembangunan sejumlah tempat wisata alam otomatis mengurangi tempat bertelur kupu-kupu. "Jumlah pakan pun berkurang." Akibatnya, kupu-kupu bermigrasi mencari tempat lain yang mampu menyediakan makanan bagi larva. Kehadiran turis di tempat wisata alam Bantimurung, khususnya di sekitar sungai di tempat wisata itu, mengusik aktivitas kupu-kupu yang memang menyenangi tempat basah dan lembap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, tetap saja banyak orang yang masih merambah hutan untuk sekadar mencari kupu-kupu. "Sekarang kupu-kupu sudah sulit didapat," kata Dedy. Kupu-kupu yang menjadi incaran warga adalah kupu-kupu yang dilindungi di Bantimurung, seperti Troides hypolitus, Troides helena, Troides haliphron, dan Chetosia myrina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasar harga kupu-kupu ini bisa mencapai jutaan rupiah per ekor. Bahkan, jika menemukan jenis raja dan bidadari atau jenis Papilio alexandria, harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Inilah yang membuat penyusutan jumlah kupu-kupu di Bantimurung. "Dulu, dalam sebulan 3.000 kupu-kupu di alam ditangkap dan dijual," kata Dedy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai cara perbaikan kondisi telah dilakukan. Sejak 1990-an masyarakat digalakkan untuk menangkar kupu-kupu. Awalnya ada sampai 20 penangkaran kupu-kupu oleh masyarakat. "Kendalanya pada pakan yang sulit didapat," kata Haeruddin, petugas pusat penangkaran kupu-kupu Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kalaupun ada, biasanya pakan kupu-kupu langka dan mesti dicari di tengah hutan. Nah, sebagian masyarakat lebih memilih menangkap kupu-kupu di alam dibanding mencari pakan untuk penangkaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli vegetasi dari Universitas Hasanuddin, Profesor Amran Achmad, mengatakan fenomena yang dialami Wallace bisa saja terulang kembali. "Kupu-kupu di Bantimurung belum tentu punah," katanya. Sejauh ini, menurut dia, belum ada penelitian pasti mengenai punah-tidaknya spesies kupu-kupu di Bantimurung. Amran memberikan contoh kupu-kupu jenis Graphium androcles yang ditemukan Wallace dan dilaporkan punah. Tiba-tiba dalam rentang waktu 45 tahun jenis ini ditemukan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, untuk menentukan kepunahan suatu jenis kupu-kupu diperlukan seri data yang panjang. Salah satu kemungkinan yang membuat kupu-kupu tidak ditemukan lagi di habitatnya adalah pergerakan populasinya yang bergerak ke tempat lain demi mencari pakan. "Solusinya, habitat asli kupu-kupu harus dikembalikan," ucapnya. Tapi kupu-kupu itu sudah terbang entah ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu Langka Sulawesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupu-kupu adalah hewan yang mengalami metamorfosis sempurna (holometabolisme). Keindahannya tergambar dari berbagai macam bentuk sayapnya yang menawan. Kupu-kupu berawal dari telur yang biasanya terdapat di daun, menetas menjadi ulat (larva). Setelah ulat menjadi besar dan memanjang, ia akan berubah menjadi kepompong (pupa/chrysalis). Dan jadilah kupu-kupu dewasa (imago).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap larva kupu-kupu hanya menyantap satu jenis spesies, semisal Troides Helena hanya menyantap daun Aristolochia tagala; Troides hypolitus dengan pakan daun Aristolochia. Hilangnya pohon penyedia pakan menyebabkan hilanglah pula kupu-kupu. Tak aneh, keberadaan kupu-kupu di alam menjadi indikator kelestarian lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia memiliki spesies kupu-kupu terbanyak di dunia setelah Brasil dengan 2.500 jenis dari total 20 ribu yang tersebar di dunia. Sulawesi dikenal dengan keanekaragaman kupu-kupu tertinggi di Indonesia. Kupu-kupu di Kerajaan Bantimurung bisa mencapai ukuran dengan bentang sayap selebar 18-20 sentimeter. Berikut ini beberapa kupu-kupu langka asal Sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Troides hypolitus&lt;br /&gt;Tergolong kupu-kupu jenis raja yang memiliki bentang sayap lebar mencapai 20 sentimeter. Selain di Sulawesi marga Troides hidup di Maluku dan Papua dengan warna yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chetosia myrina&lt;br /&gt;Kupu-kupu sayap renda atau lebih dikenal sebagai kupu-kupu bidadari. Warnanya yang cantik membuat setiap orang mudah terkesima. Ukuran sekitar 7 sentimeter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papilio blumei&lt;br /&gt;Inilah jenis kupu-kupu yang ditemukan oleh pencinta kupu-kupu dari Sulawesi, Haji Bedu. Nama sebenarnya adalah bedumei, tapi karena salah pengucapan dari orang Eropa, kupu-kupu yang ditemukan pada Mei 1965 ini lebih dikenal dengan sebutan blumei. Ukuran sekitar 10 sentimeter. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---Rudy Prasetyo, Ichsan Amin (Makassar). Majalah Tempo, edisi 14 Juni 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-6802168768774472817?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/6802168768774472817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=6802168768774472817&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6802168768774472817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6802168768774472817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/06/kupu-kupu-ke-mana-engkau-terbang.html' title='Kupu-kupu ke Mana Engkau Terbang'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-8254787468798890504</id><published>2010-06-09T17:36:00.000+08:00</published><updated>2010-06-09T17:39:07.123+08:00</updated><title type='text'>BPK--Memancing dan Kesimpulan Entahlah</title><content type='html'>Dari perbincangan kami yang menyenangkan, ia menjelaskan kepada saya tentang betapa asyiknya pekerjaan memancing itu. "Memancing itu, seperti mencoba keberuntungan di lautan luas. Rejeki juga bisa dilihat darisitu," aduh !! kata teman saya ini.  Betul juga, pikir saya.  Dia itu namanya Mas'ud. Sebenarnya dia bukan teman saya. Tapi bahan narasumber saya. Pekerjaannya sebagai kepala seksi subauditorat sulawesi selatan badan pemeriksa keuangan. Auditor akuntan negara barangkali lebih tepat menyebut profesinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesi ini menurut saya sangat berjasa. Mereka-mereka ini ditempatkan di BPK usai menyelesaikan studi di sekolah tinggi akuntan negara (STAN). Tapi untuk pak Mas'ud (saya menyapanya) tidak. Ia lulusan akuntansi Universitas Ailangga, Surabaya. Gaya hidupnya sederhana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat sederhana untuk ukuran kepala seksi subauditorat keuangan. Pak Mas'ud tak punya mobil. "Belum mampu", katanya. Tapi di rumahnya yang berada di kompleks keuangan negara, telah banyak kepala seksi memiliki mobil. "Saya tidak tahu ya, kalau mereka. Soalnya pekerjaan kami ini sangat rentan untuk dimanfaatkan," bebernya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai auditor, kepala daerah gubernur, walikota, bupati hingga tingkat BUMN sangat takut dengan audit keuangan yang dilakukan BPK. Itu sebab, barangkali saya menyebut mereka ini adalah jalur depan pegawai negara yang skeptis terhadap negaranya sendiri. Kenapa bisa? tanya saya. "Kami tahu kok, permainan keuangan para kepala daerah di Indonesia. Ujung-ujungnya memanipulasi data, untuk kepentingan korupsi," kata dia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Mas'ud tidak heran. Jika ribuan pegawai negara BPK, hanya bisa dihitung jari mencoblos atau mencontreng saat pemilihan kepala daerah berlangsung. "Sebab, kami tahu uang siapa yang dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye," ucapnya&lt;br /&gt;Tapi tak ada orang yang sempurna, kata pak Mas'ud. Sebaik-baiknya auditor, juga rentan dimanfaatkan. Mungkin, mereka (pegawai BPK) yang rajin mencontreng di pemilihan kepala daerah, bisa jadi rentan dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi ya, bisa jadi, tapi entahlah. Tak ada manusia yang sempurna. Kalau mau lihat ukuran kesempurnaan atau tidak, cobalah pergi memancing. Kalau kau dapat banyak ikan, bisa jadi kau sempurna untuk ukuran rejeki. Tapi jika tidak, berarti kamu sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cobalah disaat memancing pertamakali, itu lebih baik" katanya, mengukur.&lt;br /&gt;Bagi saya, sempurna..entahlah, aneh mengukurnya dengan memancing ???!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-8254787468798890504?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/8254787468798890504/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=8254787468798890504&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8254787468798890504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8254787468798890504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/06/bpk-memancing-dan-kesimpulan-entahlah.html' title='BPK--Memancing dan Kesimpulan Entahlah'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-4699793768686397648</id><published>2010-05-30T18:02:00.001+08:00</published><updated>2010-06-03T23:50:14.701+08:00</updated><title type='text'>Tukang, Pilihan Saya Sekarang</title><content type='html'>Saya bukan tak suka, cuman memang saya tak mampu mengikuti jalanmu. Jalan itu tinggi sekali. Seperti menyanyikan lagu Naik-Naik ke Puncak Gunung Tinggi--Tinggi Sekali. Hehe, tapi tak ada yang tidak bisa. Semua bisa asalkan ikhlas dan selalu berusaha. Nasib bisa diubah, tapi takdir entahlah. Saya belum pernah mencoba mengubah takdir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah takdir, saya akan bercerita kisah saya bersama seorang teman yang selalu menjadi sahabat saya. Kami berdua pernah bercita-cita menjadi dokter. Kami berasal dari keluarga sederhana. Ayah saya bekerja di kantoran swasta sebagai pegawai biasa. Ayah teman saya adalah pedagang yang membuka toko kelontongan di rumah. Di sekolah, kami tak pintar-pintar amat. Tapi cita-cita kami tinggi sekali, dan kami bersemangat waktu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami lulus SMA dan berniat memburu cita-cita itu, menjadi dokter. Kami mendaftar di kampus yang sama. Pilihan pertama tentu saja kami memilih fakultas kedokteran. Pilihan kedua selanjutnya kami masih memilih fakultas yang sama, Ilmu Politik dan Sosial. Tapi saya yang masih imut dan bersemagat waktu itu, harus menerima takdir lain. Saya tak lolos untuk pilihan pertama saya. Tapi teman saya yang satu ini berhasil lolos di fakultas pilihannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan teman saya yang bercita-cita menjadi dokter terbuka lebar. Ya, dia lolos di pilihan pertamanya, Kedokteran. Saya mau tak mau harus menerima takdir. Melanjutkan kuliah di Fakultas Sospol. Tentu saja teman saya juga sangat bersemangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tiga tahun berjalan, saya menikmati masa-masa perkuliahan. Saya pikir teman saya yang lolos di kedokteran itu juga merasakan hal yang sama dengan saya. Tapi tidak, di tahun kedua dia berhenti di fakultas yang dicita-citakannya itu. Masalahnya sederhana, tidak punya biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu saya berpikir, kita bisa mengubah nasib, asal kan mau sebenarnya bisa. Tapi kalau takdir, saya akui memang selalu di atas segala-galanya. Tuhan memang maha besar, memilih jalan hidup yang lain dari pilihan kita. Tapi pilihan yang lain itu, saya yakini sebagai pilihan terbaik. Saya yakin dan percaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya tak pernah bercita-cita lagi. Saya menjalani apa yang diberikan Tuhan saat ini. Tapi semampunya, saya berusaha memelihara pilihan saya, dan saya yakin Tuhan memilih jalan ini untuk saya, menjadi tukang tulis. Entah sementara atau selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tukang--seperti tukang kebanyakan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-4699793768686397648?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/4699793768686397648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=4699793768686397648&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4699793768686397648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4699793768686397648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/05/tukang-pilihan-saya-sekarang.html' title='Tukang, Pilihan Saya Sekarang'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-8253716747893121850</id><published>2010-04-05T20:52:00.000+08:00</published><updated>2010-04-05T20:59:34.262+08:00</updated><title type='text'>sebuah protes</title><content type='html'>sebuah protes dalam diri, yang saya panggil kawan itu terus berontak untuk  menulis. kawan saya itu, juga memanggil saya dengan panggilan kawan. dia berkata pelan, tapi saya masih bisa mendengarkan keluhannya yang perlahan meredup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kawan.. benamkan dalam dirimu kalau janji itu adalah utang. kau tau kawan, utang itu harus dibayar. sudah berapa lama kau berjanji kepada saya, jikalau pulang kau akan menulis untukku, tapi telah lewat berapa minggu kau tak menggubris," kata kawan saya itu pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan saya hanya maklum menjawab seadanya. memang utang yang paling mudah saya ingkari adalah utang kepada diri sendiri. apalagi berutang kepada kawan saya yang protes itu, paling sering saya ingkari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tahu kawan, apa sebab saya tak lagi sering membaca buku ? supaya saya bisa melupakanmu," jawab saya dengan gusar berbisik pelan kepada kawan yang protes ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi dalam hati, saya selalu berujar agar kau tenang saja kawan. seberapa pun utang yang pernah saya ucap untuk kau, suatu saat pasti akan saya tuntaskan. masih banyak utang lain, yang harus saya tuntaskan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukankah tulisan baik itu, selalu lahir dari janji-janji dan desahanmu yang membisik terus---menerus hingga membuncah di kepala? suatu saat kawan, saat kepala ini penuh dengan warna-warni, saya pasti menuntaskan utang itu, tanpa perlu membaca buku sekalipun. ini utang saya, tagih dan ingatkan saya suatu waktu kawan!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-8253716747893121850?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/8253716747893121850/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=8253716747893121850&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8253716747893121850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8253716747893121850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/04/sebuah-protes.html' title='sebuah protes'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-8589587910498179966</id><published>2010-03-14T01:46:00.000+08:00</published><updated>2010-03-14T01:49:21.662+08:00</updated><title type='text'>Kecelakaan Hebat di Kamar Saya yang Gelap</title><content type='html'>Apa definisi kecelakaan. Ini versi saya, kecelakaan adalah musibah yang tidak direncanakan oleh perilaku kita sendiri, dan orang lain. Kejadiannya tiga hari pertama di bulan Maret 2010. Saya tidak tahu bagaimana bisa, sehingga saya harus menyebut kejadian itu sebagai kecelakaan. Kejadiannya di kamar saya, menjelang pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yang tertidur lelap, sangat lelah hingga tak lagi memperhatikan jam dinding yang terus bernyanyi di samping kasur empuk tempat kami berdua.  Seperti biasa, saat jelang tengah malam, naluri saya tiba-tiba saja ingin mematikan lampu dan berduaan dengannya, meraba-raba dunia kecil dalam tubuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarum jam sudah menunjuk pukul tiga pagi, dan saya merasa telah terpuaskan oleh dunia kecil dalam tubuhnya yang telah saya telusur. Saat saya hendak merebahkan badan untuk beristirahat disampingnya. Saya keluar kamar menuju kamar mandi. Tapi, baru saja membuka pintu kamar, dan belum sempat memasuki kamar mandi, saat itulah kecelakaan itu terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Prakk," bunyi kecil menghadang saya menutup rapat pintu kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh. Saya merasa bersalah kepadanya--dia yang selalu menemani kami bersama, di dinding tembok sembari bersuara kecil.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ohh tidak," cicak itu telah mati terjepit pintu akibat perbuatan saya. Sungguh. "Saya tidak sengaja cicak."  Cicak ini sangat gemuk. Dia pasti cicak yang selalu bersuara saat tengah malam itu. Cicak ini pasti punya keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan betul saja, keesokan harinya lagi, sebuah kecelakaan terjadi lagi untuk kedua kalinya akibat perbuatan saya. Anak cicak yang masih kecil itu juga mati, akibat terjepit pintu, dan lagi karena saya. Dua cicak ini saya yakin adalah ibu dan anak. Entah bagaimana mereka--keluarga cicak ini kehilangan keluarga. Saya membayangkan, ini adalah kecelakaan fatal yang tidak disengaja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam-malam berikutnya saat kami berduaan, saya betul-betul teliti membuka pintu tanpa suara-suara di dinding kamar yang tak pernah terdengar lagi. Berduaan dengannya, saya tak lagi mematikan lampu jika menelusur dunia luas dalam tubuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"laptopku, istirahatlah, capek sudah saya menelusur dunia dalam tubuhmu. Kali ini kau harus kuletakkan dalam tas, untuk tugas cepat esok hari.  Malam ini kita tidak seranjang. Gara-gara kau Barangkali kecelakaan cicak itu terjadi."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-8589587910498179966?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/8589587910498179966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=8589587910498179966&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8589587910498179966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8589587910498179966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/03/kecelakaan-hebat-di-kamar-saya-yang.html' title='Kecelakaan Hebat di Kamar Saya yang Gelap'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-9202755349699579247</id><published>2010-02-26T15:03:00.000+08:00</published><updated>2010-03-13T23:28:58.066+08:00</updated><title type='text'>Kesederhanaan Dalam Jazz Fariz RM</title><content type='html'>Setiap pencinta musik jazz tidak bisa memungkiri, musik ini adalah improvisasi tanpa batas.  Dan improvisasi adalah kesederhanaan yang ditampilkan tiga musisi jazz Indonesia, Fariz RM, Idang Rasjidi, dan Eddy Syahroni di malam jazz penampilan mereka di liquid Hotel Clarion, Makassar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tiga musisi jazz itu tampil, kelompok Pakarena in Jazz yang dimotori peniup Flute Abdi Basyid dan pagendang Daeng Basri menampilkan tiga lagu jazz etnik. Penampilan mereka membuka pentas Jazz malam itu, menambah pukau pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum mulai berkata-kata, Idang Rasjidi memainkan jemarinya diatas papan keyboard. Peniup Saxopone Mochammad mengikuti improvisasi Idang, terlebih dentuman drum Edy Syahroni dan perkusi dari Saku Rasjidi. Nanda sang gitaris terus melengking memadu instrumen yang dikomando Idang bersama pemetik bass Sadu Rasjidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibir Idang terus mengikuti irama Bipbop jazz. Kurang lebih ada setengah jam improvisasi itu, hingga akhirnya sang bintang yang di tunggu Fariz RM muncul di hadapan pengunjung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita beri tepuk tangan buat Farizz RM," teriak Idang menyambut sahabatnya Fariz. Fariz langsung membuka konsernya dengan lagu selangkah Kesebrang.  Kesederhanaan yang di tampilkan Fariz memang penuh makna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selangkah Kesebrang yang berdurasi lebih dari lima menit ditambah improvisasi fariz dengan keyboard khasnya yang bertingkat, menambah semarak nostalgia Jazz malam itu. Fariz seolah menutup kelam masa lalu dengan lagu itu.  " Diawal duka dalam diri  terselubung kelabu Lembut menyatukan menyapa. Diawal duka dalam diri, tenggelam dalam nada aksara kata-kata," lepas Fariz yang tanpa ekspresi memaknai lagu ciptaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total ada sekitar lima lagu yang di bawakan Fariz malam itu, termasuk Barcelona dan Sakura. Sekitar satu jam penampilan Fariz RM, Idang Rasjidi dan Edy Syahroni memang lepas, dengan improvisasi instrumen yang memukau.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-9202755349699579247?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/9202755349699579247/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=9202755349699579247&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/9202755349699579247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/9202755349699579247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/02/kesederhanaan-dalam-jazz-fariz-rm.html' title='Kesederhanaan Dalam Jazz Fariz RM'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-2359856729131575284</id><published>2010-02-25T19:29:00.000+08:00</published><updated>2010-03-02T22:59:12.439+08:00</updated><title type='text'>seni bagi saya</title><content type='html'>Saya merasa sebagai seniman, tapi tak pernah merasa menjadi bagian dari orang-orang kesenian. Sebagai seniman saya menulis kreatif, seperti cerita-cerita atau puisi. Saya tak pernah merasa menjadi bagian orang-orang yang berkesenian, sebab memang tak pernah berpartisipasi, kecuali mendapat undangan sekadar minum kopi di gedung kesenian bertempat di jalan.. Akh saya lupa nama jalan terpendek itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak bergabung dengan kelompok kesenian, bukan berarti saya menolak bergabung dengan mereka yang akan mengajak kelak. Cuma, sepertinya saya memang lebih senang menjadi partisan dengan gaya berseniman saya, menulis.  Lebih senang menghadiri undangan alakadarnya, seperti diskusi, nonton film, bedah buku hingga acara minum kopi bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni bagi saya tidak harus berkelompok dan berurusan dengan tetek bengek birokrasi. Sebab, birokrasi membuat hambar seni itu sendiri. Dan di Makassar saya masih melihat seperti itu. Seni bukan urusan senior dan junior. Seni adalah persoalan kebersamaan, berbagi informasi berbagi kemampuan, dan bukan ajang unjuk siapa lebih tua--jago. Juga sebab itu, saya tidak heran dengan kondisi kesenian di Makassar, yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih punya ruang seni sendiri, namanya blog. Hampir lima tahun saya berseni disini. Tapi saya tetap mendamba ada ruang seni yang terbebas dari hingar bingar birokrasi, senior-junior seperti yang ada di ibukota. Di Makassar, sudah mulai tumbuh kelompok seni macam begini. Dan saya, selalu mendukung mereka, apapun kegiatan dan aktivitasnya. Meski sekali lagi, saya hanya partisan (orang yang ikut di undang dan mendukung kalau ada acara). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap semangat untuk orang-orang yang menciptakan ruang seni baru di Sulsel, khususnya Makassar. Saya mendukung, namun sebatas ini. Selebihnya barangkali saya tidak menyambutnya, sebab saya tak pernah memiliki garis hubungan dengan mereka-mereka yang pernah eksis di gedung kesenian tercinta. Salam..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-2359856729131575284?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/2359856729131575284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=2359856729131575284&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2359856729131575284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2359856729131575284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/02/seni-bagi-saya.html' title='seni bagi saya'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-3067179870719369169</id><published>2010-02-21T00:44:00.000+08:00</published><updated>2010-02-27T13:32:23.192+08:00</updated><title type='text'>Selamat Tidur</title><content type='html'>Ada banyak kata pembuka dan penutup yang menarik untuk memulai dan menyetop saling sapa kita.  Awalnya saya mengira ucapan selamat, apapun itu hanyalah bersifat klise dan tidak penting-penting amat.  Tapi semua hal kecil dan tidak penting itu, bisa berawal besar dan menentukan pilihan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berutang di tulisan ini. Untuk sementara saya mengucapkan selamat tidur, nanti kita lanjut ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4 hari setelah janji)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang saya ucapkan. Lanjut tulisan mengenai selamat-selamatan, saya kira memang sangat perlu. Ini berawal dari sesuatu yang kecil. Kita mungkin tahu kalau seseorang memerlukan pujian ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian itu bukan dalam arti anda cantik, anda gagah-tampan, baju anda bagus dan sebagainya. Pujian disini dalam arti syukur.  Sebab, orang tidak selalu merasa beruntung bisa menikmati tidur di malam hari, dan terbangun keesokannya dalam keadaan sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya mungkin hal inilah yang sering kita lupakan. Selamat adalah memuji dan bukan hanya dengan ucapan namun juga mesti diikuti dalam bentuk perbuatan nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu apa perbuatan nyata dalam bentuk mengucapkan selamat itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan bantuan, jika memang suatu saat orang yang pernah kita ucap selamat, berada dalam keadaan susah. Sebab, ucapan memuji itu tidak selalu membuat mereka selalu berada di atas (sukses). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yakin saja, suatu saat kita akan berbagi berkah dengan mereka. Karena itu, mari rajin mengucap selamat. Selamat--selamat-selamat. Alhamdulillah, terimakasih dan sekian, wasalam. Selamat bertemu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---praakkk, sedianya tulisan ini harus bagus. tapi saya capek. Maap. Yah, Selamat Tidur : 11 PM---&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-3067179870719369169?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/3067179870719369169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=3067179870719369169&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3067179870719369169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3067179870719369169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/02/selamat-tidur.html' title='Selamat Tidur'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-6846461496681893629</id><published>2010-01-21T17:39:00.000+08:00</published><updated>2010-01-21T18:15:14.273+08:00</updated><title type='text'>Petuah</title><content type='html'>Wajahnya sudah tua, sudah pasti karena penyakit yang diderita selama belasan tahun. Ia juga sudah lama tak bekerja. Tapi beruntung ia masih memiliki tunjangan gaji dari tempat kerjanya dulu, dan sedikit demi sedikit berhasil membiayai keenam anaknya yang masih sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapat petuah, kalau orang sudah berumur dan tinggal menikmati hidup. Cenderung ia akan mengurung diri di rumahnya. Sembari beribadah, berdoa dan selalu berharap kepada Tuhan. Sebab, ia tahu sudah tak memiliki waktu yang banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada tinggal cerita-cerita, soal pertemanannya dengan mereka. Biasanya cerita itu berulang-ulang. Tapi sabar mendengar, saya yakin adalah sebuah pahala. Pahala yang belum waktunya saya dapati, mungkin nanti. Entah, tapi saya yakin itu ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab pahala tidak hanya selalu berupa rejeki. Ia juga makna. Sebuah kebenaran yang datangnya dari silam ke kinian. Dan inilah petuah itu, dan sedikit demi sedikit hampir terjawab meski tidak semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar !!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sampai disini, pahala berupa makna kebenaran itu tetap ada. Saya yakin tetap ada. Jangan minta kepada tuhan dimana kebenaran dan makna itu. Tapi mintalah kepada diri sendiri untuk selalu bertindak dan mencari makna itu. Pasti Ia akan memberi jalan lapang menunjukkannnya. Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(terimakasih bapak, semoga tenang di surga sana)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-6846461496681893629?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/6846461496681893629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=6846461496681893629&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6846461496681893629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6846461496681893629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/01/petuah.html' title='Petuah'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-3760571229725559787</id><published>2010-01-21T17:37:00.000+08:00</published><updated>2010-01-21T17:38:14.849+08:00</updated><title type='text'>Saya Tahu, Kini Ia tidak Misterius Lagi</title><content type='html'>Bukan-bukan, cara-Nya bekerja tidak misterius. Ia hanya memberi kesempatan kepada kita melihat dan belajar tentang masa. Kita hanya bisa menerka ada apa setelahnya. Kadang beruntung, juga tidak, kita jatuh di lubang itu. Ada duri, tapi sebagian juga ada nikmat di sana. Yang misterius itu, hanya waktu di depan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menebak dan meramal boleh saja. Tapi misterius belum tentu, karena semuanya kembali kepada kita. Tuhan mencipta tempat, dan mencipta waktu, sedang kita mengambil keputusan dan tindakan atas dasar pelbagai pertimbangan. Hanya dibutuhkan tindakan dan keberanian.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu sebab, Tuhan bagi saya selalu saja menjawab doa setiap hamba-Nya yang selalu berharap dan berusaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-3760571229725559787?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/3760571229725559787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=3760571229725559787&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3760571229725559787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3760571229725559787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/01/saya-tahu-kini-ia-tidak-misterius-lagi.html' title='Saya Tahu, Kini Ia tidak Misterius Lagi'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-394375062123565171</id><published>2010-01-01T16:37:00.000+08:00</published><updated>2010-01-01T18:40:46.901+08:00</updated><title type='text'>Mengenang Gus Dur</title><content type='html'>Jauh di peristirahatan terakhirmu, saya tahu sangat kehilangan. Saya hanya pernah memiliki satu buku karanganmu Gus, kalau tak salah judulnya 'TNI Kembali ke Barak.' Itu pun tak sempat saya baca habis, karena keburu dipinjam sama senior saat masih kuliah dulu. Gus, kamu kontroversi iya tentu saja. Tapi bukan itu yang membuatku takjub. Hari pemakaman itu yang bikin takjub. Semua orang dari pelbagai, tua muda, kaya miskin, cina papua, kristen budha hingga konghucu turut hadir mengantarmu di persinggahan terakhir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah adagium ini, 'setiap orang akan dikenang barangkali saat ia telah tiada'. Saya jadi ingat cerita, seorang bapak tua yang sangat cerewet kepada anaknya. Saat itu, bapak tua yang renta itu, telah sakit dan berada lama di pembaringan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saban hari, selalu saja ia memanggil anak satu-satunya sekadar untuk mendengar cerita bapak. Cerita bahwa ia pernah menemukan sebuah kota kecil, yang di dalamnya berisi mahluk-mahluk unik. Mulai dari mahluk raksasa, perempuan berbadan dua, hingga cerita tentang seorang perempuan cantik yang memiliki ilmu sihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sang anak tidak percaya. Sang anak selalu saja menganggap bapaknya itu seorang pendongeng belaka. Kecewa barangkali, karena ia lama ditinggal pergi bapaknya, dan baru pulang saat ia telah dewasa. Bapak tau sang anak sangat-sangat kecewa, sampai tak ingin lagi mendengar cerita omongkosong darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ajal menjelang. Sang Bapak pergi begitu saja dengan damai dalam tidur dan mimpinya seolah ada yang ingin disampaikannya. Tapi mimpinya juga terbayar, saat cerita yang omongkosong itu, sirna menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pemakaman, orang-orang dari negeri dongeng itu muncul satu persatu, berbelasungkawa dan terimakasih tak henti atas jasa sang bapak yang menyelamatkan kota kecil berisi mahluk-mahluk unik di dalamnya. Saya baru ingat sekarang, Judul Film itu &lt;a href="http://forum.kafegaul.com/showpost.php?p=9239584"&gt;Big Fish&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saat ketika ia pergi, dengan gemparnya. Tapi orang-orang tetap berdatangan di pemakaman. Dongeng itu benar adanya, seperti kontroversi yang pernah diucapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya, hanyalah salah seorang manusia yang merasakan manfaat kontroversi ke Gus Dur itu. Tapi itu membuat saya percaya diri, sampai sekarang. Ya, saya tidak malu lagi, karena saya adalah seorang Tionghoa keturunan yang pernah trauma pada 1998 lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur telah membuat rasa percaya diri itu tumbuh dengan sendirinya. Terimakasih, semoga tenang di Surga sana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-394375062123565171?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/394375062123565171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=394375062123565171&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/394375062123565171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/394375062123565171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2010/01/mengenang-gus-dur.html' title='Mengenang Gus Dur'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-1755988646956822585</id><published>2009-12-15T01:32:00.001+08:00</published><updated>2009-12-15T01:32:58.220+08:00</updated><title type='text'>Bakar Ikan Terpanjang Makassar, Batal Masuk MURI</title><content type='html'>Nah. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya berterimakasihlah kepada pawang hujan. Tapi kenapa mereka tidak melirik pawang hujan, saat dimulainya hajatan besar yang akan masuk rekor museum rekor indonesia sebagai festival bakar ikan terpanjang di dunia ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya, bisa mereka lihat sendiri. Acara yang jauh hari menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah itu, sia-sia belaka karena hujan yang turun di pagi hari. Padahal pawang hujan bisa menunda hujan. Tapi apa mau dikata, mereka pikir pawang hujan hanya cocok untuk ritual kedatangan sang presiden di Makassar (dan itu batal juga). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak yang dipersiapkan menyambut hajatan itu ? sepuluh ton ikan yang mencapai sekitar 50 ribu ekor, rang atau jaring terali besi jendela sepanjang 5 kilometer lebih, batu bata yang mencapai ribuan, arang seberat 70 kilogram yang dibungkus dalam karung-karung beras, serta pasir sebanyak dua truk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa menebak bagaimana jadinya jika festival bakar ikan itu dilakukan di jalan raya sepanjang 5,6 kilometer. Luarbiasa tentu saja. Dan pagi itu hajatan besar festival bakar ikan terpanjang di dunia batal karena hujan di pagi hari. Spontan masyarakat yang awalnya ingin berpartisipasi sekadar makan itu, berpencar melindungi diri dari hujan. Festival pagi itu, kini hanya tinggal kenangan. Sang pawang bisa saja berujar, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa kau tidak menyewa saya untuk menunda hujan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-1755988646956822585?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/1755988646956822585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=1755988646956822585&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1755988646956822585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1755988646956822585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/12/bakar-ikan-terpanjang-makassar-batal.html' title='Bakar Ikan Terpanjang Makassar, Batal Masuk MURI'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-1422964740859608963</id><published>2009-12-09T20:11:00.000+08:00</published><updated>2009-12-10T17:35:58.065+08:00</updated><title type='text'>pawang hujan</title><content type='html'>Saya ingin sekali mewawancarai seorang pawang itu, yang begitu hebatnya meniadakan hujan meski hanya dalam hitungan jam. Tapi apa mau dikata, tugas mengatakan lain. Sejak tadi saya memperhatikan langit. Mereka sempat berawan, bahkan awan tebal yang gelap sudah terlihat sekitar pukul sebelas, pagi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memacu motor saya ke Jalan Metro Tanjung bunga tempat pameran kelautan dan bahari dalam rangka hari nusantara untuk suatu tugas peliputan. Saya menantang angin kencang pagi itu. Di atas motor saya sudah berpikir, sang pawang pasti kewalahan, bahkan gagal menunda hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari sebelum tanggal sembilan, perayaan hari nusantara yang jatuh tepat bersamaan dengan perayaan hari anti korupsi sedunia, dipastikan hujan. Dan saya juga mengira demikian. Sebab, sekitar pukul 3 sore, saya sudah kehujanan, memantau kasak-kusuk persiapan perayaan hari lokasi acara di Tanah Tumbuh, sebuah delta yang digadang-gadang akan berdiri Center Point of Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Basah tentu saja, tenda beratap terpal biru beterbangan, tukang pasang tenda juga kewalahan menurunkan air sisa hujan di atas terpal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biar ada pawang hujan, kalau begini beratnya cuaca. Pasti akan hujan di hari perayaan," kata seorang panitia dari penyelenggara acara. Dan saya juga mengira begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih menantang angin di atas motor memacu untuk tepat sampai ke Triple C sebelum hujan turun. Gemuruh petir sudah terasa memecah langit yang mulai gelap. Setibanya di tempat tujuan, naluri mencari berita saya sudah padam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, di Triple C hanya pameran yang tak jauh dari seremoni belaka. Saya meliput apa adanya, sambil membayang  terus, "mungkin pawang hujan sedang bekerja dengan kerasnya, menunda hujan. Kenapa tidak-hujan-hujan juga," bayangan saya terus menerawang membuat konsentrasi untuk rencana liputan kuliner di gedung Triple C buyar begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sorenya, sekitar pukul tiga sore saya pulang ke rumah dan mengetik berita 'abal-abal' (berita seremoni seadanya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di status fesbuk, saya melihat mereka begitu heboh dengan aksi demonstran di Makassar menyambut hari antikorupsi sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang berpikir ke pawang hujan. Padahal aksi mereka berjalan lancar karena sang pawang. Aksi pawang hujan yang begitu lihai, menunda hujan. Hujan baru terjadi sekitar pukul enam sore. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunda hujan untuk beberapa jam yang bermanfaat, saya pikir bisa lebih heboh ketimbang menghebohkan hari nusantara dan anti korupsi barangkali. Apalagi menghebohkan kerusuhan dan lepar-lemparan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-1422964740859608963?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/1422964740859608963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=1422964740859608963&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1422964740859608963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1422964740859608963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/12/sang-pawang-lebih-menarik-sekalipun.html' title='pawang hujan'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-106094984190963003</id><published>2009-12-06T18:27:00.000+08:00</published><updated>2010-03-13T23:36:38.030+08:00</updated><title type='text'>tiga tahun blogger makassar</title><content type='html'>Saya pernah sangat mengilhami kalimat ini : ‘keseringan membuat surat dengan dirimu sendiri, niscaya nanti kau akan bisa melihat dirimu yang lain. Dan ternyata di dalam dirimu bukan hanya terdapat dirimu saja. Tapi ada banyak yang menghuninya.’ Kata-kata ini, sangat terasa ketika saya pertamakali ngeblog sekitar pertengahan tahun 2005. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini saya dapatkan waktu berdiskusi kecil dengan M Aan Mansyur, penyair yang menumbuhkan gairah menulis saya pertamakali. Saya bukan ahlinya ngeblog. Tapi saya suka menulis, apapun itu. Objeknya tentu saja bukan di koran-koran, kecuali ada beberapa sewaktu masih mahasiswa dan saat ini, sejak jadi wartawan koran. Saya merasa, sejak mengenal blog, saya bisa mengenal diri saya sebagaimana menulis mengajarkan saya seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya (dan ini subjektif), blog layaknya tempat menyimpan keluh dan kesah. Ia akan bersinar dengan sendirinya meski tak harus selalu di update (tiap jam, tiap hari) semacam facebook tentu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebab, bagi saya blog adalah tulisan perenungan, yang tidak melulu soal cinta, tapi juga soal kemanusian atau menyangkut banyak orang. Saya tentu saja sangat terinspirasi lewat catatan harian soe hoek gie (catatan seorang demonstran) atau ahmad wahib (pergolakan pemikiran islam). Lihat saja, kedua tokoh itu sudah tidak adalagi, tapi karyanya tetap membekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entry yang seperti itulah (soe hoek gie dan ahmad wahib ) yang menurut saya paling sesuai untuk ngeblog.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-106094984190963003?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/106094984190963003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=106094984190963003&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/106094984190963003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/106094984190963003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/12/tiga-tahun-blogger-makassar.html' title='tiga tahun blogger makassar'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-2257535812662689298</id><published>2009-11-14T20:41:00.000+08:00</published><updated>2010-03-13T23:40:54.935+08:00</updated><title type='text'>Menyemai jejakmu di kejauhan</title><content type='html'>kemarin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau tahu kalau aku selalu berada di kejauhan sana, itu demi memperhatikan gerak dan tingkahmu, seperti Newton menatap buah apel dan mencipta sesuatu bernama Gravitasi sayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau aku menatapmu, nantilah kucari apa namanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan aku menamakannya semai yang malu-malu. Sebab, aku yakin suatu saat ia akan tumbuh. Tinggal mencari pemicunya saja. Kurawat dan kusiram ia setiap hari--tempat dimana kau memijak langkahmu dan aku menatapmu di kejauhan sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semai yang malu-malu itu, akan kuabadikan di dalam kepalaku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-2257535812662689298?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/2257535812662689298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=2257535812662689298&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2257535812662689298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2257535812662689298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/11/menyemai-jejakmu-di-kejauhan.html' title='Menyemai jejakmu di kejauhan'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-6631343568144879346</id><published>2009-10-07T19:33:00.000+08:00</published><updated>2010-03-14T23:16:01.890+08:00</updated><title type='text'>Sepotong kertas yang membunuh Ahmad</title><content type='html'>Kesehariannya itu-itu juga, berkutat dengan rutinitas yang sama. Jam delapan pagi masuk kantor, jam empat sore pulang kantor. Pernah suatu ketika ia berteriak di rumahnya, setelah lima tahun menjalani pekerjaan seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku Bosaannnnn!!!!!, Saangat bosan," teriaknya di dalam rumah yang dihuninya sendiri. Rumah itu, adalah satu-satunya warisan orang tua yang ditinggal mati karena kecelakaan pesawat dua tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sekretaris sebuah perusahaan. Seorang lelaki sebenarnya tak layak menyandang profesi itu. Tapi sang bos, tau siapa pemuda ini. "saya ini dipekerjakan oleh bos, karena almarhum bapak saya dulunya akrab dengan beliau." katanya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji yang lumayan sebagai seorang sekretaris perusahaan. Ia hanya cukup menyediakan koran di waktu pagi untuk si bos. Menyiapkan jadwal acara, dan sesekali menyiapkan kopi. Itu jika sekretaris perempuan yang satunya sudah pulang tentu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yah, itulah pekerjaan saya. Seolah semuanya sudah terjadwal dengan membosankan. kau tau... Membosankan !!" ungkapnya dengan nada sedikit kesal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;######***#####&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda ini bernama Andi. Saya mengenalnya sekitar lima tahun lalu sebagai sesama mahasiswa yang ingin belajar menulis. Saya tau dia sangatlah berbakat. Saking berbakatnya, guru menulis saya pun seringkali memujinya. Hampir setiap kali, ia mendapatkan urutan pertama penilaian menulis, dalam kontes kecil-kecilan lomba menulis yang diadakan guru menulis saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"San..., kau tau apa yang membuat kita bisa menulis dengan baik ??," katanya kepada saya suatu kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, menurutmu apa." jawab saya dengan penuh tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hahaaa... kebebasan barangkali, itulah jawabannya. Kau tau kalo runitas yang berulang itu, bisa membunuh kreativitas kita sebagai penulis. Setiap kali, saya selalu berprinsip jangan melakukan sesuatu yang itu-itu juga." katanya dengan penuh meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas membunuh kreativitas, rutinitas membunuh kreativitas, hal yang berulang-ulang bisa membunuh kreativitas. Tiga kata itu, memang menghantui saya. Taulah, semasa mahasiswa dulu. Tidak pernah saya membayangkan menjadi seorang penulis. Saya hanya berkutat pada tugas kuliah dan kegiatan ekstrakurikuler. Ya, hanya itu dan memang selalu membosankan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu lima tahun berlalu, kebetulan mempertemukan saya dengan pemuda ini. Pemuda yang sudah kelihatan mapan, tetapi wajahnya masih nampak kurang puas. Saya dijadwalkan untuk mewawancarai bosnya, untuk sebuah terbitan majalah. Ia melayani saya mempersiapkan segalanya. Menawarkan kopi, majalah untuk bacaan sambil menunggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengenalnya tentu saja, dan barangkali ia sudah melupakan saya. Akhirnya saya menyapa duluan, setelah perjumpaan kami terkahir yang lama, semasa kuliah dan masih belajar menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, beginilah saya.. tapi lumayanlah gaji disini. Tidak banyak bekerja dan gaji besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu, ke rumahlah jalan-jalan. kita mengobrol banyak disana.. bagaimana ?? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, mengiyakan permintaan kawan lama saya itu. Setelah menyelesaikan sedikit wawancara dengan bosnya. Andi, menjemput saya dengan mobil mewahnya yang sudah menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperjalanan, ia mengungkap kebosanannya di tempat kerja selama ini. Seolah mengumpat dengan nada suara agak tinggi, ia selalu saja mencaci bosnya di tempat kerja. Ia mengaku kepada saya, jika bosnya tidak pernah memberikan peluang kepadanya untuk berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau masih ingat khan kalimat ini. Rutinitas selalu membunuh kreativitas... AAAAkkkhhhh," teriakannya menyadarkan saya, dan berusaha membuatnya sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabarlah kawan. paling tidak kamu beruntung memiliki gaji besar disana dibandingkan rutinitas bangsat yang selalu kaucaci maki itu.." ungkap saya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya tau, Andi tetaplah seorang pemuda yang kreativ sampai sekarang yang saya kenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda ini. Nama lengkap sebenarnya bukanlah, Andi. Tapi, Ahmad Anggoro Dwijaya. Ia hanya menyingkatnya menjadi Andi. Biar keren katanya. Juga biar bisa menjadi nama atau inisial sebagaimana penulis besar yang selalu menyembunyikan identitas asli. Ya itulah cita-citanya dahulu. Menjadi penulis besar, Andi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana cita-cita saya juga. Di rumahnya yang lebih dari sederhana, kami nostalgia masa lalu saat belajar menjadi penulis. Diam-diam, saya mendatangi kamarnya. Mencoba melihat apakah ia masih memiliki buku yang banyak, referensi dan sejarah sebagai bahan tulis sebagaimana ia mendambakannya dahulu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak !!... saya sudah tidak menemukan banyak buku, referensi sejarah miliknya seperti dahulu lagi. Tapi saya menemukan, satu kertas kecil lusuh yang tertempel di lemari. Ita selalu membunuh Ati. Tentu saja saya selalu ingat dengan kalimat itu. Ita selalu bunuh Ati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bahkan selalu mengulangnya ulangnya dalam hati sebagai motivasi menulis saya. Bahkan, sampai sekarang saya masih membawa kertas bertuliskan sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas memang selalu membunuh Kreativitas. Dan itulah motivasi menulis pertama saya yang diperkenalkan Andi. Jika tidak bisa menulis, saya melihat lagi kalimat ini, Ita selalu membunuh Ati.. Ita selalu membunuh Ati.. dan terus mengaung di kepala saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas memang membunuh kreativitas....  Rutinitas itu, yaaa, sebagaimana ia membunuh Ahmad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Andi hanya tersisa dari kenangan masa lalu di kertas tertempel : Ita selalu membunuh Ati-Rutinitas selalu membunuh Kreativitas...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-6631343568144879346?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/6631343568144879346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=6631343568144879346&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6631343568144879346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6631343568144879346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/10/sepotong-kertas-tempel-di-lemari-ita.html' title='Sepotong kertas yang membunuh Ahmad'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-1544238867711406410</id><published>2009-09-24T13:01:00.000+08:00</published><updated>2009-09-25T11:54:43.972+08:00</updated><title type='text'>m a a f</title><content type='html'>Menghapus sedikit benci dari ruang di hati. entah, kalimat ini saya dapatkan pada pesan pendek khas lebaran. jika kalimat ini benar, saya tahu masih ada benci-benci lain yang melekat di dalam hati saya. tapi itulah kata, sebuah label yang seharusnya keluar tulus dari lubuk hati yang dalam. saya tahu tidak mudah melakukannya, lebih dari sekadar ritual belaka. jika sudah begitu, saya menyimpan lagi sedikit ruang benci di hati yang keras kepala ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu suatu hari, saya pulang kampung beratus kilo dari tempat tidur saya, dan berjumpa dengan nenek. nenek yang renta dan hampir tuli dengan umur yang melebihi almarhum bapak saya itu, saya salami seharusnya dengan ritual biasa saja. tetapi entah kenapa hari itu menjadi tidak biasa. tangannya yang hangat dan kulit jemari nenek yang keriput, membuat rasa tulus itu muncul begitu saja dari nenek saya. bukan karena ia tuli, juga bukan karena keriput yang menimbulkan rasa iba. tapi nanar matanya berisyarat tulus. senyum merekah menanda ikhlas dari lubuk hati yang dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejak itu, saya tahu menghapus benci itu tidak mudah. menghapus rindu itu, tidak lekas hilang dari sekian tahun perjumpaan saya dengan nenek, sanak saudara dan kampung halaman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi memberi sedikit kebahagiaan kepada orang lain, keluarga dan kerabat, juga berarti menghapus sedikit benci pada ruang di hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tahu sebagai manusia benci itu, tidak pernah sirna. ia selalu beranak pinak --hilang, dan beranak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali karena itu, kita harus memberi tempat dan mengucapkan kata 'maaf'.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-1544238867711406410?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/1544238867711406410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=1544238867711406410&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1544238867711406410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1544238867711406410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/09/m-a-p.html' title='m a a f'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-267415625310036880</id><published>2009-08-21T17:32:00.001+08:00</published><updated>2009-08-21T17:32:36.524+08:00</updated><title type='text'>selamat berpuasa</title><content type='html'>Marhaban ya Rhomadan.. akhirnya bulan rhamadan datang lagi. Dan saya baru merasa menulis lagi setelah sebulan ini tidak melakukannya. Sebulan itu, rasanya hampir setahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya nyekar ke makam bapak saya, dan baru saja tersentak oleh ceramah ustad jumatan siang tadi. Sepertinya saya harus melanjutkan hidup saya, life must go on kawan !! apapun yang terjadi selama jam dinding masih terus menggangu detik demi detik itu harus diisi dengan sesuatu yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya mengira ada yang berubah di bulan ini. Tapi sesuatu tak akan bisa berubah kalau kita tidak berbuat bukan. Dan syukurlah saya masih meyakini itu. Daripada duduk berpangku tangan menunggu waktu yang berputar menghabisi hidup. Lebih baik kita sedikit bergerak, berbuat hal kecil dan bermanfaat di sekitar kita. Bermanfaatlah di sekitar kita dahulu. Setelah itu, sedikit demi sedikit bermanfaatlah bagi banyak orang. Kalau perlu anda bermanfaat oleh orang yang tidak anda kenal sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan karena itu saya ada. Juga karena itu tulisan ini ada. Sebulan merenung, waktu yang lumayan lama bagi saya untuk menggiatkan blog ini kembali. Tetapi, seperti halnya prinsip saya dahulu, saya percaya kita kalian atau saya masing-masing bisa melakukannya. Apalagi kalau bukan menulis--menulis--dan--menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bulan rhamadan membuat kita lebih banyak merenung. Dan semoga kita bisa mengungkapkannya dalam bentuk sederhana seperti tulisan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-267415625310036880?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/267415625310036880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=267415625310036880&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/267415625310036880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/267415625310036880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/08/selamat-berpuasa.html' title='selamat berpuasa'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-5088348468327646708</id><published>2009-07-14T19:07:00.000+08:00</published><updated>2009-07-14T19:08:00.468+08:00</updated><title type='text'>bebek mana yang kaupilih</title><content type='html'>akhirnya saya menulis juga tentang sesuatu yang saya anggap bebek, bernama politik. semasa kuliah dulu dosen saya memberikan definisi politik. tapi kurang lebih yang saya tangkap, politik itu adalah alat untuk mencapai kekuasaan. itu saja cukup barangkali untuk lebih menggambarkan definisi politik dari berbagai turunannya. dan suatu ketika ada masa dimana saya harus menyebutnya bebek. masa dimana saya dikecewakan oleh permainan politik itu sendiri sewaktu culun dahulu bernama mahasiswa. mengandai politik itu serupa bebek--bebek, jika diberi makanan akan berebut. tetapi akan ikut antri pula jika berjalan pulang sehabis berebut makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;barangkali melihat bebek-bebek akan lebih mudah, jelang pilpres delapan juli nanti. anggap saja saya (atau kita barangkali) adalah salah satu orang yang akan memberi bebek-bebek itu makanan di pemilihan presiden nanti. persoalannya saya tidak tau akan mengenyangkan bebek yang mana. padahal mereka sudah berebut di hadapan saya. dari berbagai macam jenis bebek-bebek itu, sunguh elok dan lucu ruparupa mereka. barangkali saya akan memilih bebek jantan daripada bebek betina. juga barangkali saya akan lebih memilih bebek jantan asal kampung saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa mau dikata, bebek jantan asal kampung saya terasa lebih nikmat dagingnya. saya tau susah membedakan mana bebek yang baik dan bersih untuk disantap, dari banyak pilihan bebek yang biasa bermain di tempat yang kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tau kan bebek itu kotor.. tapi bebek yang paling pas diantara yang terkotor itu, ya sekali lagi bebek asal kampung saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-5088348468327646708?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/5088348468327646708/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=5088348468327646708&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5088348468327646708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5088348468327646708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/07/bebek-mana-yang-kaupilih.html' title='bebek mana yang kaupilih'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-8233352349754114799</id><published>2009-06-22T18:47:00.000+08:00</published><updated>2009-06-22T18:49:55.142+08:00</updated><title type='text'>Pedagang Ikan Asin, Melawan Asing Bertangan Buntung di Pasar Becek dan Ramai</title><content type='html'>masih saja ia merenda gusar memaksa senyum merekah di pikuk ramai pembeli&lt;br /&gt;senyum adalah segalanya, sebab begitu ia tak merasa asing menjaja ikan asin dagangannya&lt;br /&gt;cecunguk kecil yang beterbangan di deret gantung ikan asin hampir hilang dari gusarnya&lt;br /&gt;sebab matanya terus awas mengancam usir sekali tiup dari mulut yang kering&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-8233352349754114799?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/8233352349754114799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=8233352349754114799&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8233352349754114799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8233352349754114799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/06/pedagang-ikan-asin-melawan-asing.html' title='Pedagang Ikan Asin, Melawan Asing Bertangan Buntung di Pasar Becek dan Ramai'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-1561026440559335379</id><published>2009-06-14T02:53:00.000+08:00</published><updated>2009-06-14T02:54:25.772+08:00</updated><title type='text'>dongeng pemilu raja hutan</title><content type='html'>mereka menitip harapan di hutan gelap yang belukar&lt;br /&gt;semua yang sepasang, pasrah ditubuhi belantara&lt;br /&gt;merambati mata, telinga, lengan dan kaki sepasang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari kaca suara pewarta hingga kain tipis yang melekat &lt;br /&gt;ada yang berkoar, kalem, gagah, telusur cari mangsa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-1561026440559335379?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/1561026440559335379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=1561026440559335379&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1561026440559335379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1561026440559335379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/06/dongeng-pemilu-raja-hutan.html' title='dongeng pemilu raja hutan'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-1544423629877529605</id><published>2009-06-09T00:43:00.000+08:00</published><updated>2009-06-09T00:44:23.133+08:00</updated><title type='text'>(Andai) Munir Penikmat Kopi Ampas di Beranda Bersama Istrinya</title><content type='html'>kita di beranda menikmat segelas kopi panas tak diaduk menunggu &lt;br /&gt;sisasisa ampas tenggelam dalam balut gelas bening tertutup rapat&lt;br /&gt;satusatu orang lewat depan rumah menoleh bergantian tidak menyapa &lt;br /&gt;menunggu pesan tersingkap dari mulut terkatup rapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak ada harapan kali ini, kita pasti mati terbungkam oleh waktu &lt;br /&gt;serupa ampas kopi dan perlahan tinggal sedikit ya dan sedikit lagi&lt;br /&gt;lalu kau pergi hanya sebentar untuk datang kembali, berjanji menikmat &lt;br /&gt;kopi dan mengaduknya tanpa menunggu ampas tenggelam makan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat segelas kopi tidak lagi panas, dan tutupnya terbuka dan orangorang &lt;br /&gt;mulai menyapa bergantian di depan rumah berusaha jangkau tangan kita&lt;br /&gt;adakah orangorang menoleh itu, kau kenal sampai kau hilang terlalu cepat &lt;br /&gt;dan belum sempat menikmati hangatnya kopi ampas kesukaanmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-1544423629877529605?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/1544423629877529605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=1544423629877529605&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1544423629877529605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1544423629877529605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/06/andai-munir-penikmat-kopi-ampas-di.html' title='(Andai) Munir Penikmat Kopi Ampas di Beranda Bersama Istrinya'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-4019009447808713542</id><published>2009-06-07T00:56:00.000+08:00</published><updated>2009-06-07T01:54:38.680+08:00</updated><title type='text'>Pohon Apel</title><content type='html'>di bawah pohon apel belakang rumah kita, kau ingin ada disitu &lt;br /&gt;sebagai janji biar anak kita kelak mudah memetiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau tak ingin dikubur di pemakaman yang ramai seperti lalulintas pagi, &lt;br /&gt;di hari senin, katamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hanya di bawah pohon apel yang jauh dari ramai, &lt;br /&gt;dan orang-orang tidak menziarahimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga supaya kau bisa meraba anakanakmu kelak yang ditinggal hidup&lt;br /&gt;dan berpesan pohon apel itu adalah kau, yang menjelma sebatang dan beranting dedaun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu sebabnya, anak-anak rajin merawatmu memetiknya dan memberinya ke tetangga&lt;br /&gt;mereka tidak pernah melahap sebuah apel pun sayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memetikmu seperti memandang engkau yanh memarahi, menasehati dan membelai kami&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-4019009447808713542?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/4019009447808713542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=4019009447808713542&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4019009447808713542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4019009447808713542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/06/pohon-apel.html' title='Pohon Apel'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-4697230296302286090</id><published>2009-05-21T20:29:00.000+08:00</published><updated>2009-05-21T20:30:28.297+08:00</updated><title type='text'>sesajak yang tak koalisi dengan kuasa</title><content type='html'>sajak ini tak koalisi dengan kuasa sejak sajak mulai kecewa&lt;br /&gt;dibelai-buai si pencipta di hadapan tuan penikmatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sajak ini juga tau bakal gagal dapat kursi untuk mantra menteri&lt;br /&gt;kepada rakyat, demi kata menolak ngibul para jelatanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sajak ini hanya menyenangkan penciptanya dan sesajak itu sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan tertawa dan menangislah ia sekeras-kerasnya di kenang waktu&lt;br /&gt;jadi pembungkus kacang, alas duduk dan jadi angin lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia lupa pernah menolak kuasa waktu itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-4697230296302286090?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/4697230296302286090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=4697230296302286090&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4697230296302286090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4697230296302286090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/05/sesajak-yang-tak-koalisi-dengan-kuasa.html' title='sesajak yang tak koalisi dengan kuasa'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-6159537542735732182</id><published>2009-04-29T18:32:00.001+08:00</published><updated>2009-04-29T18:32:57.039+08:00</updated><title type='text'>L E L A H</title><content type='html'>Kau tau, lelah yang paling menyakitkan adalah kematian, perpisahan, dan penghianatan. Bukankah ketiga kata itu seperti trinitas tungal menyatu, yang selalu saja kauanggap biasa. Jika dahulu kau menganggap lelah adalah sebuah aktivitas tanpa henti selama 24 jam dengan waktu tidur yang kau gadang cukup empat jam, kini itu semua terbantahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebangsa apa yang mengalahkan kematian ? Tuhan tentu saja merancangnya dengan sangat indah, tak terkira dan penuh misteri. Kau abai terhadapnya dan mudah sekali berpaling. Tetapi ada saat, kau harus mengingatnya kembali memanggil nama-nama itu dalam setengah mimpi dan air mata di lelap yang dipaksa-paksakan. Kau memanggil bapakmu, sahabatmu, dan sesekali kepada orang-orang yang pernah melekat di kening malam, mimpi indahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istirahatlah dahulu, jika lelah itu juga masih menyakitkan... ingatlah Dia, sebab namanya bukan tak mudah disebutkan, tetapi hanya karna enggan kau mengingat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Dia si pencipta Trinitas itu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-6159537542735732182?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/6159537542735732182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=6159537542735732182&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6159537542735732182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6159537542735732182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/04/l-e-l-h.html' title='L E L A H'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-337257867342790154</id><published>2009-03-22T23:30:00.000+08:00</published><updated>2009-03-22T23:38:39.869+08:00</updated><title type='text'>diskon amal</title><content type='html'>Saya mau memulainya dengan barangkali. Kata ini, sangat pas dan masuk akal untuk menerka sesuatu yang tidak sebenarnya asal-asalan. Dengan tidak bermaksud, melampui Tuhan yang Maha, saya mencoba menerka-nerka sesuatu yang terjadi ke depan dengan keadaan saya yang sebenarnya. Asumsinya, saya percaya Tuhan dengan segala hal yang bermakna dan sangat terkait dengan diri kita sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ingin mengandai Tuhan sebagai teman yang baik, penunjuk jalan-tempat kita tersesat. Jadi, ijinkan saya bercurah hati kepadanya (dengan tidak memakai huruf besar)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah kecewa yang betulbetul kecewa. bahkan kepadamu saya menyerahkan diri ini sepenuhnya untuk kaubawa sebisa dan sejauh mungkin, dari sesuatu yang mereka anggap tabu. Tetapi tidak dengan mencaci ciptaanmu yang paling mulia sekalipun. Bagaimana pandanganmu dengan sesuatu yang kauanggap tabu namun tidak bertanya kenapa. Diantara banyak ciptaanmu yang sejenis dengan saya, mereka hanya berserah diri kepadamu dengan mengucap kalimat pujapuji untuk memohon ampun supaya memohon harap dikabulkan. Tentu, sayapun melakukan itu, tetapi itu pasti belum-belum cukup di hadapanmu. Alangkah belum cukup hanya dengan berbekal pujapuji di hadapanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hanafia-Pengemis Berkaki Buntung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini saya mulai dengan kisah perempuan tua kaki buntung bernama Hanapia. Saya menemukannya di masjid Jumatan dekat tempat kerja saya. Tentu saja, saya tidak menyangka, kau bakal mempertautkan saya dengan Ibu Hanapia ini. Ia adalah seorang ibu tua limupuluan tahun yang cacat kusta. Dari perkampungan Kusta yang berjarak kilo-kilometer menuju tempat mengemisnya. Ibu Hanapia sehari-hari mendorong gerobak sandarannya dengan kedua tangan, yang jarinya hampir tidak terlihat lagi. Ia menggunakan sepasang tongkat kecil sepanjang sepuluh senti yang seharihari digunakan mendayuh jalanan beraspal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jumatan tiba, saya pasti menemukannya di tempat yang agak jauh dari kelompok pengemis lainnya. Dan kau tau, ia adalah langganan tempat beramal saya. Saya harap kau tidak menghukum saya karena lebih memilih beramal kepada Ibu Hanapiah ketimbang beramal di rumahmu--tempat saya berdoa. Tapi jika kau memaapkan saya, tentu saja saya memakluminya oleh cerita tetangga yang rajin memungut sumbangan pembangunan masjid yang tidak juga selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang istimewa dari perempuan kaki buntung bernama Hanapia ini. Tentu saja kaupun tau kalau perempuan tua ini berasal dari Madura. Begitu juga dengan muasalnya yang melarikan diri karena dibuang keluarganya garagara kusta. Ia melarikan diri ke Makassar bersama seorang kawannya, yang cacat sama dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai langganan tempat saya beramal, ia mulai mengenal wajah saya. Setiap kali memberikan selebaran ribuan di tengadah tangannya, malu-malu saya melihat wajahnya yang serupa Malaikat. Sungguh, ia serupa Malaikat yang barangkali kau mengutusnya untuk saya. Dan jika ia adalah malaikat yang kau turunkan, saya ingin sekali meminta diskon kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ibu Ludya-Perempuan Pengantar Bambu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perempuan tua bercucu satu ini, adalah perempuan pengantar bambu. Saya tidak mudah membayangkan seperti kau mudah membalikkan sesuatu, dengan seorang perempuan tua renta bersendal lusuh mendorong gerobak bambu di jalan raya. Namanya Ibu Ludya-asal Toraja. Memeluk islam sejak menikah dengan lelaki tua asal Makassar. Tapi ibadah baginya adalah persoalan kerja mencari uang mendorong bambu atas perintah majikan-punggawa pemilik bambu. Ia adalah tetangga saya, dan langganan tempat mengutang di toko ibu saya. Kau tentu saja mengetahui seorang anak perempuannya yang disunting lelaki tidak bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama perempuan itu Ecce. Sebelum bertemu dengan si lelaki, Ecce adalah perempuan manis yang periang. Tapi, sejak kau mempertemukannya dengan seorang lelaki yang tak jelas menurut saya, perlahan wajah Ecce mulai berubah sayu, semakin sayu hingga kulit wajahnya setipis tulang kentara sekadar melengket. Apalagi semenjak Ecce melahirkan seorang anak, si lelaki sungguh jarang mengunjungi Ecce yang tinggal serumah dengan Ibunya-ibu Ludya, di Gubug reog samping rumah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, pernah saya melihat wajah Ibu Ludya begitu bahagia, saat Ecce akan menikah dengan lelaki itu. Wajah yang sekali lagi serupa senyum Malaikat itu sangat sungging di bibirnya yang mengeriput. Ibu Ludya mengantar sendiri undangan itu ke rumah kami-ibu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, semenjak ia memiliki seorang cucu perempuan, ibu Ludya bekerja sangat keras---hingga malam tiba. Senyum sungging serupa Malaikat itu, hampir tak pernah lagi saya lihat jika ia berbelanja ke toko ibu. Saya sudah meminta kepada ibu, untuk melupakan utang dua minggu yang tidak dibayarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ludya adalah langganan tempat berutang di toko ibu, jika ada penghapusan utang seperti itu, bolehkah saya meminta diskon kepadamu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Achank-Pengidap HIV Sebelum Meninggal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ini adalah cerita diamdiam yang hanya milik saya. Tapi karena kau maha tau, tentulah kau pun tau kisah Achank yang mati gantung diri ditinggal lari dari Istri garagara penyakitnya. Achank terjangkit HIV sejak remaja karena ketagihan jarum suntik. Tapi saya sebagaimana kautau ia ingin berubah, sejak saya bertanyajawab dengannya. Berkalikali ia menanyakan kepada saya, andai-andai waktu bisa diulang. Achank ingin sekali melihat anaknya bisa masuk pesantren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jauh sebelum itu--sebelum istrinya meninggalkannya, ia tau sebisa mungkin menutupi penyakit itu dari keluarganya. Tapi saya mengetahuinya jauh lebih dulu sebelum keluarganya tau. Karena Achank bertetangga dengan tempat kerja saya. Tak jarang ia mengunjungi saya diamdiam. Sekalisekala ia meminta uang kepada saya, sekadar uang jalan ke tempat Rehabilitasi. Tentu saja ia diamdiam, tidak mengidap HIV meski wajahnya mulai hitam dan tampak kurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari, ia terburu-buru dan bertemu saya di tempat kerja. Ia memohon diantar menuju Rumah Sakit Wahidin, untuk perawatan memelas kondisinya yang sudah semakin parah. Tapi sebelum ia meminta diantar, ia bercerita tentang pelariannya dari rumah sakit Labuang Baji, karena diskriminasi yang dialaminya. Suster-suster di tempat itu merasa jijik melayaninya, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sungguh, kaupun tau saat itu saya tidak bisa membantu mengantar karena sesuatu dan lain hal. Saya hanya merasa kasihan, sangat kasihan berharap ada Malaikat membantunya. Saya hanya memberikan selebaran uang terakhir di kantong saya, 20 ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entah kenapa dua hari kemudian saya mendapati kabar, seorang lelaki bunuh diri dengan gantung diri di rumahnya. Kau tau khan itu Achank..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai ada diskon di 20 ribu rupiah itu, saya ingin sekali melihat seorang Anak Achank tersenyum sungging, serupa malalaikat kecil mengingat ayahnya.. ayahnya yang dulu berandai ia kelak masuk pesantren..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimanakah ia dengan ibunya itu tuhan, masih berlakukah diskondiskonku yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika ia, serahkan saja kepada anak &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Achank&lt;/span&gt;.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-337257867342790154?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/337257867342790154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=337257867342790154&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/337257867342790154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/337257867342790154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/03/diskon-amal.html' title='diskon amal'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-2501945893606639066</id><published>2009-03-22T23:29:00.000+08:00</published><updated>2009-03-22T23:35:43.537+08:00</updated><title type='text'>di sekarat tiba</title><content type='html'>saya lupa pernah sekarat sama lupanya, sesering kau mengucap kalimat itu&lt;br /&gt;berulangulang di depan mata, hidung, dan bibir kita yang hampir berangkulan&lt;br /&gt;meminta saya mengatakan sebab, kau menunggu di sakit sekarat pembaringan&lt;br /&gt;mengigau kau sejujurjujurnya menahan kantuk demi setia mendengar tiga kata itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu saya yang baik itu, juga tak sanggup menahan air mata bukan demi saya&lt;br /&gt;tapi waktu yang tak habis kaugunakan kabur di tempat kerja sejam lebih awal&lt;br /&gt;dan berjamjam lebih lama dari jam kantor sekalipun hingga lupa bahwa kau telat lagi&lt;br /&gt;berdandan lagi, kusut sekusutkusutnya, tak sadar kau cantik sebenarbenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu, di sekaratmu tiba, entah mengapa saya mengingat kejadian itu&lt;br /&gt;dan berharap kau mengucap igau, lewat kalimat yang berulangulang&lt;br /&gt;di bibir telinga berharap bunyibunyi suara itu sampai sedalam sadarmu&lt;br /&gt;dan mengabulkan permohonanku mengucap tiga kata terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau mengucapnya sayang, dengan menambah sekata lain yang sesal&lt;br /&gt;seumur hidup tidak lupa sekata itu untuk selalu mudah mengucapnya&lt;br /&gt;kepada orang yang pernah hampir berangkulan bibir dengan saya selalu&lt;br /&gt;dan alangkah selalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kini begitu mudahnya saya ucapkan sambil menyebut namamu&lt;br /&gt;di nisan hati paling dalam yang kubuat khusus untukmu sayang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-2501945893606639066?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/2501945893606639066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=2501945893606639066&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2501945893606639066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2501945893606639066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/03/di-sekarat-tiba.html' title='di sekarat tiba'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-2200406375797186874</id><published>2009-03-22T23:28:00.002+08:00</published><updated>2009-03-22T23:29:03.408+08:00</updated><title type='text'>nasib puting guling</title><content type='html'>di puting guling ia lelap melalap rindu perempuannya&lt;br /&gt;sehabis membaca kitab kuning dan ditangisi ranjang sepi&lt;br /&gt;berharap mantra perempuan datang di bantal empuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu mengeja huruf kuning bantal tertawa segeligelinya&lt;br /&gt;melihat ia memegang puting guling di tangan kiri bantal tertawa itu&lt;br /&gt;hanya jadi alas duduk dibelaibelai di puting mantra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semalam suntuk ia terlelaplalap oleh cecer ludah di puting bantal guling&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-2200406375797186874?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/2200406375797186874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=2200406375797186874&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2200406375797186874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2200406375797186874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/03/nasib-puting-guling.html' title='nasib puting guling'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-2394413380887031069</id><published>2009-03-22T23:28:00.001+08:00</published><updated>2009-03-22T23:28:31.837+08:00</updated><title type='text'>kunang kenang</title><content type='html'>saya masih ingat kalimat singkat di buku jadwalmu tentang&lt;br /&gt;kunangkunang yang membilang sejenis kumbang bercahaya&lt;br /&gt;kau menggambarnya merdu sekali serupa kicau burung malam&lt;br /&gt;juga selihai kita menguntitnya di pematang sunyi belakang rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalimat itu hanya selintas di lembaran depan buku jadwal&lt;br /&gt;sesekali kaurindu di sebab sibukmu masih juga kauliat&lt;br /&gt;coretan tangan tentang kunang kenang di kening kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-2394413380887031069?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/2394413380887031069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=2394413380887031069&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2394413380887031069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2394413380887031069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/03/kunang-kenang.html' title='kunang kenang'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-6896947580723580967</id><published>2009-03-22T23:27:00.001+08:00</published><updated>2009-03-22T23:27:31.572+08:00</updated><title type='text'>b e d a   i t u</title><content type='html'>kita harus membuka baju kita sama telanjang&lt;br /&gt;biar bisa salingliat satu sama lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan begitu, kau dan saya tidak perlu malu&lt;br /&gt;kita memang tidak serupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ruparupa kita, hanya acakacak belaka&lt;br /&gt;cacicaci kita, juga debatkusir semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi acak rupa dan caci kita&lt;br /&gt;bisa sama tidak kusir&lt;br /&gt;kalau kau dan saya mengalah saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tak pernah memihak bukan !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-6896947580723580967?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/6896947580723580967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=6896947580723580967&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6896947580723580967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6896947580723580967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/03/b-e-d-i-t-u.html' title='b e d a   i t u'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-4045167314092378458</id><published>2009-03-22T23:24:00.000+08:00</published><updated>2009-03-22T23:26:21.764+08:00</updated><title type='text'>lesung kanan</title><content type='html'>kado apa yang kauberi&lt;br /&gt;sementara,&lt;br /&gt;di lesung kiri samping bibir&lt;br /&gt;sumbingnya kentara sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;simpan saja kado itu&lt;br /&gt;di simpang pintu diamdiam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersabarlah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasti kan dipintanya&lt;br /&gt;di simpang waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau sumbingnya&lt;br /&gt;di lesung kanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia pasti menyukainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapkan saja senyum sunggingmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-4045167314092378458?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/4045167314092378458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=4045167314092378458&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4045167314092378458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4045167314092378458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/03/lesung-kanan.html' title='lesung kanan'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-5293364105108382274</id><published>2009-02-06T11:19:00.001+08:00</published><updated>2009-02-06T11:19:44.683+08:00</updated><title type='text'>ini lecehan namanya</title><content type='html'>Saya sebenarnya tidak mau menceritakan ini. Tapi dasar. Garagara penjual burger di depan SMP situ samping tempat kerja. Saya dibuatnya tertawa dalam hati, oleh cerita sahabat saya dan setempat kerja dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat saya, perempuan yang alim ini, begitu lugu memandang kepolosan remaja SMP yang dianggapnya baik hati karena sedang bantu menggoreng, daging burger si pemilik grobak dorong, penjual burger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si remaja ini siswa SMP situ. Kulitnya putih, rok birunya sebatas lutut, dan baju seragam putihnya memperjelas bahwa mata sipit tidak hanya menanda ia remaja tionghoa yang manis, serupa buah segar manismanis siap disantap sematangmatangnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mas saya pi yang goreng dagingnya mas na, mau ka yang matang mas..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si remaja hanya tau menggoreng daging burger kesukaannya tanpa peduli dengan mas pemilik gerobak yang sibuk melayani uang kembalian pelanggan lain siswi SMP situ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saya dan sahabat saya ini hanya bisa memandang si penjual burger dan para pelanggannya dari kaca riben tempat kerja saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" ii tawwa baeknya itu cewe smp na bantu ki mas menggoreng..." kata sahabat saya, yang berjilbab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bertanyalah saya di dalam hati. Apanya yang baik ya dari siswa SMP ini. Apa si remaja ini tidak bodoh, dirinya terperdaya mas bertampang sadis itu. Aduh sahabat saya ini... coba perhatikan baikbaik... perhatikan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si remaja tionghoa yang manis ini, begitu asik memandang burger yang dibolakbaliknya di atas panci gorengan menggunakan tangan kanan memegang sendok gorengan(namanya apa, lupe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat uang si pemilik gerobak itu berada di bagian tengah gerobak sejajar kelamin si mas berwajah sadis itu. Si remaja saat menggoreng, dada sebelah kirinya kosong melompong disentuh sekali dua kali dan kalikali oleh lengan mas yang memang sadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemilik gerobak, mas bertampang sadis sedang menyantap buah seger matang purapura sibuk melayani pelanggannya. Jadi, lengannya juga badannya juga purapura tak sengaja menyentuh dada si remaja tionghoa smp manis ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat si remaja tionghoa manis yang masih smp ini, selesai dan membayar uang burger yang dibikinkan oleh mas pemilik gerobak.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barulah saya sadar mas itu betulbetul sangat sadis, mempermainkan anak remaja smp...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia memandangi terus remaja tionghoa smp itu ...&lt;br /&gt;masih memandangi, 5 meter dibelakang remaja itu si mas tetap masih memandangi, dengan senyum kemenangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lirik punya punya lirik, saya tau apa yang dipandanginya. tali dibalik seragam putih yang tembus pandang itu barangkali telah disantapnya matangmatang..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-5293364105108382274?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/5293364105108382274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=5293364105108382274&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5293364105108382274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5293364105108382274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/02/ini-lecehan-namanya.html' title='ini lecehan namanya'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-5873871489273848025</id><published>2009-02-06T11:16:00.000+08:00</published><updated>2009-02-06T11:19:06.460+08:00</updated><title type='text'>unkind donat</title><content type='html'>donat itu, lingkaran yang temunya berulangulang&lt;br /&gt;kalau ada angka disitu, lalu kau melahapnya&lt;br /&gt;habis pula ucapan selamat yang diucapkan kawanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hadiahi saya donat yang banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biar bisa berulangtahun terus ya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-5873871489273848025?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/5873871489273848025/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=5873871489273848025&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5873871489273848025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5873871489273848025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/02/unkind-donat.html' title='unkind donat'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-2081782424341720547</id><published>2009-02-01T17:56:00.001+08:00</published><updated>2009-02-01T17:59:08.837+08:00</updated><title type='text'>dinasehati dan dihakimi dirinya dan dirinya yang lain</title><content type='html'>ia mencoba melihat kejadian di ulangsilam seperti siklus yang terus berputar. bedanya, ia cuma tau semakin berumur dirinya yang belum apapa ini. lalu dicobanya menulis sesuatu di catatan hariannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;semula saya ingin menulismu dalam bentuk sajak pendek. supaya kau tau, saya suka menulis sajak untukmu. tapi orangorang bilang, kau belum cukup umur untuk soal begituan. kau harus banyak baca buku, banyak menulis sajak, juga banyak belajar memuji tentu saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;saya tidak tau akan menulis apa di ulangtahunmu, juga dengan model yang bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;barangkali..ya barangkali :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ulangsilam itu, kini dan akan datang&lt;br /&gt;ia seperti berjudi, kelak masuk surga atau neraka&lt;br /&gt;tapi semakin kau meramal, takut yang kau dapati&lt;br /&gt;kau tau kan, Tuhan itu geli mengejekmu&lt;br /&gt;tidak usah jadi ksatria anehaneh, pecundang pun jadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditertawakanNya kau yang mencoba meramal diri&lt;br /&gt;sebab itu, banyak rencana mengendap di kepalamu&lt;br /&gt;mengendap, kau tau kan kata ini&lt;br /&gt;ia tertimbun di dasar kepalamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba kau punya buldoser, galilah..dan galilah&lt;br /&gt;tidak usah meramal, atau menerka&lt;br /&gt;ia bermuasal dan bermuara pada tempatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah Dia tertawa dan tertawa sepuasNya&lt;br /&gt;kau taukan kalimat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keberadaanmu mendahului dirimu yang sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu ia berhenti menulis sejenak dan berpikir.&lt;br /&gt;apa jadinya dunia ini jika setiap manusia adalah penyair. Akhh masabodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia menatap wajahnya pada sebuah cermin. dilihatnya dirinya di dalam cermin itu sedang merenungi nasib dan diratapi dirinya yang lain juga menghakimi dirinya-seperti seorang bos bertampang sangar yang menunjuknunjuk dan mengatangatainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dirinya yang menunjuknunjuk dan mengatangatainya di dalam cermin itu mengumpat kepada dirinya yang lain yang tak berdaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kau tau, kenapa dirimu selalu berhahaji yang suka berhehe itu. karena kau tidak berdaya. hanya karena sewaktu kau kecil, pernah membaca cerita silat dan sangat mengagumi sebuah jurus dengan nama Hahaji itu ichsan. kau pikir jurus itu bisa menyembunyikan dirimu yang sekarang. kau pikir bisa menyembunyikan masalah di kepalamu itu ketika kau berhehe. maka jangan heran kau tak pernah mendapatkannya. mendapatkan cinta yang pernah kauidamkan itu. juga jangan heran kau menulis masih melajang tidak rumit seperti yang kaujalani ini. juga jangan heran para pembesar tak pernah acuh ke kau karena kau keras kepala. pun jangan heran kau pernah ditampar berkalikali. beruntung kau tidak marah meski kau menjitaknya duluan, kau bisa apa. juga jangan heran karena kau tak berkomentar mereka mengacuhkan dan mengolokmu padahal kau bukan pembesar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;dilihatnya dirinya yang lain yang diumpat dan ditunjuktunjukin di dalam cermin itu, hanya bisa berkata seadanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ya ya ya.. maapkan saya kalo begitu, hanya inilah kata yang selalu setia menemani saya ketika saya tahu kekurangan saya. tapi sungguh hahaji itu hanya sekedar inisial belaka. itu hanyalah jurus dalam cerita silat dari si tokoh yang pemalas seperti saya ini. saya tidak sembunyi. benarbenar tidak sembunyi. tapi hanya berusaha menjaga perasaan, supaya tidak bodoh dan tidak dibilang jago. maka saya berhehe, juga saya berhahaji. kumohon jangan menilai saya seperti itu. saya tidak bisa menampakkan senyum saya yang manis ini di depan mereka lewat katakata, begitu juga ketika saya tersinggung saya tidak bisa marah lewat katakata seperti ini, jadi saya berhehe. perihal cinta yang kau bilang itu, saya mendapatkan cinta yang saya idamkan itu. saya mohon jangan menilai saya seperti itu, saya tidak ingin menjadi bebal, juga tak ingin mnegecewakan mereka, saya hanya belajar, belajar mencintai sesuatu, saya tidak sembunyi, saya tidak mengacuhkan mereka saya tidak melupakan temanteman saya....saya tidak merumit seperti yang kaubilang, saya hanya tak mampu, bukanbukan tapi belum mampu... kau tau khaaann&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dirinya yang menunjuknunjuk itu, lalu lanjut mengatangatainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;teruss, kenapa kau bermasa bodoh dan tidak mencari tau. bukankah keberadaanmu mendahului dirimu seperti yang kaubanggakan itu. kau pernah bilang seseorang dilahirkan sama, tanpa perbedaan. apa maksud perkataanmu kepada seseorang yang kaugurui itu ichsan. apakah kau bermaksud meracuni dirinya yang lebih tua puluhan tahun darimu. apakah kau bermaksud membuatnya tolol. padahal yang kauracuni itu bergelar tigakali lipat dari gelar sarjanamu.. apakah kau sudah merasa hebat dengan umur seumur jagung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih saja dirinya yang ditunjuktunjukin itu, hanya bisa berkata seadanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;maapkan saya, saya mohon. saya tidak bermasa bodoh, juga bukan tidak mencari tahu. kau tau kan kekurangan saya. saya hanya bisa meraba, menerka dengan hati kecil saya.. kau tau kan, saya percaya ajaran perilaku Mahatma Gandi itu dan Si Budha Gautama itu. mereka selalu mengandai tidak menjadi diri mereka. saya hanya seorang yang perasa mencoba menerka tapi bukan meramal. sungguh itu bukan meramal. saya tidak meracuninya dan tidak membuatnya tolol. saya juga tidak memedulikan gelar, uang dan karyanya yang selalu bersembunyi lebih parah dari saya. saya hanya menasehatinya seperti kau menasehati saya lewat pertanyaanmu yang menusuk hati.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia berlalu, tidak lagi melihat cermin dirinya dan tidak melanjutkan tulisan di catatan hariannya. supaya tidak terlihat bodoh saat merayakan ulang tahun dengan dirinya sendiri, juga supaya tidak mencoba sembunyi dari imajinasi yang ditulis dan dilihatnya di cermin itu. ia pergi tidur seraya berharap bisa mimpi dapat banyak kado dari temantemannya dan selalu bisa menepati janjinya. seperti biasa ia hanya hahaji yang pemalas dan suka berhehe di dunia nyata ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayapun sudah berulangkali menasehatinya, tapi dia masih tetap seperti ini. dia tidak tau sedari tadi saya mengamatinya dan hanya bisa geli dibuatnya tertawa terkekehkekeh....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-2081782424341720547?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/2081782424341720547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=2081782424341720547&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2081782424341720547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2081782424341720547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/02/dinasehati-dan-dihakimi-dirinya-dan.html' title='dinasehati dan dihakimi dirinya dan dirinya yang lain'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-1746157651138621430</id><published>2009-01-18T07:12:00.000+08:00</published><updated>2009-01-18T07:13:16.445+08:00</updated><title type='text'>menunggu reda</title><content type='html'>belum juga usaikah&lt;br /&gt;atau saya salah menerka&lt;br /&gt;menunggu usai yang tidak redareda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhh bodohnya menunggu reda yang aneh itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya kira seperti hujan&lt;br /&gt;kalau begitu lanjutkanlah&lt;br /&gt;hujan sudah reda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya keluar dulu&lt;br /&gt;kabari saya jika baikbaik saja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-1746157651138621430?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/1746157651138621430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=1746157651138621430&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1746157651138621430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1746157651138621430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/01/menunggu-reda.html' title='menunggu reda'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-5724102084031662487</id><published>2009-01-18T07:11:00.000+08:00</published><updated>2009-01-18T07:12:26.525+08:00</updated><title type='text'>angko Pong yang bijaksana</title><content type='html'>saya tau kau tidak mengenalnya. ia bukan penyair, bukan politisi juga bukan pemain sinetron. matanya sipit, rambutnya putih, tubuhnya kekar, juga pandai berbahasa lantang, bahasa makassar. saya juga tau dia bukan cina totok. seharihari saya mengamatinya. angko Pong, barangkali hanya memiliki selembar baju dan celana yang ituitu juga. saya pikir dia kaya, karena seharihari mengawasi mobil kanvas yang masuk di gudang dekat rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makanannya hanya kopi hitam pahit yang kental dengan sedikit gula serta sebungkus rokok kretek. ceritaceritanya kadang terasa hambar mengulang satu duakali yang ituitu juga. tapi kami yang mengenalnya sangat tau-ia setia di tempat itu. tempat melepas lelah para pekumpul pemain domino di warung kopi sederhana tempat tukang becak mengutang. rumahnya tidak jauh dari warung dan biasa tergopoh membawa kunci buka gudang jika mobil kanvas telah tiba. adikadiknya kini menggunakan mobil dan memiliki segudang usaha dagang. ia tidak menikah entah karena sesuatu yang tidak pernah disesalinya hingga sekarang. ia mengangap anak seorang pemilik warung kopi karena sering menasehatinya. jika sakit ia tidak pernah mengeluh. sakit hanya diobati dengan sebuah bawang bombay yang dilahapnya setiap pagi bersama secangkir kopi. begitu kata adiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu kali ia pernah bercerita dirinya perenang yang hebat. pernah mengikuti kejuaraan nasional. juga pernah menjadi pelatih renang. ia memiliki sahabat seorang dokter, namanya dokter Soemantri. dokter soemantri sangat terkenal di tempat para pengusaha hiburan malam. ia juga bercerita pernah menjadi tukang bawa mobil kanvas dan memiliki seorang ahli mekanik yang kaya raya. jika ada polisi berpakaian preman ikut nongkrong, tak jarang ia bercerita perihal kolonel ini-jenderal itu, teman saya katanya. saya juga tau kalau dia teramat baik dan sopan sampai selalu duluan menyapa saya atau kami yang berada di tempat itu. mengingat ceritanya saya sampai berpikir, siapakah orang tua ini-selalu bercerita dan menasehati yang hebathebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi saya maupun kami yang berada di warung itu tau bahwa ia harus dihormati karena menghormati kami-bagaimanapun ia. menghormati kami pertamakali tentu saja. tidak pernah mengeluh, tapi suka protes mengakui sudut pandangnya. saya menghormati sebagai seorang bapak tentu saja. begitupun kami yang hanya bisa megangguk dan berkata tidak dalam hati, meski terus mengangguk iya-iya betul. tapi saya dan barangkali kami tau bahwa ia tidak selamanya benar. karena itu setiap akhir cerita selalu diselipkan sudutpandangnya dan mengakui kalau itu perjalanan hidup yang pernah dilakoninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kami tidak akan pernah bosan mendengar ceritanya, karena kami tau ia seorang yang bijaksana. saya menduga saking bijaksananya ia mati dalam keadaan betulbetul tenang. sehari sebelum ia pergi. kami masih sempat bercengkrama menikmati kopi dan sebatang rokok. tidak ada pesan dan tanda bahwa ia akan segera pergi. saat terbaring di rumahnya. sang adik memanggilnya seperti biasa untuk bangun di pagi hari. tapi ia sudah tak bergerak dan mati dalam pembaringan tanpa sakit yang menyusahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya dan kami samasama tau rindu akan ceritanya. tapi, ceritacerita yang pernah kami dengar terbayar saat pemakaman akan tiba. dokter soemantri dan beberapa orang yang tidak kami kenal tiba di pemakaman oleh teriakan seorang pelanggan di warung langganan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ituitu dokter soemantri, ituitu ahli mekanik, ituitu perenang handal dulu, ituitu kolonel ini jenderal itu, ituitu adiknya yang sudah berhasil, ituitu orang yang pernah diselamatkannya dulu, ituitu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami tau dia seorang bijak hingga matinya pun begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;temantemannya yang berdatangan itu lalu berkata, saya juga ingin mati seperti angko Pong yang tidak menyusahkan. begitu kata temannya yang "ituituitu...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat jalan Anko Pong, teman cerita yang bijak dan baik hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;barangkali tuhan menguji kami, kapan seseorang harus disebut bijaksana, hingga memilih cara mati yang begitu pula...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-5724102084031662487?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/5724102084031662487/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=5724102084031662487&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5724102084031662487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5724102084031662487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/01/angko-pong-yang-bijaksana.html' title='angko Pong yang bijaksana'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-3282559037989384565</id><published>2009-01-18T07:10:00.000+08:00</published><updated>2009-01-18T07:11:23.689+08:00</updated><title type='text'>saya orang indonesia</title><content type='html'>Saya cenderung bertanya-tanya kenapa kita-termasuk saya, cenderung mudah untuk korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali saat saya berbelanja di warung kopi milik seorang teman. Tanpa sadar saya mengikhlaskan uang kembalian dua ribuan rupiah, dari belanja rokok sebungkus seharga delapan ribu rupiah. Saya juga tidak tau apa yang menyebabkan saya tidak meminta uang kembalian itu. Namun dari supuluh ribuan uang yang saya berikan. Saya menunggu gerakgerik si pelayan, saya tau dia sedikit menyibukkan diri mengambil waktu untuk mengembalikan uang kembalian saya. Akhirnya saya pun urung meminta kembalian itu dan berpurapura menjauh dari si pelayan. Ternyata benar, diapun tidak menggubris saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya kecil, saya seringkali mengingat perkataan bapak saya. " Apalah arti uang segitu, kalau dibandingkan pemberian tuhan sama kita." Perkataan itu seringkali saya dapati saat menemani bapak berbelanja di warung peot kaki lima seberang jalan. Lalu, tidak jarang bapak juga menyuruh saya membeli rokok seharga empat ribu rupiah perbungkus, dan menyodorkan lima ribuan rupiah. Saya tidak menyodorkan kembalian seribu rupiah kepada bapak, dan hanya diam di depannya setelah memberikan rokok sebungkus itu. Dia pun tidak menggubrisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyimpulkan, saat itulah korupsi pertama saya dimulai. Di Kota saya ( Makassar dan bahkan daerah lain di Indonesia) banyak terjadi hal-hal seperti itu. Di warung kopi, di pasar-pasar apalagi. Jadilah saya berkesimpulan sedikit, saya ini teramat baik barangkali tidak meminta uang kembalian. Atau juga teramat baik, karena mau beramal demi pemberian tuhan yang lebih besar itu dari apalah yang kini saya miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya seorang pengorupsi kecilkecilan dari banyak orang yang ada di bumi Indonesia. Dan barangkali itu pula yang membedakan masyarakat Indonesia yang 'baik' dengan masyarakat dunia lainyang individualistis. Saking baiknya seringkali kita lupa, kalau beramal itu berbeda dengan korupsi, grasi atau turunannya yang kini ramai di perbincangkan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking baiknya juga, demi 'beramal' kepada orang yang mayoritas. Minoritaslah yang jadi korbannya. Bahkan nyawa seseorang yang tau betul bahwa beramal itu jelasjelas berbeda dengan Korupsi dibunuh dengan cara yang canggih pula !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali ini pula yang membedakan Indonesia dan masyarakat lain di bumi ini ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi jangan heran kalo orang indonesia itu terkenal ramah, baik murah hati tidak pelit seperti saya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-3282559037989384565?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/3282559037989384565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=3282559037989384565&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3282559037989384565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3282559037989384565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/01/saya-orang-indonesia.html' title='saya orang indonesia'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-1279290914903465657</id><published>2009-01-18T07:08:00.000+08:00</published><updated>2009-01-18T07:10:25.158+08:00</updated><title type='text'>teriak dan hujan reda</title><content type='html'>karena merasa dingin oleh hujan di luar sana&lt;br /&gt;saya mengendap masuk diamdiam di ruang ini&lt;br /&gt;sesekali masih juga saya mengintip dari jendela&lt;br /&gt;orangorang masih berteduh dan bercakap ria&lt;br /&gt;cukup ramai di luar sana oleh ceritacerita peluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi disini tidak ada perapian yang hangat&lt;br /&gt;kita hanya saling menatap menunggu hujan&lt;br /&gt;gigitgigit kuku bagai kalah perang dalam judi bola&lt;br /&gt;jika menang kita teriak tentu saja :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'eureka eureka eureka..'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kita ikut teduh di luar sana&lt;br /&gt;biar rame&lt;br /&gt;hujan kita lewati oleh cerita peluh mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga akhirnya cerita ini ikut peluh&lt;br /&gt;saya kembali lagi diamdiam di ruang ini&lt;br /&gt;sambil gigit kuku berharap ada cerita lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biar bisa teriak atau menunggu hujan reda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-1279290914903465657?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/1279290914903465657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=1279290914903465657&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1279290914903465657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1279290914903465657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/01/teriak-dan-hujan-reda.html' title='teriak dan hujan reda'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-8960800875615917689</id><published>2009-01-18T07:06:00.000+08:00</published><updated>2009-01-18T07:08:34.981+08:00</updated><title type='text'>hari jadi aan</title><content type='html'>hujan sudah hampir kering kau tatap&lt;br /&gt;kepalamu semakin banyak ditumbuhi pepuisi&lt;br /&gt;kecamatamu sudah melebihi saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;istrihatlah sejenak, supaya segar&lt;br /&gt;biar tetap tahun lahirmu di angka 1982&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lain waktu ceritalah tentang tukang KTP baru&lt;br /&gt;yang begitu harap senang&lt;br /&gt;kau ubah tahunnya sesukamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-8960800875615917689?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/8960800875615917689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=8960800875615917689&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8960800875615917689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8960800875615917689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/01/hari-jadi-aan.html' title='hari jadi aan'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-659025900151930766</id><published>2009-01-10T04:19:00.000+08:00</published><updated>2009-01-10T04:40:34.563+08:00</updated><title type='text'>selamat ulang tahun kepada kamu (blog saya )</title><content type='html'>saya hampir lupa kurang lebih tiga tahun kau banyak mendengar keluhan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan setiap seratus tulisan saya merayakanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat ulang tahun yang kedua kalau begitu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-659025900151930766?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/659025900151930766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=659025900151930766&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/659025900151930766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/659025900151930766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/01/selamat-ulang-tahun-kepada-kamu-blog.html' title='selamat ulang tahun kepada kamu (blog saya )'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-4136802942088661361</id><published>2009-01-10T04:18:00.000+08:00</published><updated>2009-01-10T04:19:04.949+08:00</updated><title type='text'>sejak sajak cinta</title><content type='html'>saya mulai mengenalmu semasa culun di sekolah dasar&lt;br /&gt;tapi sama sekali buta kalau cinta itu biasa di matamu&lt;br /&gt;perasaan itu hanya biasa datang lewat buku cerita heroik&lt;br /&gt;belumbelum ada sajak atau puisi sama sekali&lt;br /&gt;merasakan tentu saja, apalagi lewat kisah kopingho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya mengira engkau sederhana dan bersahaja&lt;br /&gt;memang sederhana tapi tidak bersahaja ituitu saja&lt;br /&gt;dari cerita kopingho sampai donal bebek&lt;br /&gt;belum saya dapati yang sepertimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya memulainya dengan membolakbalik kata&lt;br /&gt;tapi tetap saja tidak menemukanmu&lt;br /&gt;sampai ketika saya mencari kertas di bawah kolong meja&lt;br /&gt;mendapati kucingkucing kecil tertidur pulas ditetek induknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tau sekarang&lt;br /&gt;kamu disitu rupanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak jauhjauh merumit cinta yang ituitu juga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-4136802942088661361?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/4136802942088661361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=4136802942088661361&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4136802942088661361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4136802942088661361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/01/sejak-sajak-cinta.html' title='sejak sajak cinta'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-5328447564462235721</id><published>2009-01-04T20:29:00.001+08:00</published><updated>2009-01-04T20:29:41.319+08:00</updated><title type='text'>persiapan UML</title><content type='html'>di sebuah warung kopi, pekumpulan para caleg bikin saya linglung&lt;br /&gt;beberapa diantara, ada saya kenal dahulu aktivis kampus&lt;br /&gt;ada juga tukang domino di mace-tempat nongkrong kami&lt;br /&gt;rupa-rupa mereka tidak mengenal saya, tapi saya kenal dia-dia&lt;br /&gt;si anu si itu, kalo ngomong hebat minta ampun&lt;br /&gt;sampe bergidik ini bulu kuduk kalo bisa seperti mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi itu dahulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sebuah warung kopi saya bersua lagi&lt;br /&gt;lagilagi dibikinnya meja bundar&lt;br /&gt;ada yang berkoko, ada pakai sarung&lt;br /&gt;selebihnya necis pake sepatu pantofel&lt;br /&gt;mereka berubah cepat sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kayak superman-superboy langsung lari ke ruang ganti&lt;br /&gt;berseragam yang sama. Pantofel dan necis tentu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo berjalan : "prak-prak-prak"&lt;br /&gt;nenteng komunikator : "auuuauuu-- sunrise-sunrise"&lt;br /&gt;wow nge jazz pula ringtone-nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi dahulu dan sekarang sama saja&lt;br /&gt;selalu seragam si merekamereka itu&lt;br /&gt;pake sandal-kaos oblong ke kampus&lt;br /&gt;rokok sebatang ngutang di mace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang meremereka mendaftar masuk sekola baru&lt;br /&gt;kiranya ada ospek juga disana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka lagi persiapan ujian&lt;br /&gt;lulus ngak ya merekamereka itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasti pake joki&lt;br /&gt;demi rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;supaya lolos ujian masuk legislatif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-5328447564462235721?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/5328447564462235721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=5328447564462235721&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5328447564462235721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5328447564462235721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/01/persiapan-uml.html' title='persiapan UML'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-606391323492949340</id><published>2009-01-04T20:24:00.000+08:00</published><updated>2009-01-04T20:25:24.417+08:00</updated><title type='text'>....</title><content type='html'>bukan melulu ituitu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisakah kita tidak membilang ituitu saja&lt;br /&gt;saya pergi ke pasar&lt;br /&gt;saya lagi makan&lt;br /&gt;saya lagi minum&lt;br /&gt;saya lagi mengobrol&lt;br /&gt;saya lagi berkunjung ke tempat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah.. seperti perkataan teman, bosan melihat mereka menulis&lt;br /&gt;makan ini makan itu bikin anu bikin situ..&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;knapa ngak bikin anak sekalian&lt;br /&gt;atau kenapa ngak jadi binatang jalang sekalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu luar biasa bukan&lt;br /&gt;tidak seperti tukang monyet keliling&lt;br /&gt;si anu pergi ke pasar..&lt;br /&gt;si itu lagi makan ice cream&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya juga kalo begitu mo mengabarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada reunian dengan para tukang sapu jalanan hari ini.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-606391323492949340?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/606391323492949340/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=606391323492949340&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/606391323492949340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/606391323492949340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/01/blog-post.html' title='....'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-7388891883917171544</id><published>2009-01-02T14:37:00.000+08:00</published><updated>2009-01-02T14:39:04.576+08:00</updated><title type='text'>mimpi lewat mimpi</title><content type='html'>PSP : saya sayang kamu, karna kau matahariku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sengaja saya mengirim ini di waktu tidurmu&lt;br /&gt;biar saya bisa datang diamdiam menyapamu&lt;br /&gt;juga supaya kita tidak butuh sms dan panggilan&lt;br /&gt;tak terjawab membuat kita samasama kaget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namanya psp, pesan sajak pendek&lt;br /&gt;tapi sayang sekali penghubung&lt;br /&gt;lewat mimpi tak kau aktifkan&lt;br /&gt;padahal setengah mati saya&lt;br /&gt;membuat katakata ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidurmu nyenyak barangkali&lt;br /&gt;atau kau memakai gelang, kalung&lt;br /&gt;cincin putih tahan mimpi juga barangkali&lt;br /&gt;kau membaca ayat kursi sebelum tidur&lt;br /&gt;supaya mimpi tidak datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi sayang sekali&lt;br /&gt;pesan sajak pendek&lt;br /&gt;belum ada diciptakan&lt;br /&gt;penghubung lewat mimpi juga begitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi panggilan tak terjawab tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-7388891883917171544?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/7388891883917171544/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=7388891883917171544&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7388891883917171544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7388891883917171544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2009/01/mimpi-lewat-mimpi.html' title='mimpi lewat mimpi'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-5831076435723765888</id><published>2008-12-25T16:50:00.001+08:00</published><updated>2008-12-25T16:50:44.847+08:00</updated><title type='text'>ssssttt judulnya penjaga rahasia</title><content type='html'>Ia satpam tapi bukan satpam, penjaga pintu kadang-kadang membuka pintu kepada tamu yang masuk tapi juga bukan, cleaning service yang bukan tukang sapu. Setiap hari melayani tamu yang mendaftar tapi juga bukan tiap hari. Hingga kini ia masih bingung profesi apakah yang djalaninya kini. Sehari-hari rutinitas berulang selalu dilakukannya. Dilakukan dengan sabar, menunggu pelanggan yang itu-itu juga. Tak jarang ia tahu gerakgerik pelanggannya dengan melihat mereka dari depan pintu kaca riben yang dilapnya seharihari di waktu pagi. Tak jarang pula ia mengobrol dengan pelanggan ini hingga lupa waktu. Lupa mengobrol itu menyenangkan, lupa menjadi satpam itu sungguh nikmat, lupa setiap hari dia harus menjadi tukang sapu untuk abu rokok yang tumpah tanpa asbak. Barangkali juga lupa arti melayani ketimbang mengucap pelan&lt;br /&gt;“SSSSTTT, jangan ribut, SSSttt jangan keraskeras”&lt;br /&gt;Ia tidak bego tentu saja, karena tuhan baginya adalah satu yang maha ituitu juga. Ia ingat suatu kali pernah dimarahi oleh ayahnya dilarang bersekolah, dilarang bergaul juga dilarang keluar rumah. Bertahun-tahun mengalami siksaan tak pernah juga dikeluhkannya. Palingpaling perkataan ini lagi yang didengarkannya&lt;br /&gt;“SSssttt, jangan bilang siapasiapa....,&lt;br /&gt;“SStttt dengarkan saya, kamu diam saja..”&lt;br /&gt;Tapi meski begitu ayahnya bisa dibilang ayah yang patuh. Patuh kepada janji untuk selalu pulang subuh. Patuh pada janji untuk selalu diam meski tangannya tak pernah diam . Palingpaling amarah itu hanya nampak lewat raut muka ayah yang brewokan. Tapi sungguh baginya ayah tidak menyeramkan. Ayah juga patuh untuk tidak murka saat marah, lalu memukul pantat putri satusatunya ditinggal mati ibu yang sakit garagara melahirkan ia-putri semata wayang.&lt;br /&gt;SSStttt jangan ribut.. prakk prakkk...&lt;br /&gt;Mematuhi perintah ayah adalah kewajiban. Selebihnya adalah peraturan-peraturan yang tidak wajib diikutinya. Ia pernah menemukan sebotol sisa menuman beralkohol di atas meja sehabis menyapu ruang tamu yang selalu dikunci rapat sang ayah. Diminumnya sebotol minuman beralkohol itu, membuat kepalanya sedikit puyeng. Si ayah yang baru saja tiba menemukan ia yang hampir mabuk kepayang gara-gara sebotol minuman itu. Karena sedikit puyeng antara sadar dan tidak sadar, ia hanya bisa diam lagilagi..&lt;br /&gt;SSsstttt kamu diam saja..&lt;br /&gt;Ia tak mengenal agama, atau agama tak mengenal ia. Ibadah baginya gerakan tangan kanan dengan setelunjuk jari dirapatkan kebibirnya. Dan ia mencoba apa yang dilakukan dan ditirukan ayahnya suatu ketika. Karena sudah terbiasa dengan gerakan itu, bagi ia ada yang menyenangkan saat melakukan ritual-ritual seperti&lt;br /&gt;“SSSSSttttttttttt”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADUHHHHH... AKU LUPA LANJUTAN CERITA INI....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SSTTTTTT JANGAN BILANG SIAPA-SIAPA TOLONG LANJUTKAN CERITA INI BERIMAJINASILAH,&lt;br /&gt;DAN SSSSTTT&lt;br /&gt;LANJUTKAN CERITA INI DENGAN DIAMDIAM, SAYA MAU BERTAPA DULU... DADAHH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-5831076435723765888?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/5831076435723765888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=5831076435723765888&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5831076435723765888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5831076435723765888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/12/ssssttt-judulnya-penjaga-rahasia.html' title='ssssttt judulnya penjaga rahasia'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-1695999823381488613</id><published>2008-12-17T12:00:00.000+08:00</published><updated>2008-12-17T12:01:22.035+08:00</updated><title type='text'>ibu-pengantar bambu</title><content type='html'>Sandal karet yang hampir putus tidak mengikis semangatnya&lt;br /&gt;mendorong gerobak bambu dari jalanan beraspal. Tapi bukan itu&lt;br /&gt;yang dipikirkannya. Tak memakai sandal sekalipun ia tetap&lt;br /&gt;mendorong lima buah bambu diatas gerobak dan jalan beraspal.&lt;br /&gt;Usia tua rambut panjang beruban dan disanggul juga berketombe&lt;br /&gt;karena tak mampu beli shampo dibawah terik matahari,&lt;br /&gt;juga tak dipikirkannya. Ia perempuan yang tidak peduli&lt;br /&gt;kelamin mencari sesuap nasi, dari juragan bambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saban hari meminta seember air di seberang gubuk reog&lt;br /&gt;miliknya. "Ibu Ludya-Ludya", kami menyapanya. Karena uang&lt;br /&gt;lima ribu perak jerih payahnya jatuh dari kantong celana pendek&lt;br /&gt;yang usang dengan tetes keringat seharian. Agak pikun mencari&lt;br /&gt;uang itu, memikirkan seorang cucu butuh susu dan seorang&lt;br /&gt;anak butuh uang, biaya baju olahraga di sekolah STM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghidupi seorang cucu dan dua orang anak dengan sandal&lt;br /&gt;yang terkikis setiap hari oleh jalanan beraspal dan terik matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah mereka memikirkanmu..&lt;br /&gt;Hari dimana kami menyebutmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Perempuan ini bekerja puluhan tahun sebagai pengantar bambu di Jalan Hertasning-Bau Mangga, tetangga saya. Namanya Ibu Ludya asal Toraja. Anaknya dua orang, perempuan dan laki. Memiliki cucu dari seorang menantu yang datang setiap bulan sekali.. kadangkadang tak datang berbulanbulani di rumah mertua-gubuk reog di Jalan Adhyaksa 1..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-1695999823381488613?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/1695999823381488613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=1695999823381488613&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1695999823381488613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1695999823381488613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/12/ibu-pengantar-bambu.html' title='ibu-pengantar bambu'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-3600611519777172872</id><published>2008-12-15T22:28:00.000+08:00</published><updated>2008-12-15T22:30:18.619+08:00</updated><title type='text'>Karya Bagus Juga Berangkat dari Rasa Cemburu</title><content type='html'>Saya tidak biasa mengumpat. Tetapi terbiasa menyindir dengan bahasa yang satire. Itupun dengan satire yang halus-halus sangat. Meminjam istilah Malaysie yang halus itu. Cuma barangkali saya terbiasa menyinggung dengan bahasa yang menurutku halus sangat itu, tidak mudah dimengerti orang. Bahasa satire saya itu juga pas-pasan untuk ukuran puisi atau sajak, juga cerpen. Sesekali satire itu juga biasa saya salurkan melalui artikel yang menyindir dengan berbagai perumpamaan. Entah dimengerti atau tidak, namun seperti itulah mengkritik yang baik melalui tulisan. Jika dibandingkan dengan kritik terbuka, melalui puisi atau sajak yang lurus-lurus saja. Sayakira itu bukan lagi sebuah satire, namun betulbetul mengumpat. Saya mengambil contoh puisi terbuka dari Asdar Muis RMS, ataukah seseorang yang mengatasnamakan penyair semisal Andhika Mappasomba adalah dua ‘penyair’ yang menurut saya bukan penyair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa-bahasa puisi seperti itu masih bisa dilakukan oleh seorang anak SMP sekalipun. Karena itu, seorang penyair makassar bukan lagi saatnya mengumpat sesuatu melalui puisi yang tidak satire. Untuk ukuran puisi satire di Makassar terdapat beberapa penyair, salah satunya adalah Martan Aan Mansyur. Meski hampir semua sajaknya tidak selalu bernada satire, namun Aan cerdik menggambarkan pengandaian dengan pemilahan kata yang sangat indah dan menyenangkan. Beberapa puisinya bisa dikatakan pengandaian yang kritik tetapi bukan mengumpat. Paling tidak apa yang digambarkan seorang Aan Mansyur untuk sebuah sajak satire, memberi gambaran mengenai sindiran halus pada ruang-ruang sastra seperti puisi sajak maupun cerpen. Dan proses untuk mencapai itu saya yakin tidak mudah bagi Aan yang pernah menembus ruang-ruang sajak sastra di harian kompas minggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi seorang sastrawan besar sekalipun menurut saya tidak selalu merasa harus disanjung setinggi-tingginya. Karena itu tantangan bagi kita sebagai ‘penulis’ muda untuk terus berkarya menghasilkan generasi baru setelah Aan. Sewajarnyalah kita melakukan kritik melalui tulisan Martan Aan Mansyur, dengan nada-nada satire yang lebih indah, canggih dan dimengerti oleh banyak orang. Dengan tidak bermaksud memusuhi karya Aan Manyur. Sebagai seorang penulis pemula, saya yakin sewajarnyalah kita cemburu untuk selalu menghasilkan karya yang lebih mumpuni. Dan saya yakin kita semua merasa beruntung karena Aan Manyur telah membuka jalur baru kesusastraan di Makassar. Saya juga yakin kita semua bisa menilai karya-karya para ‘tetua’ penyair di kota ini tidak meninggalkan warisan berharga untuk mendapatkan generasi kesusastraan yang berkualitas. Karena itu, tidak ada salahnya jika kita melakukan perang sastra dalam bentuk karya sastra yang mumpuni agar kehidupan sastra di kota ini selalu berjalan dengan dinamis. Perlu diingat jika betul-betul terjadi perang sastra, hendaknya kita belajar kepada para pendahulu kita, memasukkan unsur politis didalamnya sama halnya menjatuhkan kita kepada jurang permusuhan dan menyebabkan saling klaim yang tidak satire lagi, justru sebaliknya yang ada saling mengumpat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata saya mengucapkan selamat ‘berperang’, semoga lahir para sastrawan baru di kota ini, seperti Aan, kak Luna , Shanti Y Rahman, Asha Ray, dan lain sebagainya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe, moon maap kalo tulisan ini tidak satire, atau apalah namanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..Hahaji..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-3600611519777172872?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/3600611519777172872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=3600611519777172872&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3600611519777172872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3600611519777172872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/12/karya-bagus-juga-berangkat-dari-rasa.html' title='Karya Bagus Juga Berangkat dari Rasa Cemburu'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-3904359522390668981</id><published>2008-12-15T10:48:00.000+08:00</published><updated>2008-12-15T10:49:43.223+08:00</updated><title type='text'>Menulis seperti halnya berpacaran</title><content type='html'>Beban menulis, adalah sesuatu yang memuncah di kepala kadangkala membuat saya tidak bisa tidur dengan tenang. Itulah susahnya membuat janji dengan diri sendiri. Hati-hati dengan hal-hal yang seperti itu. Semisal anda berencana membuat tulisan dengan deadline sebentar malam yang betulbetul harus sebentar malam. Biasanya kita sangat tidak mudah menepatinya. Untuk memenuhi janji-janji seperti itu, kalau saya hanya menyiasatinya dengan menulis sebaris dua baris. Meski terkadang tidak sama sekali. Padahal, begitu banyak ide dikepala yang beterbangan seperti kunangkunang ilusi. Tapi tetap saja saya tidak bisa menangkap kunang-kunang itu. Menulis dengan hati tentu saja berbeda menulis dengan deadline. Tetapi akan sungguh memuaskan jika menulis dengan hati dan deadline yang tepat waktu. Seorang jurnalis berbeda dengan seorang penyair. Tetapi bukan tidak mungkin jika seorang penyair juga memenuhi deadline layaknya seorang jurnalis. Itu sungguh luarbiasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya paling sering menyiasati janji menulis saya seperti halnya janji dengan perempuan yang saya cintai. Dengan begitu, saya bisa membayangkan apa yang terjadi jika saya membatalkan janji untuk bermalam minggu bersama perempuan saya. Kena putus, ngambek atau ‘tidak dapat jatah’. Karena itu jadikanlah tulisan anda sebagai kekasih yang paling anda cintai. Cuma satu hal yang perlu diperhatikan. Seperti perkataan teman (ingat Ochan) kekasih itu seperti cuaca. Tidak selalu bisa diajak kompromi. Karena itu pandai-pandailah merawat tulisan sepandainya kita merawat kekasih kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berpacaran dengan tulisan anda..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-3904359522390668981?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/3904359522390668981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=3904359522390668981&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3904359522390668981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3904359522390668981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/12/menulis-seperti-halnya-berpacaran.html' title='Menulis seperti halnya berpacaran'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-5410475016737580192</id><published>2008-12-12T02:44:00.000+08:00</published><updated>2008-12-12T03:22:16.437+08:00</updated><title type='text'>kisah pengamen memaksa</title><content type='html'>ada kucing mengembek, itu kambing namanya&lt;br /&gt;ada kambing mengeong itu kucing namanya&lt;br /&gt;tapi jika ada orang mengeong dan mengembek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namanya kucing dan kambing bego'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti itulah pengamen losari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-5410475016737580192?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/5410475016737580192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=5410475016737580192&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5410475016737580192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5410475016737580192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/12/ada-kucing-mengembek-itu-kambing.html' title='kisah pengamen memaksa'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-3838950627522606985</id><published>2008-12-05T15:07:00.000+08:00</published><updated>2008-12-05T15:15:53.617+08:00</updated><title type='text'>pengamat dan contreng</title><content type='html'>Saya menyukai teori. Karena tertantang mengapa bisa mereka yang oleh kita selalu mematok darisitu. Tapi saya tidak sependapat teori selalu ilmiah tanpa pernah melihat yang ilmiah itu, seperti apa. Seperti di bangku kuliah saja. Petani punya teori sendiri, nelayan juga punya teori sendiri. Apalagi tukang kayu punya teori sendiri yang tidak selalu serupa dengan si ahli yang memiliki teori yang Wahhh. Tetapi, saya juga ingin sekolah. Sekolah yang tidak hanya memberi teori. Beberapa orang, bahkan anda barangkali sependapat dengan saya menyamakan si ahli dengan tukang kayu adalah dua hal yang berbeda. Itulah sebabnya saya sedikit membenci pengamat. Sepenuhnya mereka selalu melandasi berdasarkan si ini dan si anu. Lihatlah pengamat yang ada di koran-koran kita. Mereka hanya menggambarkan, bukan melihat langsung atau paling tidak menelitilah keadaan sebenarnya. Pengamat seperti halnya Mencontreng-sebuah istilah pemilu yang universal membingungkan, adalah dua hal serupa yang berpotensi membodohi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mudahmudahan khalayak calon pemilih nanti mengerti contreng itu tidak sekadar menandai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti halnya pengamat, tidak sekedar bicara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-3838950627522606985?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/3838950627522606985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=3838950627522606985&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3838950627522606985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3838950627522606985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/12/saya-menyukai-teori.html' title='pengamat dan contreng'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-3234670865419776078</id><published>2008-12-05T14:37:00.000+08:00</published><updated>2008-12-05T14:43:44.826+08:00</updated><title type='text'>..siklus..</title><content type='html'>tunggulah nanti, akan kembali lagi&lt;br /&gt;hujan juga tak selalu datang&lt;br /&gt;begitu juga gerimis dan pelangi &lt;br /&gt;tak selalu kautemukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka kembali ke peraduannya&lt;br /&gt;seperti pasangan kutilang&lt;br /&gt;yang mencari peraduan baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapan-kapan kita bertemu&lt;br /&gt;seperti siklus..&lt;br /&gt;yang datang dan pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tentu saja ada yang berbeda disitu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-3234670865419776078?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/3234670865419776078/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=3234670865419776078&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3234670865419776078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3234670865419776078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/12/siklus.html' title='..siklus..'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-2676814032409636916</id><published>2008-12-03T13:23:00.000+08:00</published><updated>2008-12-03T13:32:20.909+08:00</updated><title type='text'>..belajar..</title><content type='html'>diatas awan masih ada yang lebih tinggi.. camkan itu. betul juga kata mereka. Semakin banyak kita mengetahui tentang sesuatu semakin merunduklah kita. Saya masih mengingat cerita tentag ilmu padi, dari seorang guru filosofis tentang pelajaran yag satu itu. melalui otodidak yang luar biasa, ditambah lagi latar belakang pendidikan alam yang didapatnya.. Barangkali dia itu seperti pemikir Fritjof Chopra, berperilaku layaknya pelayan yang rajin bertanya,  atau kadangkadang ditengah malam bisa berubah menjadi seorang sufi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;susahnya menjadi seseorang yang seperti itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belajar&lt;br /&gt;belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belajarlah..  hehe, tetap semangat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-2676814032409636916?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/2676814032409636916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=2676814032409636916&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2676814032409636916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2676814032409636916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/12/belajar.html' title='..belajar..'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-8981680668040518314</id><published>2008-11-22T14:46:00.000+08:00</published><updated>2008-11-22T14:59:16.354+08:00</updated><title type='text'>blog seperti bantal tidur saya</title><content type='html'>saya tidak akan pernah menyesal mengenalnya. berawal tiga tahun lalu, iseng mengutakatik email dan nge&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;browsing&lt;/span&gt;.. seorang teman chatting saya mencoba menyarankan membuat blog. awalnya saya tidak menganggapinya dengan serius. Namun ketika seorang teman belajar menulis juga lagilagi menyarankan hal yang sama. keesokan harinya, karena penasaran saya pun membuatnya. Dan sejak sedari tahun 2005 lahirlah blog ini. sebuah tempat peristrirahatan yang menyenangkan kukira. Ya seperti itulah gambaran awal saya mengenai blog. sebuah temt mandi, tempat umpat atau juga tempat berkhayal dalam ruang perenungan yang amat sangat. saya pernah merayakan hari dimana tulisan saya sudah mencapai seratus tulisan. Meski, tidak semua dalam bentuk tulisan panjang seperti cerpen atau artikel lainnya. namun saya tetap terperanjak mengingat lembaran waktu dimana saya berkenalan dengan blog yang menjadi teman hidup. lalu setelah penghargaan orang lewat tulisan ngeblog semakin dihargai. maka sepertinya saya wajib mengucapkan selamat hari blogger, kepada saya dan temanteman blogger yang membaca inie..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;percayalah teman&lt;br /&gt;blog itu seperti bantal teman tidur&lt;br /&gt;juga seperti kasur tempat tidur&lt;br /&gt;yang membuatmu tenang di malam hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya setiap malam&lt;br /&gt;akan betulbetul nyenyak&lt;br /&gt;saat saya menuliskan sesuatu&lt;br /&gt;lewat teman tidur saya inie..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat hari blogger teman..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-8981680668040518314?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/8981680668040518314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=8981680668040518314&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8981680668040518314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8981680668040518314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/11/blog-seperti-bantal-tidur-saya.html' title='blog seperti bantal tidur saya'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-4524464525969795857</id><published>2008-11-14T15:09:00.000+08:00</published><updated>2008-11-14T15:13:04.533+08:00</updated><title type='text'>dongeng ayah</title><content type='html'>jangan pernah memercayai dongeng ayah yang itu-itu juga&lt;br /&gt;sebab ingin membuatmu tidur dan tidak rewel&lt;br /&gt;bertanyalah perihal yang dibuat-buatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semisal ia bertemu buaya kembarnya di sungai&lt;br /&gt;juga tentang dukun sakti kampung yang mengobatinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada saat ketika ia pergi &lt;br /&gt;dan orang-orang berdatangan di pemakaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dongeng itu benar adanya&lt;br /&gt;Seperti janji yang pernah diucapnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-4524464525969795857?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/4524464525969795857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=4524464525969795857&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4524464525969795857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4524464525969795857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/11/dongeng-ayah.html' title='dongeng ayah'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-8430901819871644182</id><published>2008-10-25T15:52:00.000+08:00</published><updated>2008-10-25T15:53:31.306+08:00</updated><title type='text'>Meditasi Zen</title><content type='html'>Dari dulu saya paling suka Agama Budha atau sejenisnya. Meski saya seorang muslim, membandingkan keterkaitan antara kesederhanaan Sang Budha dan Kesalehan Nabi Muhammad SAW bisa jadi masuk akal. Karena itu, sejujurnya saya lebih mudah memahami kesederhanaan Budha.. yang bersifat perilaku dan pikiran..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beruntunglah saya karena saya terhenyak dengan tulisan jalan sejati yang saya kutip dari kawan saya_Adam Kurniawan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan sejati itu tidaklah sulit sekiranya anda tidak memungut dan memilih. Tak pula mencintai atau membenci, dan anda akan mengerti dengan jelas. Menyimpang serambut saja, dan anda terpisah jauh darinya bagai langit dan bumi. Jika anda ingin jalan itu tampak, janganlah menyokong maupun menentang. Menyokong dan menentang saling bertolak belakang. Inilah penyakit pikiran. Tanpa mengenali prinsip misterius ini sia-sialah berlatih keheningan. Jalan itu sempurna bagaikan angkasa raya, tanpa kekurangan, tanpa kelebihan. Karena menggenggam dan menolak, anda tak dapat mencapainya. Jangan mengejar eksistensi berkondisi; jangan tinggal dalam menerima kekosongan, dalam kesatuan dan kesamaan, kekacauaan lenyap dengan sendirinya. Menghentikan aktifitas dan kembali ke keheningan, dan keheningan itu malah akan semakin aktif. Cuma mandek dalam dualitas, Bagaimana anda bisa mengenali keesaan ? jika anda gagal menembus keesaan, kedua tempat kehilangan fungsinya. Buang eksistensi dan engkau justru jatuh kedalam eksistensi; ikuti kekosongan dan engkau justru memunggunginya. Bicara dan berpikir berlebihan membelokkan anda dari keselarasan dengan jalan itu. Pangkas bicara dan berpikir, dan dimanapun juga tiada yang tak dapat anda tembus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-8430901819871644182?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/8430901819871644182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=8430901819871644182&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8430901819871644182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8430901819871644182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/10/meditasi-zen.html' title='Meditasi Zen'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-1529948469043055006</id><published>2008-10-25T12:10:00.000+08:00</published><updated>2008-10-25T12:12:52.645+08:00</updated><title type='text'>saya tidak marah karena kamu milik..</title><content type='html'>Saya tidak akan membencimu PLN. Karena kau milik negara yang diperuntukkan rakyat kepada rakyat dan hanya untuk rakyat, Ingat itu !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan, saya mengingat lagi ceritacerita semasa sekolah dasar dulu.. Setiap kekayaan negara yang pundipundi vital, terkecil sekalipun dan menghasilkan uang, dipelihara oleh negara.. saya masih mengingat pasalnya dan detil pembacaan 'undang-undang dasar negara republik indonesia.blabla...'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi waktu itu, jujur saja saya belum mengerti kekayaan negara yang vital dan dipelihara oleh negara itu apa. kalo emas emank vital dan bisa membuat kaya negara kenapa bukan untuk rakyat. Saya tidak mengerti banyak tentang energi, bahkan energi listrik sekalipun yang bisa dihasilkan dari berbagai varian pembangkit pun juga tak menyentuh keingintahuan saya. Yang saya tahu sumber vital dikuasai oleh negara demi masyarakat boanyak... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;boanyak lho, kalo di Indonesia penduduknya kurang lebih 250 jeti membutuhkan energi listrik.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan jika terjadi pemadaman listrik bergilir dan tanpa pemberitahuan. kira-kira apa yang terjadi. Kalo saya membayangkannya seperti ngantre beras yang tempatnya tidak diberitahukan. jadi kami semua kelabakan dan berbondongbondong mencari tempat pembagian beras itu. Ujung-ujungnya tentu saja berujung rusuh..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya pemadaman yang bergilir, kita berbondongbondong mencari lilin kali ya. atau buruburu menyalakan genset di rumah sakit. Nah, tapi jika ada operasi dan rumah sakit tidak memiliki genset. kirakira rusuh juga kali ya. Atau saat malam pertama pasangan pengantin dirayakan dengan lampu redup semacam lampu tidur. jika mati lampu tiba waduh salah meraba kale ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya yang vital-vital dikuasai oleh negara!!! kalo sudah diatur oleh Undangundang 45, dan setiap hari senin itu dibacakan waktu upacara bendera semasa SD. Atau setiap pelajaran tentang moral pancasila kita disuruh ibuguru menghafal UUD itu bagaimana ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya dibodohbodohi barangkali.. karena di pasal yang mengatur kekayaan dan yang vital oleh negara memang diperuntukkan oleh rakyat demi kesemakmuran orangorang PLN tentu saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Note..&lt;/span&gt; PLN garagara kamu saya tidak nonton pertandingan tinju Chris Jon. kulkas di rumah rusak, ikan mati di Akuarium, semua garagara kamu PLNNNNNN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya ini rakyat-rakyat! Bah !! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tenang aja saya tidak akan membencimu PLN karena kamu milik negara, saya bisa apa..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-1529948469043055006?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/1529948469043055006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=1529948469043055006&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1529948469043055006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1529948469043055006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/10/saya-tidak-marah-karena-kamu-milik.html' title='saya tidak marah karena kamu milik..'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-8633615724656499300</id><published>2008-10-20T11:27:00.000+08:00</published><updated>2008-10-20T14:09:42.698+08:00</updated><title type='text'>menyindir 'rahim'</title><content type='html'>Sudah kukatakan, kita tidak pernah bisa memilih di rahim mana akan di lahirkan.. Tapi percayalah, barangkali takdir masa lalu yang membuat kita seharusnya lebih memacu diri untuk selalu berusaha. Barangkali semisal saya yang dilahirkan di rahim anak seorang petani memiliki masa lalu begitu buruk penuh dosa dan hina ini harus menanggungnya dan ditempakannya aku di rahim ibuku yang hanya seorang petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya tuhan, tentu saja. Jangan pernah melihat anak seorang dokter lalu kau mencacinya dalam hati, hanya karena dia dilahirkan di rahim seorang dokter pula. Kau berkata mereka hanyalah orang-orang beruntung. Tapi menurutku tidak. seperti halnya saya yang dilahirkan di rahim  seorang petani. Anak seorang dokter yang kau caci maki itu memiliki takdi masa lalu yang mengesankan di mata Tuhan barangkali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya ingin mengatakan barangkali kita semua punya kehidupan masa lalu, entah yang kelam entah yang mengasankan dan penuh amal. Dan barangkali pulalah kita menanggung semuanya- di tempatkan di rahim yang berbeda-beda sesuai dengan takdir masa lalu.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu Tuhan Maha Baik, Maha Adil Maha dari segala Maha.... hanya orang bodoh yang selalu menyindir dan mengatakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mereka di lahirkan di rahim yang nyaman"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berlombalah untuk selalu beramal supaya di masa datang kita di lahirkan di rahim yang nyaman.. Juga Barangkali seperti itulah Syurga..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-8633615724656499300?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/8633615724656499300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=8633615724656499300&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8633615724656499300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8633615724656499300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/10/menyindir-rahim.html' title='menyindir &apos;rahim&apos;'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-3106668994518475005</id><published>2008-10-11T14:57:00.000+08:00</published><updated>2008-10-11T15:17:10.739+08:00</updated><title type='text'>komputer no 6..</title><content type='html'>ada seseorang... saya lupa namanya. seringkali bercerita juga tentang seseorang yang..juga saya lupa namanya. Tapi seseorang yang pertama tadi adalah lelaki saban kali mengunjungi saya berkeluh kesah tentang seseorang yang dipikirkannya, perempuan. saking rajinnya berkeluh kesah dia lupa waktu dan lupa segala-galanya. Lupa bahwa dia tak pernah merokok sebelumnya, tak pernah mabuk sebelumnya, pernah khusuk ibadah sebelumnya, hingga lupa kapan terakhirkali dia makan malam sebelum bertemu dengan saya. Dia paling mengingat detil perempuan yang dikeluhkesahkannya itu. paling ingat perempuan itu khusuk ibadahnya ,ingat bersahaja sikap dan tutur katanya, paling ingat dua tahun kedepan dia akan memilih perempuan itu sebagai pasangan hidupnya .......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai disini cerita saya, bisakah anda menebak apa yang terjadi dengan si dia lelaki itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oohh... sampai detik ini saya juga tidak tahu apa yang terjadi dengan lelaki itu. saya ditinggalkan dengan tiba-tiba, dalam keadaan hidup dan bernyawa detik ini hingga kalian masih bisa melihat dan membaca cerita ini melalui diriku. sebuah tempat keluhkesahnya di bilik komputer no 6.. jika kau melihat dia, kabari saya dan sebisa mungkin lanjutkan cerita ini.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-3106668994518475005?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/3106668994518475005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=3106668994518475005&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3106668994518475005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3106668994518475005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/10/komputer-no-6.html' title='komputer no 6..'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-9075321721319120040</id><published>2008-10-11T14:47:00.000+08:00</published><updated>2008-10-11T14:56:51.433+08:00</updated><title type='text'>......</title><content type='html'>ternyata memikirkan perempuan bukan sesuatu yang sepele&lt;br /&gt;itu sebab kenapa Tuhan menciptakan kita berpasangpasangan&lt;br /&gt;supaya kita saling percaya, dan bersandar satu sama lain&lt;br /&gt;juga sebab kenapa kita berijab kabul &lt;br /&gt;supaya tak ada lagi awas yang membuatnya tidak sepele&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;slamat buat kalian yang telah mengijab kabul. ya, yang belum saya juga mengucap doa smoga.. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-9075321721319120040?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/9075321721319120040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=9075321721319120040&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/9075321721319120040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/9075321721319120040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/10/blog-post_10.html' title='......'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-7179523634331233125</id><published>2008-10-03T10:55:00.000+08:00</published><updated>2008-10-03T10:59:47.038+08:00</updated><title type='text'>..</title><content type='html'>tidak ada akhir dari perjalanan ini kawan..&lt;br /&gt;yang ada hanya ujung perjalanan. itupun&lt;br /&gt;tidak berakhir kawan. hanya singgah sesaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti terminal kukira..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-7179523634331233125?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/7179523634331233125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=7179523634331233125&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7179523634331233125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7179523634331233125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/10/blog-post.html' title='..'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-900218395913359826</id><published>2008-10-03T10:50:00.000+08:00</published><updated>2008-10-03T10:55:48.611+08:00</updated><title type='text'>..setengah perjalanan..</title><content type='html'>jangan menunda segala sesuatunya&lt;br /&gt;juga jangan berhenti memikirkannya &lt;br /&gt;semua ada jalannya, saya juga tidak tahu jalan yang mana&lt;br /&gt;karena itu saya mencari tahu dengan tidak menunda&lt;br /&gt;dan selalu memikirkannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-900218395913359826?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/900218395913359826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=900218395913359826&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/900218395913359826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/900218395913359826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/10/setengah-perjalanan.html' title='..setengah perjalanan..'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-6142155769584514860</id><published>2008-10-03T10:28:00.000+08:00</published><updated>2008-10-03T10:50:43.125+08:00</updated><title type='text'>lebaran</title><content type='html'>selamat berlebaran..&lt;br /&gt;jangan membuat gaduh&lt;br /&gt;merenunglah dahulu&lt;br /&gt;semoga kita berjumpa&lt;br /&gt;lagi di rhamadan dan&lt;br /&gt;lebaran berikutnya&lt;br /&gt;selamat lebaran..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-6142155769584514860?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/6142155769584514860/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=6142155769584514860&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6142155769584514860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6142155769584514860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/10/lebaran.html' title='lebaran'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-3332170739034887064</id><published>2008-09-25T19:50:00.001+08:00</published><updated>2008-09-25T19:56:25.568+08:00</updated><title type='text'>kelak diatas ranjang..</title><content type='html'>suatu saat dia juga akan mengecup keningmu&lt;br /&gt;......seperti kau mengimpikannya&lt;br /&gt;saling mendongeng diatas ranjang&lt;br /&gt;membelai rambutnya yang terurai indah itu&lt;br /&gt;begitu juga dengan rambut anehmu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kalian tertawa, saling mencubit&lt;br /&gt;pipi, telinga, dan hidung masingmasing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aihhhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudahmudahan ini bukan sinetron sayang&lt;br /&gt;kuyakin kau juga mengimpikannya&lt;br /&gt;karena tak selama cinta itu bodoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta bodoh.. hanya betulbetul bodoh&lt;br /&gt;sebelum kita mendapatkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan itulah yang kita dongengkan diatas ranjang&lt;br /&gt;berdua menertawai kebodohan kita yang lalu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-3332170739034887064?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/3332170739034887064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=3332170739034887064&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3332170739034887064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3332170739034887064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/09/kelak-diatas-ranjang.html' title='kelak diatas ranjang..'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-4886525182757354176</id><published>2008-09-23T16:49:00.000+08:00</published><updated>2008-09-23T16:56:19.537+08:00</updated><title type='text'>...</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;saya pernah menuliskan ini :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hidup bukan untuk kerja &lt;br /&gt;melainkan&lt;br /&gt;Kerja hanya untuk hidup&lt;br /&gt;selebihnya&lt;br /&gt;terserah anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lalu saya baru saja melanjutkannya :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;janganlah mati karena kerja&lt;br /&gt;matilah karena nikmat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selebihnya, terserah anda&lt;br /&gt;stengah mati karna cinta juga&lt;br /&gt;mati stenga karna cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bodoh bukan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-4886525182757354176?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/4886525182757354176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=4886525182757354176&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4886525182757354176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4886525182757354176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/09/blog-post_23.html' title='...'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-6841195755562684773</id><published>2008-09-22T15:25:00.000+08:00</published><updated>2008-09-22T15:44:46.768+08:00</updated><title type='text'>...</title><content type='html'>Kata mereka puisi itu semacam isi hati, atas keindahan, kekecewaan,bahagia, senang, gembira lewat kata-kata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...beritahu saya, isi hati perempuan ini, jika katakata yang dituliskannya serupa puisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sudahmi cinta&lt;br /&gt;jangan diseriusi&lt;br /&gt;hahahaha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-6841195755562684773?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/6841195755562684773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=6841195755562684773&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6841195755562684773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6841195755562684773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/09/blog-post_22.html' title='...'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-8272216442731971344</id><published>2008-09-10T22:18:00.000+08:00</published><updated>2008-09-10T22:19:11.712+08:00</updated><title type='text'>sajak cemburu</title><content type='html'>sajak itu lahir dari rasa cemburu&lt;br /&gt;sebab itu dia malas mengunjungimu&lt;br /&gt;sekadar bertamu, dan mengucap khabar&lt;br /&gt;tapi tak hentinya memikirkanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu waktu dia tak lagi pusing&lt;br /&gt;tak diminta juga tak memaksa&lt;br /&gt;hanya berkutat dalam rumah&lt;br /&gt;memutar kepala &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika cemburu&lt;br /&gt;dibuatnya sajak baru&lt;br /&gt;supaya kau jatuh cinta lagi&lt;br /&gt;begitulah seterusnya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-8272216442731971344?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/8272216442731971344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=8272216442731971344&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8272216442731971344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8272216442731971344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/09/sajak-cemburu.html' title='sajak cemburu'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-8221779417167866870</id><published>2008-09-09T15:58:00.000+08:00</published><updated>2008-09-09T16:04:11.867+08:00</updated><title type='text'>Bulan Ini..</title><content type='html'>maapkan saya yang belum menemukannya&lt;br /&gt;mungkin di lain waktu, saya mencoba menjadi &lt;br /&gt;seperti keinginannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencoba menemukan kenginannya itu di bulan ini&lt;br /&gt;barangkali itu sebab ia ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rhamadan namanya, sekali datangnya&lt;br /&gt;sebelum pergi tanpa tau akan ketemu lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti bapakku.. &lt;br /&gt;mudahmudahan tenang di Sana..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-8221779417167866870?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/8221779417167866870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=8221779417167866870&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8221779417167866870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8221779417167866870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/09/blog-post_09.html' title='Bulan Ini..'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-4579104283349763851</id><published>2008-08-30T16:11:00.000+08:00</published><updated>2008-08-30T16:12:09.034+08:00</updated><title type='text'>pelangi senja dalam desah</title><content type='html'>pada senja selintas, tanpa batas&lt;br /&gt;diatas terpal koran bekas pengalas&lt;br /&gt;ada angin menyapu dan gerimis&lt;br /&gt;lalu bunyi seng ikut gemuruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiga pasang bercumbu di bawah bantal&lt;br /&gt;malumalu curi sepintas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka mencuri waktu&lt;br /&gt;tak menikmati perpisahan &lt;br /&gt;menatap langit dan pelangi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;barangkali hanya dalam desah&lt;br /&gt;mereka berkata :&lt;br /&gt;senja memang mempesona&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-4579104283349763851?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/4579104283349763851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=4579104283349763851&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4579104283349763851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4579104283349763851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/08/pelangi-senja-dalam-desah.html' title='pelangi senja dalam desah'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-1445020803862229050</id><published>2008-08-20T11:38:00.000+08:00</published><updated>2008-08-20T11:39:27.350+08:00</updated><title type='text'>dongeng kata dan kepala</title><content type='html'>setiap malam di tempat tidur&lt;br /&gt;kami selalu bermain makna&lt;br /&gt;menyelipkan ingatan bahagia&lt;br /&gt;memilahnya, sambil menunggu lelap&lt;br /&gt;menjadi bungan-bunga mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;esoknya, kami sudah lupa&lt;br /&gt;dia mengurus dirinya&lt;br /&gt;buru-buru beraktifitas&lt;br /&gt;supaya dapat gaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjelang lelap mereka bersua lagi&lt;br /&gt;tapi, kata hanya sampai disitu&lt;br /&gt;karena kepala pelit, tidak membuka diri&lt;br /&gt;takut telat bangun pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam tempurung..&lt;br /&gt;kata dan kepala tak pernah jadi puisi&lt;br /&gt;mereka jadi pengantar tidur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-1445020803862229050?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/1445020803862229050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=1445020803862229050&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1445020803862229050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1445020803862229050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/08/dongeng-kata-dan-kepala.html' title='dongeng kata dan kepala'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-4138322775911194870</id><published>2008-08-20T11:37:00.000+08:00</published><updated>2008-08-20T11:38:42.262+08:00</updated><title type='text'>cinta bodoh</title><content type='html'>cinta membuat bodoh&lt;br /&gt;seperti kambing yang mengembek di keramaian&lt;br /&gt;juga bagai ayam pejantan yang bertengger&lt;br /&gt;di tempat eraman betina&lt;br /&gt;atau kata gombloh &lt;br /&gt;kalo cinta melekat, &lt;br /&gt;tai kucing berasa coklat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu lelaki mengambil pisau&lt;br /&gt;menunjuki perempuan&lt;br /&gt;“belalah dadaku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ketika semua berlalu&lt;br /&gt;diingatnya lagi&lt;br /&gt;betul-betul bodoh&lt;br /&gt;sebab cinta barangkali begitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikiranya dagelan&lt;br /&gt;tertawalah dia sepuasnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-4138322775911194870?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/4138322775911194870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=4138322775911194870&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4138322775911194870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/4138322775911194870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/08/cinta-bodoh.html' title='cinta bodoh'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-240045790143918363</id><published>2008-08-16T15:20:00.001+08:00</published><updated>2008-08-16T15:21:49.409+08:00</updated><title type='text'>..pelahap bintang..</title><content type='html'>stiap kali&lt;br /&gt;matanya menengadah langit gelap &lt;br /&gt;menatap satu bintang kecil agak redup&lt;br /&gt;masih berbicara sendiri&lt;br /&gt;dia memanggilmanggil peri kecilnya&lt;br /&gt;memohon bintang redup itu&lt;br /&gt;supaya jatuh di telapak tangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena dia pelahap bintang&lt;br /&gt;penatap malam berteman peri kecil khayal&lt;br /&gt;berbintang kecil,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekalisekala dia bercerita peri kecilnya itu..&lt;br /&gt;tak ada yang percaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia seorang pemimpi di dunia miliknya&lt;br /&gt;dan kami menyebutnya si pelahap bintang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia pasti bercerita lagi setelah bintang &lt;br /&gt;itu jatuh di telapaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tunggu saja, sebentar lagi..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-240045790143918363?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/240045790143918363/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=240045790143918363&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/240045790143918363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/240045790143918363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/08/pelahap-bintang_16.html' title='..pelahap bintang..'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-7751077722834496318</id><published>2008-08-04T11:22:00.000+08:00</published><updated>2008-08-04T11:33:12.061+08:00</updated><title type='text'>Dongeng..</title><content type='html'>saya mencoba membuat dongeng di kamar kecil saya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Negeri Katabencana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika orangorang hanya diperbolehkan mengucapkan beberapa kata saja, sesuai dengan apa yang dilakukannya. jika kau menginginginkan sesuatu, hanya boleh mengucap tiga kata. lalu sejenak berhenti, tidak boleh berkata lebih dari tiga kata sebelum diakhiri jeda. Lebih dari itu akan mendapat denda, dan hukuman cambuk yang berat kepada lawan bicara, karena itu orangorang lebih banyak berkata dalam hati daripada memboros kata lewat mulut, yang konon menjadi kepercayaan dan berujung kebiasaan turuntemurun di negeri itu. Itulah sebuah negeri yang bernama negeri Iritkata. Setiap orang hanya bisa mengucapkan kata seirit dan seefektif mungkin,sebuah negeri dari kerajaan kata yang dipimpin oleh seorang raja, bernama raja Katairit. Negeri dimana setiap orang tidak boleh banyak kata, banyak bicara. Sebuah negeri dimana keheningan bagaikan tradisi yang wajib dipatuhi oleh masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun sang raja yang bergelar Katairit melaksanakan ritual khusus di tengah masyarakat. tradisi ini di negeri Iritkata dikenal dengan nama ritual Diam Kata. Setiap tahun sang raja katairit  mengumpulkan rakyat Iritkata di sebuah lapangan besar. Ribuan orang penduduk Iritkata melakukan ritual diam kata demi menghormati leluhur mereka  yang menghargai pentingnya mengirit kata, sebuah ritual yang menyelamatkan sebuah peradaban kecil yang menempatkan bangsa Iritkata sebagai sebuah bangsa yang sabar dari planet kecil bernama dunia kata.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja katairit memiliki seorang putra tunggal yang kelak akan menjadi pengganti ayahnya. Putra tunggal sang raja bernama katahati. Suatu hari nanti menurut peramal sang raja, Katahati akan mengubah dunia kata yang entah menjadi apa. Ramalan tersebut menurut ramalkata si tukang ramal kerajaan juga belum dapat dipastikan secara utuh, masih berupa kepingan dan tandatanda. Hanya dengan mengikuti perkataan si peramallah, maka ramalan dapat dipastikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan belas tahun adalah dewasa. Tapi kenapa kekonyolan ini masih tetap bertahan hingga hari ini. mengapa setiap orang hanya bisa diam, dan hanya bisa berkata dalam hati. Buat apakah mulut dan telinga jika hanya bisa berbicara tiga kata dan mendengar tiga kata setelah itu jeda beberapa saat yang tak jelas kapannya. lewat secarik kertas sebaiknya kutulis saja kemarahanku kepada Katababu dan Kataplayan yang sering kali memindahkan bukubuku pemberian ayah. Padahal bukubuku itu telah aku beri tanda di halaman yang tak sempat kubaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'kataplayann..katababu...'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah aku bisa berteriak dengan keras. Meski tak sopan melakukannya. Paling tidak aku hanya mengeluarkan dua kata, dan itu cukup untuk memanggil mereka berdua, Kupikir..aku adalah anak raja maka aku boleh berbuat sesukaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangeran katahati menumpahkan kemarahannya, tetapi dengan selembar kertas yang ditulisnya rapi. Pangeran menghujat, menghardik lewat kata yang ditulisnya. Si pembantu Kataplayan dan Katababu hanya bisa mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I’ya pangeran’  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ratu memerintah kami’.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kataplayan menjawab dengan sedikit ketakutan, Katababu tak ikut bicara. Dia hanya ikut mengangguk. Bedebah semuanya, ada apa dengan negeriku ini, kenapa semua orang hanya bisa mendongakkan kepala, atau jangan-jangan mereka takut kena kutukan jika telalu banyak bicara. Tiga kata, hanya tiga kata, setelah itu jeda minta ampun tunggunya. Bagaimana dengan hati mereka, apakah juga diam, atau irit berbicara dalam hati. Atau hanya saya di negeri ini yang berbicara dalam hati sepanjang ini. Tidak, kali ini aku harus berontak. Akan kurebut tahta kerajaan ini, dan kubunuh ayahandaku biar rakyatku bisa bicara lebih dari tiga kata. Biar rakyatku bisa bicara dan menyatakan cinta lewat mulutnya, dan bukan lewat tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahdan tragedi itupun datang. Sang Pangeran Katahati berhasil merebut tahta kerajaan dari ayahnya Raja Katairit. Tragedi itu terjadi ketika rakyat Iritkata melakukan sebuah ritual Diam kata yang dipimpin Raja Katairit. Dengan sebilah pedang, sang pangeran membunuh raja didepan rakyatnya. Diangkatnya pedang itu mengahadap langit dan dihadapan rakyatnya. Berbicaralah sang pangeran sepuas-puas dihadapan rakyat tanpa ada iritkata sebagaimana nama negerinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Hari ini akulah pemimpin kalian wahai rakyatku, setiap orang kini berhak bicara sepuas-puasnya tanpa perlu mengirit kata. Didepan kalian sebagai saksi, aku membunuh ayah kandungku sendiri untuk mengubah negeri ku ini, negeri yang akan kita cintai selamanya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, kebingungan dan ketakutan tentu saja menyelimuti rakyat Iritkata yang menyaksikan Sang Raja Katairit mati dibunuh oleh putranya sendiri. Perlahan setiap orang mulai berbicara meski masih berbisik, apa gerangan maksud perkataan pangeran yang mengangkat diri menjadi raja di negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktupun berlalu di negeri itu, hampir setiap orang tak perlu mengirit kata. Semuanya bebas berbicara, para pedagang dan pembeli di sekitar kerajaan kini ramai oleh hiruk pikuk menawar harga sayuran daging maupun buah yang dijajakan. Setiap orang kini boleh bernyanyi di negeri itu, tanpa musik sekalipun orang-orang bisa bernyanyi tanpa batas. Para pemuda di negeri itu, kini bebas menyatakan cinta lewat mulut dan berakhir setubuh.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kerajaan Raja Iritkata kini bebas berteriak sepanjang dan semaunya kepada para pengawal, kepada ibunya yang takluk dibungkam oleh sang raja baru itu. Katababu dan Katapelayan kini bebas bercerita perihal perangai buruk sang raja di dalam kerajaannya. Raja Katairit tak lagi rajin membaca buku-buku tua pemberian ayahnya dahulu. Berpidato kini menjadi hobi barunya-jadi penghasut didepan rakyatnya. Menjanji kesejahteraan  di depan rakyat tetapi berujung kerja paksa di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun terus berjalan di negeri itu, ketika orang-orang sudah bebas berbicara, berhasut kepada satu sama lain. Apa yang dijanjikan Raja Katairit hanya janji belaka, perempuan dan peperangan kini menjadi penyakit baru di di negeri Iritkata. Tak hanya raja, para prajurit juga dimanjakan dan rakyat semakin menderita akibatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa diujung tanduk dan sudah menanti ajal, karena pemberontakan rakyat di negeri itu. Raja Katahati mengurung diri  dalam kamar yang megah sambil merenungi negerinya yang sebentar lagi hancur di serang para pemberontak. Katahatinya masih berbicara, tatkala ayahnya belum dibunuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku ayahhh, aku bodoh merubah tradisi negeri kita ayah.., bodoh sungguh bodoh melihat perliku rakyatku yang ingin menghancurkan rajanya sendiri.. sungguh bodoh membebaskan mereka berbicara dan memaki rajanya sendiri ayah.. maafkan aku ayah aku bodoh mengubah negeri kita Iritkata, menjadi bencana maafkan aku ayah.. aku akan menyusulmu meminta ampunan darimu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu ketika bertahun-tahun negeri itu dilanda perang saudara. Sebuah negeri tanpa tuan, sedikit demi sedikit negeri itu ditingalkan rakyatnya karena tak tahan hidup di tengah kekacauan tanpa seorang raja. Hingga beberapa lama negeri itu kini dikenal sebagai negeri Katabencana, tanpa kedamaian. Yang kuat adalah yang mampu bertahan, dan Iritkata tinggal sebuah cerita kuno dan konon pernah ada kedamaian di negeri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Makassar,2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-7751077722834496318?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/7751077722834496318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=7751077722834496318&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7751077722834496318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/7751077722834496318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/08/dongeng.html' title='Dongeng..'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-2199953769299711402</id><published>2008-07-25T13:29:00.000+08:00</published><updated>2008-07-25T13:30:27.512+08:00</updated><title type='text'>Sekiranya Saya Seorang Walikota</title><content type='html'>Dengan tidak bermaksud menjiplak judul tulisan dari Soewardi Soeryaningrat di surat khabar De Express, 19 Juli 1913 silam. Menyambut Pilkada walikota makassar, ijinkan saya berandai-andai mengenai hajatan yang berlangsung empat tahunan ini. Apalagi, sekiranya saya terpilih menjadi seorang walikota, akan saya gratiskan pendidikan gratis yang menjadi program caloncalon kepala daerah dimanapun anda berada. Tentu saja mudah bagi saya untuk mengucapkannya di hadapan khalayak ramai masssa kampanye. Tetapi sebetulnya tidak begitu, sekiranya saya seorang walikota , pendidikan gratis di Kota Makassar bagaikan mimpi usang antara bumi dan langit jauhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking jauhnya, saya hanya bisa menghilangkan pungutan liar saja dulu. Jangankan pendidikan gratis, buku gratis saja belum pernah ada-yang ada hanya bisnis-dan tentu saja tidak gratis. Barangkali yang begitu bisa disebut pungutan liar di sekolah. Sekiranya saya seorang walikota, saya akan memanfaatkan semua indera saya sebisa mungkin memantau dan mengontrol apa yang menjadi keluhan masyarakat. Warga masyarakat menginginkan tempat tingal yang layak, bebas dari sampah dan polusi udara. Pengusaha kecil rumah tangga menginginkan rasa aman dan pengurusan ijin yang tidak berbelit-belit. Pengusaha paling kecil rumah tangga semisal penjual tempe tahu, sayuran dan penjual ikanhanya menginginkan persaingan harga yang sehat dan tidak semena-mena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya saya seorang walikota, warung coto Makassar saya wajibkan menggunakan daging lokal, biar tidak mudah kena obesitas dan warga makassar tidak lagi mengeluh di warung-warung coto bagadang. Makassar memiliki dinas peternakan yang seharusnya memberdayakan daging lokal, bukan malah sebaliknya ‘berbisnis’ daging dari luar, jadi, jika rapat tiba tidak selalu berbicara stok cukup hingga bulan sekian. Cukup,  karena telah disimpan berhari-hari dalam pendingin barangkali. Karena saya muslim jika saya seorang walikota, setiap hari jumat sesekali saya akan menjadi pengkhotbah di masjid-masjid yang terbiasa meminta sumbangan di jalanan. Selain pasti meningkatkan  celengan masjid, juga bisa mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan lalulintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi itu, hanya sekiranya .. Inlander..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-2199953769299711402?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/2199953769299711402/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=2199953769299711402&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2199953769299711402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/2199953769299711402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/07/sekiranya-saya-seorang-walikota.html' title='Sekiranya Saya Seorang Walikota'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-1121610211155640397</id><published>2008-07-21T17:02:00.000+08:00</published><updated>2008-07-21T17:08:43.305+08:00</updated><title type='text'>.....</title><content type='html'>tak juga kau mengingatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tlah aku kalungkan di hati&lt;br /&gt;memori usang yang membuatmu kembali&lt;br /&gt;seperti membunuh binatang kecil kesayanganmu&lt;br /&gt;dan memakai gigi mereka sebagai kalung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi, sudahlah &lt;br /&gt;barang usang tetap usang&lt;br /&gt;biarkan saja seperti jam dinding&lt;br /&gt;bersuara burung kutil yang hinggap keluar-masuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tit tut tit &lt;br /&gt;tut tit tit&lt;br /&gt;tit tut tit tit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saatnya mengingaingat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarkan aku sendiri...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-1121610211155640397?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/1121610211155640397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=1121610211155640397&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1121610211155640397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/1121610211155640397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/07/blog-post.html' title='.....'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-5573480217521369309</id><published>2008-07-17T19:49:00.000+08:00</published><updated>2008-07-17T19:55:15.407+08:00</updated><title type='text'>Si mungil ini bernama Yoo</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/__NC1HzaWDTc/SH8yKMn-ogI/AAAAAAAAAI4/QRpn1nTq1LA/s1600-h/103759p.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/__NC1HzaWDTc/SH8yKMn-ogI/AAAAAAAAAI4/QRpn1nTq1LA/s320/103759p.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223949243542053378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yoo ye-eun youtube..&lt;br /&gt;========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telinganya setajam mata pisau barangkali, sekali dengar langsung dimainkan jemari mungilnya itu  meraba tuts piano yang panjangnya duakali panjang tubuh mungilnya. umurnya baru lima tahun, geraknya seperti boneka kecil. cacat mata sejak lahir justru membuatnya peka terhadap suara, dia mengiringi lagu si penghibur itu melalui pendengaran dan perasaan yang setajam mata pisaunya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia hanya bisa membayangkan dalam gelap, wajah orangtuanya, wajah kepedihan itu bersama tuts piano sahabatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi dia tidak juga menangis memainkan irama Mozart, Chopin, dan Beethoven yang indah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namanya.. Yoo ye-eun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami yang menyaksikannyalah--dibuatnya menangis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-5573480217521369309?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/5573480217521369309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=5573480217521369309&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5573480217521369309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/5573480217521369309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/07/si-mungil-ini-bernama-yoo.html' title='Si mungil ini bernama Yoo'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/__NC1HzaWDTc/SH8yKMn-ogI/AAAAAAAAAI4/QRpn1nTq1LA/s72-c/103759p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-8584832092645897901</id><published>2008-07-12T17:44:00.000+08:00</published><updated>2008-07-12T18:25:15.865+08:00</updated><title type='text'>stand up again by my self..</title><content type='html'>sebulan total tidak menulis di Blog &lt;br /&gt;tetapi setiap Minggu menulis dua naskah &lt;br /&gt;adalah dua hal yang berbeda... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang satu kewajiban sementara yang ini &lt;br /&gt;hanya sekedarnya. Itulah sebabnya, &lt;br /&gt;jika anda penulis blog pasti sulit memutuskan &lt;br /&gt;kapan memulai untuk menulis di blog anda.. &lt;br /&gt;saya hanyalah pemisalan pemula yang kini merasakannya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;all beginning now..&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya betul-betul merasakan mandek menulis lagi. beberapa penulis 'pemula' yang saya kenal pernah merasakan hal yang sama, tetapi kemandekan menulis bagi mereka tidak selalu ditulisnya dalam bentuk uneg-uneg seperti saya.. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;dan..&lt;br /&gt;setetes air mata di pelupuk &lt;br /&gt;dan hujan deras siang itu, &lt;br /&gt;lenyap seketika,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan menangis lagi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-8584832092645897901?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/8584832092645897901/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=8584832092645897901&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8584832092645897901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/8584832092645897901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/07/stand-up-again-by-my-self.html' title='stand up again by my self..'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-6351046806180942219</id><published>2008-07-03T14:22:00.000+08:00</published><updated>2008-07-03T14:23:31.269+08:00</updated><title type='text'>ada yang pergi..</title><content type='html'>jika ada yang tak menulis sebulan ini&lt;br /&gt;kumohon jangan malas menengoknya&lt;br /&gt;dia sedang berkabung&lt;br /&gt;kehilangan&lt;br /&gt;sangat tentu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada janji kan selalu diingatnya&lt;br /&gt;mudahmudahan&lt;br /&gt;selalu harapnya&lt;br /&gt;akan terus harap tanpa akhir&lt;br /&gt;tuk berusaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti janji yang pernah diucapkan oleh bapaknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"baik-baiklah nak&lt;br /&gt;bapak sudah tak kuat&lt;br /&gt;alhamdulilah sudah diberi umur panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;allahuakbar laailahaillallah.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ucapnya terakhir kali&lt;br /&gt;sebelum bapak pergi slamanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-6351046806180942219?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/6351046806180942219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=6351046806180942219&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6351046806180942219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/6351046806180942219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/07/ada-yang-pergi.html' title='ada yang pergi..'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15103496.post-3259511489668637763</id><published>2008-05-21T16:48:00.001+08:00</published><updated>2008-05-21T16:48:45.391+08:00</updated><title type='text'>bagibagi gratis</title><content type='html'>jika ada orang antri di penghujung bulan Mei&lt;br /&gt;itu berarti akan ada bagibagi gratis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan tentang kebangkitan nasional&lt;br /&gt;bukan pula sumbangan umat budha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi ada perayaan kecil berupa&lt;br /&gt;oleholeh dari pemerintah, cuci tangan karna minyak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal sejatinya, mencuci tangan dengan minyak&lt;br /&gt;itu berbahaya. apalagi didepan orang banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak tau apaapa.. mudahmudahan tidak berebut&lt;br /&gt;pikir mereka, itu hanya sedekah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai kapan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;hahahaha-haji&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15103496-3259511489668637763?l=sekedarkolom.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/feeds/3259511489668637763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15103496&amp;postID=3259511489668637763&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3259511489668637763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15103496/posts/default/3259511489668637763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sekedarkolom.blogspot.com/2008/05/bagibagi-gratis.html' title='bagibagi gratis'/><author><name>hahaji</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00181444936512430708</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/__NC1HzaWDTc/SPviUJ_XfEI/AAAAAAAAAL4/pkQuJMq1vLg/S220/DSC00074.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
